Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengalami Plasenta Previa, Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil?

Mengalami Plasenta Previa, Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil?

Anda ibu hamil yang didiagnosis dokter mengalami plasenta previa? Jangan kadung bingung, lakukan hal-hal di bawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Pendarahan selama kehamilan adalah salah satu situasi yang sangat dihindari para wanita. Kondisi ini sebenarnya bisa disebabkan banyak hal, bergantung pada usia kehamilan dan kesehatan sang ibu hamil. Akan tetapi, pada trisemester ketiga kehamilan, pendarahan umumnya disebabkan oleh plasenta previa.

Plasenta previa, saat ari-ari menempel di posisi salah

Selama kehamilan, plasenta atau oleh orang awam disebut ari-ari, menempel pada dinding rahim ibu. Akan tetapi pada kondisi tertentu, plasenta tersebut dapat menempel pada posisi yang tidak semestinya. 

Salah satunya, plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh leher rahim yang merupakan bagian dari jalan lahir. Dalam medis, keadaan itu disebut dengan plasenta previa. 

Plasenta previa merupakan salah satu komplikasi yang kerap terjadi pada kehamilan. Di Indonesia kejadian plasenta previa berkisar antara 2,4 - 3,65% dari seluruh kehamilan. Kondisi plasenta yang tidak menempel pada posisi yang tepat berisiko menimbulkan perdarahan yang hebat di saat sebelum atau selama proses persalinan berlangsung.

Adapun beberapa tanda dan gejala dari plasenta previa yang dapat terjadi di antaranya adalah:

  • Perdarahan tanpa sebab dan tanpa rasa nyeri
  • Perdarahan terjadi secara tiba-tiba pada trimester ketiga
  • Perdarahan dapat terjadi berulang-ulang
  • Darah yang keluar biasanya berwarna merah segar 
  • Pada saat perdarahan, rahim tidak berkontraksi

Plasenta previa dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa pada ibu hamil.

  • Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya 

Pada operasi dilakukan sayatan pada dinding uterus, sayatan inilah yang dapat mengakibatkan parut di dalam rahim dan berkurangnya vaskularisasi. Hal ini menyebabkan atau meningkatkan kejadian plasenta previa.

  • Riwayat plasenta previa pada kehamilan sebelumnya

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, bahwa ibu yang memiliki riwayat plasenta previa memiliki risiko 12 kali lebih besar untuk mengalaminya kembali. Hal ini disebabkan oleh jaringan endometrium sejak kehamilan sebelumnya sudah tidak baik.

  • Kehamilan kembar atau lebih

Kehamilan ganda atau kembar, di mana terdapat dua janin dan dua plasenta atau lebih, membuat salah satu plasenta berimplantasi atau menempati tempat yang kurang tepat, yaitu di segmen bawah rahim. Akibatnya, plasenta akan menutupi jalan lahir.

  • Hamil pada usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun 

Umur reproduksi yang optimal dan aman bagi seorang Ibu adalah antara 20-35 tahun. Di bawah atau di atas usia tersebut akan meningkatkan risiko pada kehamilan dan persalinannya, termasuk risiko plasenta previa.

  • Pernah menjalani operasi pada rahim atau kuret

Kuret atau kuretage merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim. Pada berbagai penelitian dilaporkan bahwa ibu yang telah menjalani kuret sebelumnya berisiko mengalami plasenta previa.

Terdapat beberapa pilihan terapi yang dilakukan pada plasenta previa, khususnya untuk mengatasi perdarahan yang terjadi. Penanganan perdarahan tergantung dari beberapa faktor, di antaranya volume perdarahan, usia kehamilan, kondisi kesehatan ibu, dan kondisi kesehatan janin, dan posisi plasenta di dalam rahim.

Didiagnosis plasenta previa, harus apa?

Anda didiagnosis mengalami plasenta previa oleh dokter? Nah, beberapa upaya di bawah ini dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Jangan panik, usahakan selalu berpikiran positif. Pikirkan rencana terbaik untuk kesehatan Anda dan janin di dalam kandungan.
  • Ibu hamil dengan plasenta previa dianjurkan melakukan pemeriksaan kehamilan lebih sering. Pastikan Anda kontrol sesuai dengan anjuran dokter.
  • Kenali plasenta previa lebih jauh seperti gejala dan tandanya, serta penanganan awalnya ketika terjadi perdarahan. Jangan ragu untuk menanyakan lebih detail kepada dokter yang merawat Anda.
  • Persiapkan diri bahwa kemungkinan Anda akan melewati persalinan menggunakan metode operasi caesar akan lebih besar.
  • Pertimbangkan rumah sakit yang akan Anda tuju jika ada kondisi darurat. Perdarahan yang terjadi pada plasenta previa berpotensi membahayakan nyawa.
  • Hindari aktivitas yang melelahkan. Mungkin Anda akan dianjurkan untuk lebih banyak istirahat di tempat tidur.
  • Hindari berhubungan seksual, kecuali memang diperbolehkan oleh dokter yang memeriksa Anda.

Dengan angka kejadian yang cukup tinggi dan kemungkinan masalah yang ditimbulkan, sangat baik apabila Anda tahu apa yang harus dilakukan saat alami plasenta previa. Jangan ragu konsultasikan lebih lanjut kondisi Anda dengan dokter sehingga dapat mendapatkan penanganan yang tepat.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar