Sukses

Inilah Pentingnya Edukasi HIV/AIDS pada Anak

Orang tua wajib memberikan edukasi HIV/AIDS pada anak. Tujuannya agar si Kecil lebih mengerti cara menyikapi penyakit tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang mungkin akan langsung mengernyitkan alis dan dahi saat mendengar kata HIV/AIDS. Penyakit ini memang telah lama dianggap sebagai stigma lantaran tidak dapat disembuhkan, bersifat menular dan bisa menyebabkan kematian.

Memang, setiap orang memiliki hak untuk beranggapan terhadap suatu hal. Namun, menganggap hal yang berkaitan dengan HIV/AIDS dan penderitanya (ODHA) adalah sesuatu yang harus sepenuhnya dihindari bukanlah tindakan yang bijak. 

Bidang medis bahkan menganjurkan Anda untuk lebih mengenal HIV/AIDS, agar nantinya bisa memberikan edukasi tentang penyakit tersebut pada anak. Hal ini bertujuan agar anak sepenuhnya terhindar dari risiko terjangkit HIV/AIDS di kemudian hari.

Sekilas tentang HIV/AIDS 

Berdasarkan data dari UNAIDS (United Nations Programme on HIV and AIDS), pengidap HIV dan AIDS di seluruh dunia mencapai angka 36,9 juta jiwa. Dari keseluruhan total penderita, 1,8 juta di antaranya berusia 15 tahun.Indonesia sendiri menempati urutan ketiga sebagai negara dengan pengidap HIV/AIDS paling banyak.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Atas dasar itu, penyakit ini bisa membuat pengidapnya sangat rentan untuk terjangkit penyakit infeksi lanjutan (sekunder).

Di sisi lain, Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul akibat terganggunya sistem kekebalan tubuh oleh serangan HIV. Terjadinya AIDS adalah tanda bahwa HIV yang dialami oleh pengidap sudah mencapai tahap yang parah.

1 dari 2 halaman

Edukasi HIV/AIDS pada anak

Berdasarkan Permenkes RI Nomor 21 Tahun 2013 yang mengatur mengenai penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, promosi kesehatan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan yang benar dan komprehensif mengenai pencegahan penularan HIV dan menghilangkan stigma serta diskriminasi. Oleh karena itu, edukasi HIV/AIDS pada anak sebaiknya diberikan sedini mungkin.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan edukasi HIV/AIDS pada anak: 

  1. Pengetahuan dasar tentang HIV/AIDS 

Tindakan ini dapat dilakukan dengan membawa anak ke perpustakaan dan membaca buku mengenai HIV/AIDS bersama-sama. Jangan lupa untuk memberitahukan tentang penyakit tersebut dari dasarnya, dengan perumpamaan yang jelas dan mudah dimengerti.

Selain itu, Anda juga bisa juga bisa menyertakan anak pada kelas khusus tentang penyakit HIV/AIDS. Ini agar segala pengetahuan mengenai penyakit tersebut dapat tepat sasaran. 

  1. Cara mencegah HIV/AIDS

HIV/AIDS tidak menular begitu saja. Meski demikian, Anda tetap perlu mengajarkan anak cara mencegah terjadinya penyakit tersebut di kemudian hari.

  • Tidak melakukan hubungan seksual berisiko atau di luar nikah.
  • Setia dengan pasangan.
  • Menggunakan kondom secara konsisten. 
  • Menghindari penyalahgunaan obat atau zat adiktif terlarang.

Selain itu, Anda juga perlu memberikan edukasi tentang cara mengobati infeksi menular seksual (IMS) sejak usia dini.

  1. Pendidikan seksual sejak dini 

Memberikan informasi terkait perkara seksual sejak dini, bukanlah sebuah hal tabu. Justru, edukasi seks yang diberikan dengan tepat dan sesuai dengan tahapan usia anak dapat membantu menjaga kesehatan organ reproduksinya untuk kini dan nanti.

  1. Bahaya obat terlarang dan alkohol

Tekankan pada anak bahwa obat-obatan terlarang dan alkohol sama sekali tidak memberikan manfaat bagi kesehatan. Malahan, keduanya bisa mengancam keselamatan apabila digunakan sembarangan.

Tekankan pula pada anak bahwa obat terlarang dan alkohol bisa menjadi ‘pintu masuk’ penularan penyakit HIV.

  1. Gaya hidup bersih dan sehat

Ajak anak untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini. Ini agar kebiasaan baik ini bisa terbawa hingga dewasa nanti. 

Aktivitas mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara berkala, mandi dua kali sehari menggunakan sabun, pola makan teratur dengan menu yang sehat. Ini adalah beberapa contoh gaya hidup yang perlu dilakukan.

Tidak perlu merasa malu atau terhalang tabu untuk memberikan edukasi HIV/AIDS pada anak. Dengan bahasa yang tepat dan sesuai dengan usia si Kecil, edukasi tersebut justru akan membantu anak menjaga kesehatan organ reproduksi dan tubuhnya secara keseluruhan hingga dewasa nanti. 

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar