Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus Bergantung pada Penerimaan Orang Tua

Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus Bergantung pada Penerimaan Orang Tua

Merupakan sebuah tantangan dan butuh upaya ekstra, faktanya, tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus bergantung pada penerimaan orang tua.

Klikdokter.com, Jakarta Kali pertama mendengar diagnosis anak memiliki kebutuhan khusus, reaksi awal orang tua biasanya sedih, syok, kecewa, marah, merasa bersalah, atau menyangkalnya. Merupakan sebuah tantangan tersendiri dan butuh upaya ekstra. Faktanya, ketahuilah bahwa tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus bergantung pada penerimaan orang tua.

Anak berkebutuhan khusus (children with special needs) dimaknai sebagai anak yang mengalami kelainan atau gangguan fisik (fisik, mental-intelektual, sosial, dan emosional) dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, karena orang tua mesti berjuang lebih keras dalam mendidik dan memenuhi kebutuhan anaknya.

Sebelum sampai ke situ, langkah terpenting pertama adalah kesediaan orang tua dalam menerima kondisi anak, lalu berkomitmen untuk membesarkan sang anak agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Jangan langsung memvonis anak tak mampu dalam melakukan sesuatu karena ia berkebutuhan khusus, sehingga membiarkan dan memaklumi segala hal yang dilakukannya. Anak berkebutuhan khusus juga bisa diarahkan dan dididik demi mencapai potensi diri maksimalnya.

Dengan menerima anak dengan segala keterbatasannya, orang tua bisa mengajarkan disiplin, memberi batasan, berkomunikasi, dan mengajarkan hal-hal yang benar dan salah.

Terima kenyataan bahwa anak memiliki kebutuhan khusus

Butuh waktu bagi orang tua untuk bisa sampai pada tahapan penerimaan. Ketika sudah sampai pada tahapan penerimaan pun, bisa jadi mengalami kemunduran ke tahap yang lebih rendah, meningkat lagi, turun lagi, dan seterusnya.

Namun, mengingat tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus bergantung pada penerimaan orang tua, berikut ini adalah beberapa hal yang harus orang tua lakukan.

  1. Pelajari kondisi anak

Untuk memahami perilaku anak, Anda harus memahami penyebab dan kelainan yang dimiliki anak. Diskusikan dengan para ahli dan dokter untuk mengetahui kekurangan dan faktor apa saja yang memengaruhi perkembangan anak. Jangan sungkan untuk bertanya.

Selain itu, Anda juga bisa berdiskusi atau bergabung dengan grup orang tua lain yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus. Dari situ, Anda bisa tahu sifat khas anak di usia tertentu seperti apa.

Bila sudah paham, Anda dapat menetapkan ekspektasi yang masuk akal mengenai perkembangan anak.

  1. Percaya pada anak

Bila anak lebih sering terjatuh dan lebih lama berusaha untuk belajar berdiri, semangati terus agar ia terus mencoba. Jangan langsung memberikannya kursi roda karena menganggap anak tak akan bisa berjalan. Saat Anda percaya bahwa anak mampu dan ia bisa merasakannya, itu dapat menguatkan tekad anak.

Sama halnya dengan mengatur perilaku anak. Sebagai contoh, bila anak terlalu agresif saat bermain dengan anak-anak lain, jangan lantas melarangnya bermain dengan anak lain. Anda bisa membentuk jenis permainan yang lebih sedikit melibatkan kontak fisik, misalnya membuat prakarya. Anda bisa mengajarinya cara berbagi, menunggu giliran, dan instruksi “jangan sentuh”. Berikan ia hadiah bila ekspektasi Anda terpenuhi.

  1. Percaya diri pada kemampuan Anda

Mendidik anak dengan berkebutuhan khusus bisa sangat melelahkan, menguras tenaga, pikiran, bahkan keuangan. Akan datang hari ketika Anda akan merasa sangat bangga dengan perkembangan anak atau sebaliknya, Anda justru merasa seluruh kerja keras selama ini tidak ada hasilnya. 

Namun ketahuilah, mendidik anak adalah suatu tantangan untuk semua orang tua, termasuk orang tua dengan anak dengan kondisi normal. Maka, jangan pernah menyerah dan putus asa!

  1. Berprasangka baik terhadap anak

Pada anak yang berkebutuhan khusus, sering kali perilakunya cenderung melawan, membangkang, atau marah-marah di tempat umum. Namun, itu merupakan bagian dari keterbatasannya. Orang tua harus selalu berprasangka baik bahwa anak hanya ingin melakukan yang terbaik tanpa bermaksud buruk.

  1. Kenali bakat dan kelebihannya

Perhatikan minat dan bakat anak. Meskipun berkebutuhan khusus, sama seperti anak lainnya, anak bisa menunjukkan bakatnya sejak usia dini. Maka, sudah jadi tugas orang tua untuk menyadari kelebihan anak dan memfasilitasinya untuk mengembangkan bakat tersebut. 

Ingat, anak berkebutuhan khusus juga bisa berprestasi, bahkan mungkin melampaui anak-anak lain pada umumnya.

Apa pun yang Anda lakukan, jangan menyerah saat mengalami masa-masa sulit. Perilaku buruk yang dibiarkan pada usia dini dapat menjadi semakin parah saat anak beranjak remaja dan dewasa. Bersabarlah dan luangkan waktu untuk membantu anak mencapai potensi terbaiknya. Terkadang, hanya rasa percaya diri Anda terhadap kemampuan anak yang ia butuhkan untuk berhasil.

Faktanya, orang tua adalah bagian terpenting dalam kehidupan anak berkebutuhan khusus. Tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus bergantung pada penerimaan orang tua. Orang tua diharapkan untuk terus mempelajari kondisi anak, mempercayainya, berprasangka baik terhadapnya, mengenali bakat dan kelebihannya, serta yakin dengan kemampuan Anda sebagai orang tua demi kemajuan tumbuh kembang dan potensi bakat anak yang maksimal.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar