Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kembali Jadi Tren, Bolehkah Minuman Boba Dikonsumsi Pengidap Diabetes?

Kembali Jadi Tren, Bolehkah Minuman Boba Dikonsumsi Pengidap Diabetes?

Manis dengan sentuhan kenyal, minuman boba bikin banyak orang ketagihan. Namun, bolehkah pengidap diabetes mengonsumsi minuman ini?

Klikdokter.com, Jakarta Minuman boba berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia. Pasalnya, minuman manis ini memberikan sensasi agak berbeda berkat hadirnya ‘mutiara hitam’ yang terbuat dari tepung tapioka. Manis, gurih dan kenyal dalam satu kali sedot. Sungguh menggoda, bukan?

Dijelaskan oleh dr. Nistish Basant Adnani dari KlikDokter, minuman boba sebenarnya sudah ada sejak tahun 1980-an. Ketika itu, seorang pegawai yang sedang bosan menghadiri rapat yang panjang mencoba menuang puding tapioka ke dalam teh. 

Setelah dicoba, tak disangka bahwa rasanya enak. Dari kejadian tersebutlah dikembangkan minuman bubble tea alias boba. Seiring berkembang zaman, minuman yang satu ini semakin divariasikan dengan berbagai macam rasa. 

Minuman boba berkadar gula tinggi

Sayang, di balik segala kenikmatan yang ditawarkan, minuman boba ternyata tidak baik bagi kesehatan. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, minuman ini memiliki kadar gula yang tinggi. Oleh sebab itu, dengan minum boba, kadar gula dalam tubuh bisa melonjak.

“Satu gelas minuman boba mengandung 38 gram gula dan 300 kalori. Padahal, jumlah gula yang boleh dikonsumsi adalah 10 persen dari energi total yang hanya 1500 kalori pada wanita. Jadi, asupan gula maksimalnya adalah 150 kalori,” ujar dr. Karin.

“Terlalu banyak asupan gula dalam waktu yang sering bisa mengakibatkan gangguan metabolisme dan pengaturan gula darah. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus atau kencing manis,” tambahnya. 

Tidak hanya dari minuman, dr. Karin mengatakan bahwa boba atau ‘mutiara hitam’ yang menjadi pelengkap juga mengandung kadar gula dan kalori yang tinggi. Apabila terlalu sering masuk ke dalam tubuh, gula darah akan melonjak sehingga risiko diabetes makin tinggi.

Oleh sebab itu, sebaiknya batasi porsi minuman boba yang Anda konsumsi. Jika Anda sehat, sebaiknya konsumsi tidak lebih dari satu kali dalam sebulan. Jika Anda telah dinyatakan sebagai pengidap diabetes, sebaiknya benar-benar hindari konsumsi minuman boba guna mencegah terjadinya lonjakan gula darah yang memicu komplikasi.

1 dari 2 halaman

Jajanan lain yang juga memicu diabetes

Diabetes terjadi akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup untuk proses metabolisme gula darah. Oleh karena itu, pengidap diabetes cenderung mengalami kadar gula darah yang tinggi.

Satu-satunya cara agar pengidap diabetes bisa hidup dengan layak adalah dengan mengendalikan penyakitnya. Cara yang bisa dilakukan untuk itu adalah mengendalikan pola makan dengan menerapkan 3J (jam, jumlah, jenis).

Selain itu, pengidap diabetes juga mesti menghindari minuman boba dan beberapa jajanan kekinian berikut ini.

  • Chicken crispy 

Jajanan kekinian ini memiliki rasa yang lezat dan bikin ketagihan. Namun, jajanan yang satu ini menimbulkan penyakit kronik seperti gangguan pencernaan dan radang tenggorokan apabila dikonsumsi secara berlebihan. 

Menurut dr. Sara Elise Wijono MRes dari KlikDokter, chicken crispy mengandung gizi kosong karena sudah dicampur dengan banyak tepung dan bumbu yang bisa memicu diabetes dan penyakit berbahaya lainnya.

“Jajanan kekinian yang satu ini juga digoreng dengan banyak minyak atau deep frying. Artinya, kadar lemak di dalamnya sangat tinggi sehingga bisa memicu terjadinya obesitas dan kolesterol tinggi,” ungkap dr. Sara.

  • Cheese tea 

Sudah pernah coba cheese tea? Minuman yang satu ini memang sangat gurih di lidah dan bikin ketagihan untuk terus mengonsumsinya. Sayang, kandungan gula di dalamnya sangat tinggi sehingga tidak baik bagi kesehatan.

“Kandungan gula, susu dan perpaduan antara krim keju pada minuman tersebut bisa meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Inilah yang nantinya akan menyebabkan diabetes serta komplikasi kesehatan lain,” jelas dr. Sara. 

  • Telur gulung

Makanan yang sering ditemukan di sekitaran sekolah dasar ini memang bisa bikin lidah bergoyang, dengan harga yang relatif murah. Kendati demikian, makanan yang satu ini bisa menyebabkan obesitas karena memiliki kandungan minyak yang tinggi.

“Obesitas adalah awal dari berbagai penyakit berbahaya, seperti diabetes, penyakit jantung koroner, bahkan stroke dan serangan jantung,” tutur dr. Sara.

  • Corn dog

Tidak jauh berbeda dengan telur gulung, corn dog juga diproses dengan banyak minyak (deep frying) sehingga kadar lemak di dalamnya bisa meningkat. Apabila dikonsumsi terlalu banyak atau sering, corn dog bisa menyebabkan obesitas yang ujungnya adalah penyakit diabetes, serangan jantung dan stroke.

Minuman boba dan berbagai jajanan kekinian lainnya memang sangat menggugah selera. Namun, Anda mesti bijak agar tidak terpicu untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Anda tidak ingin mengalami penyakit diabetes dan berbagai kondisi mengerikan lainnya gara-gara jajanan kekinian tersebut, bukan?

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar