Sukses

Mual dan Muntah Hebat? Waspada Glaukoma!

Mual dan muntah selalu dianggap sebagai gangguan saluran pencernaan. Padahal, keluhan itu juga bisa menjadi gejala glaukoma, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Ketika mual dan muntah, Anda mungkin langsung berpikir bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh gangguan saluran pencernaan. Anggapan tersebut memang tidak salah. Namun, Anda perlu tahu bahwa mual dan muntah juga bisa disebabkan oleh hal selain gangguan saluran cerna. Apa itu? Glaukoma!

Glaukoma adalah suatu kumpulan gejala pada mata, yang menimbulkan kerusakan pada saraf mata nervus optikus. Kerusakan saraf umumnya disebabkan oleh peningkatan tekanan bola mata. 

Glaukoma dapat dijumpai pada berbagai kelompok usia, namun lebih sering pada lansia di atas 60 tahun. Risiko terkena penyakit ini akan meningkat pada orang yang memiliki riwayat anggota keluarga, seperti orang tua yang memiliki riwayat glaukoma sebelumnya.

Glaukoma menyebabkan mual dan muntah

Secara garis besar, glaukoma dapat dikategorikan menjadi dua kelompok: glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup. Galukoma sudut tertutup adalah yang paling sering menimbulkan gejala secara akut atau dalam jangka waktu cepat.

Pada glaukoma sudut tertutup, terjadi peningkatan tekanan dalam bola mata sehingga dapat menyebabkan gejala berupa:

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada mata
  • Mual dan muntah
  • Penglihatan buram
  • Melihat lingkaran (halo) di sekitar cahaya
  • Mata merah

Ketika serangan glaukoma terjadi secara mendadak, hal yang paling sering jadi penyebabnya adalah sudut bilik mata depan tertutup. Sehingga, cairan di dalam bola mata tidak dapat mengalir dengan baik untuk keluar dari mata. 

Jika terjadi secara terus menerus, hal tersebut bisa meningkatkan tekanan pada bola mata. Alhasil, terjadinya sakit kepala dan nyeri pada mata tidak bisa dihindari lagi. Nyeri yang dirasakan dapat sangat hebat, bahkan hingga memicu mual dan muntah.

Parahnya, saat mengalami serangan glaukoma mendadak yang disertai mual dan muntah, tekanan bola mata bisa lebih hebat. Hal ini membuat mata lebih tertekan, sehingga fungsinya bisa terancam.

1 dari 2 halaman

Komplikasi akibat glaukoma

Jika tidak terdeteksi dengan cepat atau tidak ditangani dengan baik, glaukoma dapat semakin parah dan menimbulkan berbagai komplikasi berupa gangguan fungsi penglihatan hingga kebutaan. Berdasarkan data yang ada, satu dari sepuluh kasus kebutaan di dunia disebabkan oleh glaukoma. 

Mengapa glaukoma bisa sebabkan kebutaan? Ketika terdapat gangguan pada saraf mata, masalah pada lapang pandang akan muncul. Jika terus terjadi tanpa diobati dengan cepat atau tepat, luas lapang pandang akan semakin sempit sehingga penderita seperti melihat menggunakan teropong atau sedotan. Pada kasus lebih lanjut, kebutaan bisa saja terjadi.

Oleh karena itu, sebelum glaukoma benar-benar terjadi, Anda dianjurkan untuk melakukan screening mata secara berkala. Dengan ini, gangguan yang terjadi pada seluruh bagian mata bisa dideteksi dini dan diberikan pengobatan sebelum terlanjur berubah menjadi komplikasi.

Screening glaukoma sangat penting untuk kelompok usia di atas 20 tahun. Pemeriksaan mata secara berkala setelahnya juga sangat dianjurkan guna mengoptimalkan tindakan pencegahan dan deteksi dini glaukoma, apalagi bila Anda lahir dengan keluarga yang punya riwayat penyakit tersebut.

Selalu waspada, jangan anggap sepele setiap perubahan yang terjadi di tubuh. Mual dan muntah tidak melulu disebabkan oleh masalah lambung atau gangguan saluran cerna lainnya. Keluhan tersebut juga bisa menandakan adanya penyakit glaukoma pada diri Anda. Jangan tunda hingga parah, segera periksakan diri ke dokter sebelum kebutaan terjadi.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar