Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dampak Anak Melihat Orang Tua Berhubungan Seks dan Cara Meresponsnya

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Dampak Anak Melihat Orang Tua Berhubungan Seks dan Cara Meresponsnya

Tak hanya membuat Anda canggung, anak melihat orang tua berhubungan seks juga punya dampak tersendiri bagi mereka.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika sedang asyik berhubungan seks, Anda dan suami tiba-tiba tersadar bahwa sang anak sedang mengamati. Tak ayal, Anda langsung panik. Bukan hanya malu, Anda pun khawatir akan dampak bagi anak yang melihat orang tuanya berhubungan seks. Sebenarnya, apa dampak anak melihat orang tua berhubungan seks?

Dampak anak yang melihat orang tua berhubungan seks

Seperti dijelaskan dr. Arina Heidyana dari KlikDokter, dampak yang akan diterima anak pun akan pada dasarnya akan berbeda-beda, sesuai dengan umur mereka. 

“Jika anak Anda masih berusia 1-2 tahun, bisa jadi mereka berpikir bahwa apa yang Anda dan pasangan sedang lakukan adalah sebuah ‘adegan’ kekerasan yang menyakiti satu sama lain,” tutur dr. Arina.

Dia menambahkan, jika hal ini terus terjadi tanpa penjelasan yang benar dari orang tua, bukan tidak mungkin dia jadi menjauh dari lingkungan sekitar.

“Atau justru si anak akan takut dengan sosok ayah atau ibunya yang saat itu terlihat ‘kasar’ pada satu sama lain,” ujar dr. Arina. 

Pada anak yang memasuki usia sekolah, rasa ingin tahu mereka akan jauh lebih besar ketimbang anak yang berusia balita. Tak heran, dampak yang dirasakan pun jauh lebih besar dan cenderung berbahaya.

Bukan tidak mungkin, menurut dr. Arina, anak juga punya keinginan untuk mencoba hal yang dilakukan oleh orang tuanya. Apalagi jika ini adalah bukan kali pertama mereka melihat orang tuanya berhubungan seks. 

“Selain menganggap seks adalah suatu perilaku yang kasar, sebagian anak juga mungkin ingin melakukan hal yang sama seperti orang tuanya. Jadi, ada kemungkinan anak mulai menyentuh payudara temannya, atau bahkan berusaha  untuk mencium bahkan memegang organ intim temannya,” dr. Arina menjelaskan.

Jadi, harus merespons seperti apa?

Bersikap tenang adalah kunci saat Anda berada dalam situasi ini. Jangan langsung panik dan menutup pintu rapat-rapat.

Dokter Arina juga menyarankan Anda untuk tidak langsung memarahi anak ketika melihat orang tua berhubungan seks. Sebaliknya, ajaklah anak berbicara sesuai usia dan pemahamannya. Jelaskan bahwa apa yang sedang Anda lakukan bersama pasangan merupakan kegiatan pribadi yang seharusnya tidak jadi tontonan.

Selain itu, berikan pemahaman bahwa kegiatan itu hanya boleh dilakukan oleh mama dan papa atau pasangan yang sudah secara resmi menikah. 

“Jika Anda langsung memarahi, membentak, dan membanting pintu kamar, justru mereka jadi semakin penasaran kegiatan apa yang sedang Anda lakukan. Bersikap tenang dan memberikan edukasi seks merupakan tindakan yang tepat untuk merespons kegiatan ini,” ujar dr. Arina. 

Pentingnya edukasi seks sejak dini

Edukasi seks sangat penting agar anak-anak memiliki sikap dan pandangan yang sehat terhadap seksual serta organ reproduksi mereka. Terlebih lagi, banyak informasi yang keliru di internet, televisi, hingga pesan di telepon genggamnya. Informasi yang salah ini dapat merusak persepsi anak tentang seks.

Selain itu, tidak ada kata terlalu cepat untuk memulai edukasi seks pada anak, asalkan sesuai dengan usianya. Untuk usia bayi dan batita (bawah 3 tahun), misalnya, Anda bisa mulai pengenalan nama-nama organ reproduksinya.

“Sampaikan informasi terkait seks dengan nama yang sebenarnya, seperti penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan. Hindari menggunakan kata-kata sebutan atau samaran terhadap organ intim pria dan wanita agar tidak membuat mereka bingung dan makin sulit untuk mengerti,” dr. Arina menambahkan.

Pada anak balita hingga usia sekolah dasar, Anda bisa mengajari bagian tubuh mana saja yang boleh disentuh orang lain dan mana yang tidak boleh. Saat bagian-bagian tersebut disentuh atau diraba orang lain, ajarkan dia untuk melaporkannya pada Anda atau guru di sekolah.

Saat anak sudah beranjak remaja, Anda bisa membicarakan apa saja yang akan berubah pada tubuh dan organ reproduksi mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Jelaskan juga konsekuensi apabila mereka melakukan hubungan seks tidak bertanggung jawab.

Saat orang tua menerapkan edukasi seks pada anak, kemungkinan mereka terlibat dalam perilaku seksual berisiko akan berkurang. Hal ini juga akan membangun keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak, terutama mengenai seks. Dengan edukasi seks yang baik, si Kecil juga bisa terhindar dari incaran para ‘predator’ anak.

Jadi, jangan langsung panik saat anak melihat orang tuanya berhubungan seks. Bersikaplah tenang dan beri penjelasan pada si Kecil sesuai dengan umurnya. Jangan lupakan juga edukasi seks pada anak agar punya pemahaman yang benar terkait seksual. Tapi lain kali, selalu pastikan pintu kamar terkunci saat Anda dan pasangan ingin bermesraan, ya!

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar