Sukses

Manfaat dan Bahaya Kerokan bagi Kesehatan Anda

Kerokan adalah terapi tradisional yang diklaim dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. Apakah medis setuju dengan hal tersebut? Cari tahu faktanya!

Kerokan merupakan suatu teknik yang meliputi penggoresan kulit menggunakan suatu alat. Di Indonesia, kerokan sering kali menggunakan koin untuk media goresnya.

Goresan pendek atau panjang di kulit akan merangsang sirkulasi mikro jaringan lunak, sehingga dapat memperlancar peredaran darah. Hal ini diduga dapat membantu mengatasi masuk angin.

Sementara itu, di Cina, kerokan dikenal dengan sebutan gua sha. Teknik ini bertujuan untuk menghilangkan chi alias energi statis yang dianggap bertanggung jawab terhadap peradangan. Dengan menggores kulit, energi chi dapat dipecah sehingga mengurangi peradangan dan memicu pemulihan.

Kerokan umumnya dilakukan pada punggung, bokong, leher, lengan, dan betis. Tekanan yang diberikan biasanya ringan, namun juga dapat meningkat secara bertahap, tergantung kemampuan pasien menahan rasa nyeri yang timbul.

Artikel Lainnya: Kerokan, Benarkah Efektif Mengatasi Badan Pegal?

1 dari 4 halaman

Manfaat Kerokan bagi Kesehatan

Dengan kemampuannya untuk mengurangi peradangan, manfaat kerokan yang dirasakan adalah mengurangi rasa nyeri kronis.

Selain itu, kerokan juga diketahui dapat mengurangi gejala penyakit berikut ini:

1. Nyeri Kepala Migrain

Kerokan memiliki potensi untuk mengurangi gejala migrain. Penelitian menyebut, wanita berusia 72 tahun dengan nyeri kepala kronis yang mendapatkan terapi kerokan selama 14 hari merasakan gejala penyakit yang membaik.

Sayangnya, hasil dari penelitian tersebut masih belum dapat disamaratakan pada semua orang. Masih butuh banyak penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat kerokan untuk meredakan nyeri kepala migrain.

2. Nyeri leher

Pada suatu studi, 48 partisipan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi kerokan dan kelompok kedua mendapatkan bantal pemanas untuk mengurangi nyeri leher.

Setelah 1 minggu, kelompok yang mendapatkan terapi kerokan menyatakan nyeri yang lebih minim dibandingkan kelompok yang menggunakan terapi bantal pemanas.

3. Perimenopause

Wanita yang mendekati masa menopause akan mengalami gejala perimenopause. Gejala tersebut meliputi insomnia, fase menstruasi yang tidak teratur, kecemasan, rasa lelah berlebihan, serta hot flush.

Wanita dengan gejala perimenopause yang mendapat terapi kerokan selama 15 menit dan dilakukan seminggu sekali mengalami tingkat keluhan yang lebih minim.

4. Hepatitis B

Infeksi virus hepatitis B menyebabkan peradangan pada organ hati, bahkan hingga bisa merusak dan menimbulkan jaringan parut atau luka.

Pada suatu kasus, pria dengan enzim hati yang tinggi — yang menandakan adanya peradangan organ hati — diberikan terapi kerokan. Dua hari setelahnya, pria tersebut mengalami penurunan kadar enzim hati.

Hal tersebut menunjukkan, kerokan diduga memiliki potensi untuk mengurangi peradangan hati. Namun, hal ini masih perlu dipastikan dengan berbagai studi lanjutan.

5. Sindrom Tourette

Sindrom tourette meliputi gejala yang dapat muncul tiba-tiba, seperti kedutan pada wajah dan berdeham tanpa disengaja.

Kombinasi kerokan dan terapi lainnya seperti akupunktur, herbal, dan perubahan gaya hidup ditemukan dapat mengurangi gejala sindrom ini hingga 70 persen. Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan sebagai patokan. Masih butuh banyak studi lanjutan untuk memastikannya.

Artikel Lainnya: Awas, Kerokan di Leher Bahaya Lho!

2 dari 4 halaman

Efek Samping Kerokan bagi Kesehatan

Kerokan merupakan prosedur yang relatif aman. Meski demikian, goresan pada saat kerokan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit sehingga menimbulkan memar.

Apabila terjadi perdarahan saat kerokan, hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit yang menular melalui luka. Maka dari itu, media yang digunakan sebagai penggores sebaiknya dibersihkan, baik sebelum maupun sesudah digunakan.

Apabila Anda baru saja dioperasi dalam 6 minggu terakhir, hindari kerokan. Jika Anda sedang rutin mengonsumsi obat pengencer darah maupun memiliki gangguan pembekuan darah, kerokan juga sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.

Artikel Lainnya: Kerokan Bawang Merah untuk Mengatasi Masuk Angin Benarkah Ampuh?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Kerokan yang Aman?

Agar tidak terjadi efek samping kerokan yang parah, berikut ini beberapa hal yang mesti Anda perhatikan:

  • Pastikan koin atau media gores yang digunakan sudah dibersihkan, minimal dengan sabun dan air mengalir
  • Gunakan minyak atau losion untuk mempermudah kerokan dan mengurangi cedera
  • Hindari menggores terlalu kencang. Perhatikan ambang nyeri orang yang sedang dikerok
  • Hindari kerokan apabila mengalami operasi dalam 6 minggu terakhir
  • Hindari kerokan apabila memiliki gangguan pembekuan darah
  • Hindari kerokan apabila mengonsumsi atau mendapatkan obat pengencer darah

 

Kerokan cenderung aman, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Perhatikan hal-hal yang telah disampaikan, guna mencegah munculnya efek samping kerokan bagi kesehatan.

Apabila butuh bantuan atau tips lebih lanjut untuk kerokan yang aman, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar