Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Masih Berpengaruhkah Produk ‘Anti Aging’ Atasi Kulit Keriput Lansia?

Masih Berpengaruhkah Produk ‘Anti Aging’ Atasi Kulit Keriput Lansia?

Tak sedikit skin care menjanjikan perubahan pada kulit keriput. Agar tak kena “janji palsu”, berikut tanggapan dokter mengenai produk anti aging yang bisa atasi kulit keriput.

Klikdokter.com, Jakarta Sebelum skin care anti aging hits di pasaran, justru produk mencerahkan kulit yang lebih dulu banyak dicari orang. Namun sekarang, skin care anti aging yang justru laris manis dan digemari para remaja hingga lansia! Nah, bicara soal lansia, memangnya ada pengaruhnya, ya, jika mereka memakai produk anti aging saat kulit keriput sudah tampak?

Ternyata, dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter punya jawaban yang bisa membuka mata Anda. “Iya, sebenarnya, produk skin care anti aging itu akan berpengaruh apabila digunakan sejak usia 25 tahun ke atas dan di bawah usia 50 tahun. Mengapa dimulai 25 tahun? Karena di usia segitulah perubahan kulit sudah mulai terjadi,” jelas dr. Nabila. 

Nah, ketika ada orang yang baru ngeh dengan kondisi kulit di saat usianya sudah di atas 60 tahun alias lansia, produk skin care anti aging tersebut sebetulnya tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan atau bahkan tak berpengaruh apa-apa. Bisa dibilang, memang sudah terlambat,” dr. Nabila menambahkan. 

Jika tak bisa benar-benar memulai perawatan anti aging untuk menghalau kulit keriput di usia 25 tahun. Dokter Nabila mengatakan setidaknya pakailah produk perawatan di usia 30 tahun. Di atas usia itu, hasilnya akan kurang maksimal. 

Produk skin care tidak bisa memberikan hasil positif dalam waktu yang singkat. Makin banyak waktu yang Anda berikan, makin bagus hasil yang didapatkan. Begitu pula sebaliknya. Jika semasa muda lansia tersebut merokok dan tidak menerapkan pola hidup sehat, proses penuaan yang terjadi pada kulit juga akan semakin parah. 

Sementara itu, selain faktor usia dan pola hidup sehat, paparan sinar matahari juga menjadi penyebab utama kerusakan dan penuaan pada kulit. Sinar matahari memecah jaringan elastis di kulit sehingga membuatnya kendur, berkerut, dan timbul flek-flek hitam. 

American Academy of Dermatology melaporkan orang-orang yang berusia di atas 60 tahun biasanya mengalami masalah kulit berikut ini.

  • Kulit kering dan kasar.
  • Kulit mulai menipis.
  • Kulit mudah memar.
  • Kulit mudah gatal. Rentan terhadap infeksi.
  • Dan adanya pertumbuhan kulit jinak seperti keratosis seboroik.

Dokter Nabila pun sependapat dengan American Academy of Dermatology. Namun, ketimbang memaksakan keadaan untuk menghilangkan kerutan, dia menyarankan lansia untuk fokus merawat kulit keringnya saja. Meski kulit keriput bisa menurunkan kepercayaan diri, kulit keringlah yang bisa memicu masalah lanjutan. 

Kulit yang kering akan mudah terserang infeksi dan iritasi. Selain itu, kulit kering juga menimbulkan rasa gatal berlebih. Hal tersebut dapat mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, dr. Nabila menyarankan lansia untuk melakukan beberapa langkah perawatan simpel ini. 

  • Perbanyak konsumsi air putih. Air putih dapat mencegah kulit lansia dehidrasi sehingga masalah kulit keringnya tidak semakin parah. 
  • Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang tinggi antioksidan, misalnya buah-buahan dan sayur. Anda juga bisa minum teh hijau secara rutin.
  • Jangan terlalu sering mandi air hangat. Jika memang ingin tetap mandi air hangat, di saat terakhir cobalah bilas dengan air dingin. 
  • Setelah mandi, keringkan pakai handuk dengan cara ditepuk-tepuk, bukan digosok. 
  • Sebelum mengenakan pakaian, oleskan losion pelembap. Alasan mengapa sehabis mandi menjadi waktu yang tepat adalah pori-pori masih terbuka. Losion pelembap bisa terserap dengan mudah dan memberikan manfaat lembap yang maksimal. 
  • Agar kerutan dan flek hitam tak makin banyak, jangan lupa pakai tabir surya. 

Memborong banyak skin care anti aging saat sudah menjadi lansia sepertinya menjadi hal yang percuma. Ini karena masalah kulit keriput sudah tak bisa bisa tertangani secara maksimal lagi. Lebih baik, alokasikan saja ke makanan sehat dan losion pelembap kualitas baik. Dua hal tersebut justru akan memberikan dampak positif terhadap kulit lansia. 

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar