Sukses

Benarkah Mandi Malam Bikin Rematik? Ini Faktanya

Salah satu faktor yang diyakini menjadi penyebab rematik adalah mandi malam. Benarkah mandi malam hari menyebabkan rematik?

Anda pernah mendengar kalimat, “Jangan mandi malam-malam, nanti bisa kena rematik!”. Larangan tersebut kerap kali diucapkan ketika Anda hendak mandi di malam hari. Namun, benarkah mandi malam bikin rematik seperti anggapan selama ini? Ataukah itu hanya mitos belaka?

Kondisi tersebut biasanya dialami oleh para pekerja kantoran. Tuntutan pekerjaan, yakni pergi pagi-pulang malam sering kali memaksa mereka tiba di rumah pada malam hari.

Namun, agar badan bersih, segar, dan nyaman saat beristirahat malam, rutinitas mandi sebelum tidur tetap ingin dijalankan.

Akan tetapi, adanya informasi bahwa mandi malam merupakan salah satu penyebab rematik, membuat banyak orang akhirnya memilih melewatkan aktivitas tersebut.

Artikel lainnya: Ngilu di Sendi Kambuh? Konsumsi Makanan Ini untuk Redakan Rematik

1 dari 3 halaman

Kenali Penyebab Rematik

Sebelum menjawab apakah mandi malam bikin rematik, Anda harus tahu dulu mengenai penyakit ini. Dalam istilah medis, rematik disebut dengan rheumatoid arthritis (RA).

Gangguan kesehatan ini masuk ke dalam kelompok penyakit autoimun. Ini kondisi di mana sel-sel pertahanan tubuh menyerang organ tubuh. Dalam kasus rematik, bagian yang lebih banyak diserang adalah persendian.

Sejauh ini, penyebab rematik masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, penyakit autoimun ini lebih banyak menyerang wanita dan pada rentang usia 20-40 tahun. Semakin bertambah usia, risiko munculnya rematik pun ikut meningkat.

Hal ini disebabkan oleh cairan pelumas sendi mulai berkurang produksinya sehingga mudah timbul peradangan sendi.

Meski demikian, ada pula jenis rematik yang dapat terjadi di usia anak atau remaja. Salah satunya adalah juvenile rheumatoid arthritis yang banyak terjadi pada anak.

Lantas, bagaimana dengan gejala rematik? Beberapa gejala yang dapat dialami oleh pasien rheumatoid arthritis adalah bengkak, nyeri, dan kemerahan pada sendi.

Pada awalnya, nyeri sendi karena rematik mungkin tidak terlalu mengganggu. Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit tersebut dapat berkembang dan nyeri di persendian akan terasa semakin berat. Peradangan yang terjadi di sendi pun akan terasa semakin hebat.

Selain itu, karena penyakit rematik termasuk ke dalam penyakit autoimun, organ tubuh lain pun dapat mengalami gangguan. Misalnya saja, kulit, mata, jantung, dan juga ginjal.

Artikel lainnya: Mitos Penyakit Rematik yang Harus Anda Tahu

2 dari 3 halaman

Mandi Malam Bikin Rematik, Mitos atau Fakta?

Lantas, apakah mandi malam hari menyebabkan rematik? Hal tersebut ternyata tidak benar alias mitos belaka.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit rematik termasuk ke dalam penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh itu sendiri.

Pada kasus rematik, bagian tubuh yang terkena adalah persendian. Karena itulah, mandi malam bukanlah penyebab tunggal dari rematik.

Akan tetapi, bukan berarti para penderita rematik bisa sering mandi malam, ya! Hal ini karena ada bahaya mandi malam hari bagi penderita rematik, yakni dapat memperparah keluhan nyeri sendi.

Mengapa demikian? Rasa dingin yang muncul karena mandi saat malam hari akan membuat nyeri sendi semakin parah.

Karena itu, sebaiknya mandi malam tetap dihindari terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit rematik. Apabila, Anda tetap ingin mandi malam, gunakanlah air hangat agar nyeri sendi tidak kambuh.

Dengan demikian, larangan mandi malam bikin rematik hanyalah mitos saja. Akan tetapi, apabila Anda penderita rematik, sebisa mungkin hindarilah kebiasaan mandi malam hari.

Kalaupun terpaksa mandi, pilih air hangat untuk menghindari kekambuhan nyeri sendi. Anda masih punya pertanyaan seputar rematik atau penyakit autoimun lainnya? Jangan ragu untuk tanyakan langsung kepada dokter kami via aplikasi KlikDokter!

(HNS/AYU)

3 Komentar