Sukses

Pertolongan Pertama Atasi Mual dan Muntah

Mual maupun muntah seringkali datang tak terduga. Kapan dan bagaimana Anda harus melakukan pertolongan pertama untuk atasi mual dan muntah? Simak ulasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tak jarang, masih banyak orang yang kurang mengetahui atau lupa akan cara-cara untuk atasi mual dan muntah. Mual merupakan rasa tidak nyaman dari perut yang seringkali mengawali terjadinya  muntah. Sedangkan muntah merupakan suatu pengosongan perut secara sukarela dan penuh kekuatan dari isi perut lewat mulut. 

Mual dan muntah bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari berbagai macam kondisi, seperti:

  1. Mabuk darat maupun laut.
  2. Tanda dari trimester awal suatu kehamilan, di mana terdapat mual pada 50%-90% kasus kehamilan, dan muntah pada 25%-55% kasus kehamilan.  
  3. Muntah yang diakibatkan oleh efek samping obat tertentu.
  4. Nyeri yang hebat.
  5. Penyakit pada kandung empedu.
  6. Keracunan makanan.
  7. Infeksi, seperti “flu perut”.
  8. Reaksi terhadap beberapa bau tertentu.

Bahkan, mual dan muntah dapat terjadi akibat beberapa kondisi penyakit seperti serangan jantung, cedera otak ringan hingga berat, luka pada lambung, kanker, bulimia, gastroparesis atau pengosongan lambung yang terjadi secara lambat, akibat konsumsi toksin atau alkohol secara berlebihan, serta radang usus buntu. 

Cara atasi mual dan muntah

Jika Anda ingin mengetahui cara mudah untuk mengatasi mual dan muntah, simak cara-cara berikut ini.

  1. Pertolongan saat merasa mual

  • Cobalah minum air putih, minuman yang mengandung elektrolit, atau minuman bening lainnya seperti air kelapa, sedikit demi sedikit.
  • Jika penderita tidak muntah kembali, berikan makanan ringan yang tidak memiliki banyak rasa seperti roti tawar dan biskuit.
  1. Pertolongan saat muntah

  • Sama seperti ketika mual,  konsumsi air putih, minuman yang mengandung elektrolit, atau minuman bening lainnya seperti air kelapa. Sebaiknya saat muntah, Anda harus minum sedikit demi sedikit.
  • Hindari memberikan makanan padat hingga muntah berhenti total.
  • Ketika penderita sudah dapat mencerna makanan, berikan sedikit demi sedikit asupan yang terdiri dari pisang, nasi, dan roti tawar.
1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Pertolongan darurat oleh tenaga medis

Dalam beberapa kasus, mual dan muntah menjadi hal yang serius dan perlu ditangani oleh dokter dan bantuan medis jika terdapat beberapa keluhan lainnya. Dijelaskan di WebMD, berikut beberapa gejala yang perlu diketahui.

  • Nyeri pada perut bagian tengah maupun kanan bawah.
  • Nyeri kepala atau leher yang terasa tegang disertai sensitivitas berlebih terhadap cahaya terang.
  • Memuntahkan darah atau buang air besar berwarna hitam.
  • Penderita merasa kebingungan atau tampak adanya penurunan kesadaran.
  • Memuntahkan cairan maupun makanan padat selama lebih dari 24 jam.
  • Terdapat demam yang disertai dengan nyeri perut.
  • Terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, warna air seni semakin gelap, rasa lelah berlebihan, rasa haus menghilang, air mata habis dan tidak dapat keluar kembali saat menangis terutama pada anak).
  • Tidak dapat meminum obat yang biasa diminum karena apapun yang diusahakan untuk dicerna akan dimuntahkan kembali.
  • Mual maupun muntah terjadi akibat operasi dan atau obat-obatan penunjangnya, obat anti kanker, mabuk darat, kehamilan, maupun vertigo.

Penderita akan melakukan beberapa macam tes seperti pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit, maupun pemeriksaan penunjang (seperti rontgen, CT scan, atau MRI) untuk menentukan penyebab dari mual dan muntah. Tergantung dari sebabnya pula, pengobatan dapat meliputi cairan infus serta obat-obatan.

Kini, Anda tahu cara tepat untuk atasi mual dan muntah. Bila mual telah teratasi, mulailah mengonsumsi makanan dengan rasa tawar untuk membiasakan kembali saluran pencernaan dengan makanan. Bila mual atau muntah disertai beberapa komplikasi seperti yang disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar