Sukses

Pentingnya Edukasi Tentang HIV/AIDS pada Anak

Sudahkah Anda memberikan edukasi tentang HIV AIDS pada anak? Jika belum, sebaiknya lakukan dengan tepat. Jadi, si Kecil tidak salah kaprah dengan HIV/AIDS.

Jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh belahan dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tidak heran, penyakit tersebut terus menjadi momok dan menimbulkan stigma di masyarakat. 

Tidak dimungkiri, HIV/AIDS memang menjadi penyakit yang masih belum dapat diobati hingga saat ini. Namun, penyakit ini sebenarnya bisa dihindari, salah satunya dengan membekali diri dengan edukasi tentang HIV AIDS.

1 dari 4 halaman

Sekilas tentang Infeksi HIV/AIDS

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). 

Virus HIV menyerang sel darah putih yang berperan dalam pembentukan sistem imun tubuh. Jika tidak dikendalikan, virus akan menyebabkan daya tahan tubuh semakin menurun. Hal ini membuat penderita lebih rentan mengalami penyakit-penyakit infeksi lanjutan. 

Artikel Lainnya: Bisakah Penderita HIV/AIDS Sembuh?

Parahnya lagi, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan antivirus yang ada hanya bertujuan untuk mencegah perburukan kondisi yang dialami oleh penderita. 

Tujuan dari pengobatan HIV/AIDS adalah untuk mencegah replikasi virus lebih lanjut sehingga sistem pertahanan tubuh tidak menurun. Apabila tidak mendapatkan obat yang tepat, virus akan semakin bertambah banyak sehingga menempatkan penderita pada keadaan ODHA (orang dengan HIV-AIDS).

2 dari 4 halaman

Pentingnya Edukasi HIV/AIDS

Edukasi tentang HIV AIDS sangat penting untuk diberikan kepada siapa saja, khususnya anak-anak. Tindakan ini dilakukan sebagai cara mencegah HIV dan AIDS, yang nantinya bisa anak terapkan hingga dewasa kelak.

Kendalanya, masih banyak yang menganggap bahwa edukasi tentang HIV AIDS pada anak adalah sebuah hal tabu. Padahal, dengan memberikan edukasi pada anak dengan cara yang tepat, ia bisa menjadi agen pemutus rantai penyebaran virus HIV/AIDS di lingkungan tempatnya tinggal dan bergaul.

Artikel Lainnya: Mengenal Tahapan AIDS dari Gejala HIV

Tidak sekadar itu, memberikan edukasi pada anak mengenai HIV/AIDS juga bisa membuatnya lebih peduli terhadap ODHA. Karena pada dasarnya, ODHA bukanlah seseorang yang harus dijauhi, melainkan dirangkul dan diberikan motivasi positif agar ia bisa terus semangat menghadapi virus yang menggerogoti tubuhnya.

3 dari 4 halaman

Tips Edukasi tentang HIV AIDS pada Anak

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan edukasi pada anak mengenai HIV/AIDS adalah:

  • Berikan Edukasi Mengenai Alat Reproduksi dan Fungsinya

Agar sistematis, lakukan edukasi mengenai organ reproduksi laki-laki dan wanita terlebih dahulu. Beritahukan pula fungsi sebenarnya dari alat reproduksi masing-masing jenis kelamin. 

  • Beritahukan Bahaya Hubungan Seksual di luar Pernikahan

Ajarkan kepada anak mengenai bahaya melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Tekankan pula bahwa kehamilan di luar nikah dapat merusak masa depan orang-orang yang terlibat, termasuk si jabang bayi yang bahkan tidak berdosa.

Selain itu, beritahukan pula bahwa hubungan seksual di luar pernikahan bisa meningkatkan potensi terjadinya penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS.

Artikel Lainnya: Bisakah Ibu Pengidap HIV/AIDS Melahirkan Normal?

  • Ajarkan Anak Mengenai HIV/AIDS secara Bertahap

Berikan edukasi pada anak mengenai HIV/AIDS secara bertahap. Anda dapat mengawalinya dengan mengajarkan mengenai pengertian HIV/AIDS, apa bahayanya, dan bagaimana cara penularannya. 

Anda juga dapat mengajarkan anak untuk melakukan tindakan pencegahan, misalnya dengan mempertegas larangan untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah dan tidak berganti-ganti pasangan. 

Didik pula anak Anda untuk menghindari hal-hal lain yang berpotensi menyebabkan HIV/AIDS, seperti penggunaan narkoba dan tidak menjaga kebersihan tubuh maupun organ kelamin.

  • Ajarkan Anak Melakukan Hal-hal Positif

Ajari anak untuk mengisi waktu luangnya dengan belajar, berolahraga, atau melakukan hobinya. Hal ini penting untuk menghindari anak terjerumus dalam pergaulan tidak sehat, yang dapat berujung pada kenakalan remaja dan risiko penularan HIV/AIDS. 

  • Jadilah Role Model yang Baik untuk Anak

Orang tua harus dapat menjadi panutan bagi anak, misalnya dengan mendekatkan diri pada agama dan menerapkan pola hidup sehat. 

Ingat, sosok pertama yang akan dicontoh anak adalah orang tuanya. Karena itu, pastikan untuk selalu menjadi role model yang baik agar anak bisa selalu bejalar hal positif dari sosok orang tuanya.

Jangan sungkan untuk memberikan edukasi HIV AIDS pada anak sejak dini. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, itu berarti Anda telah berupaya melindungi si Kecil dari risiko penyakit tersebut di kemudian hari.

JIka Anda terkendala dalam memberikan edukasi tentang HIV AIDS kepada anak, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar