Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bayi Tidak Kunjung Keluar Meski Sudah Pembukaan, Apa yang salah?

Bayi Tidak Kunjung Keluar Meski Sudah Pembukaan, Apa yang salah?

Pembukaan merupakan salah satu tanda bayi Anda akan keluar dari perut. Tapi jika bayi tidak kunjung keluar dan bertahan dalam rahim, apa yang salah?

Klikdokter.com, Jakarta Menunggu kelahiran bayi memang menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang tua. Pembukaan merupakan salah satu tanda yang menunjukkan bayi akan segera lahir. Namun, bagaimana jadinya jika pembukaan yang Anda alami sudah lengkap, tapi bayi tidak kunjung keluar?

Pembukaan sendiri adalah sebuah proses terjadinya pembukaan di leher rahim (serviks) yang dihitung per sentimeter sebagai jalur lahir bagi bayi saat persalinan. Umumnya, pembukaan ini akan dialami oleh ibu yang sudah dipastikan oleh dokter akan melahirkan secara normal. Pembukaan ini juga yang menjadi patokan dokter untuk melacak waktu lahir Anda. 

Umumnya, setiap ibu hamil yang akan menjalankan proses persalinan normal, akan mengalami pembukaan dari 1-10. Namun, jangka waktu terbukanya serviks hingga tibanya waktu persalinan bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil. 

Tidak kunjung lahir meski sudah pembukaan 10

Dari KlikDokter, dr. Dejandra Resnaya menjelaskan proses pembukaan dan persalinan dapat berlangsung sangat lama hingga berjam-jam. Bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan, durasi persalinan biasanya di bawah 20 jam. Tapi jika proses persalinan lebih dari 20 jam, maka kondisi ini bisa membahayakan kondisi ibu maupun janin. 

“Normalnya, bayi akan keluar dari rahim ibu ketika masuk pembukaan 10. Namun,i tidak menutup kemungkinan juga, bayi akan tinggal lebih lama bahkan tidak kunjung keluar meski pembukaan sudah lengkap. Bukan tanpa alasan, tapi ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini, ” ujar dr. Dejandra.

Lantas, apa saja penyebab bayi tidak kunjung keluar meski sudah masuk pembukaan 10? 

Kontraksi yang dialami ibu kurang kuat 

Kontraksi yang dialami oleh ibu hamil akan terasa semakin kuat menjelang waktu lahir. Bahkan, kontraksi bisa terjadi sebanyak sekali dalam kurun waktu 2 sampai 3 menit. Namun, jika kontraksi yang dirasakan ibu justru semakin berkurang dan melemah, hal ini bisa menyebabkan bayi jadi sulit untuk keluar dari rahim. 

“Jika hal ini sampai terjadi, biasanya dokter akan mengecek terlebih dahulu seberapa kuat kontraksi yang ibu alami. Kontraksi dikatakan kuat jika dokter menemukan adanya otot yang tegang pada perut. Bila otot di sekitar perut justru melemah dan tidak tegang, maka dokter bisa menyuntikan obat perangsang agar perut ibu bisa berkontraksi dan bayi pun bisa lahir dengan sehat,” ujar dr. Dejandra. 

Panggul ibu yang terlalu kecil 

Selain lemahnya kontraksi pada ibu, panggul ibu yang terlalu kecil juga bisa menyebabkan bayi tidak kunjung lahir meski sudah pembukaan 10. Walau kasus ini jarang sekali terjadi, tapi apabila Anda mengalami hal ini, maka  dokter akan melakukan tindakan lanjut berupa operasi caesar guna mengeluarkan janin dengan segera.

Ibu mengalami plasenta previa

Plasenta previa merupakan sebuah kondisi di mana terjadinya kelainan letak plasenta yang ditandai dengan plasenta melekat di bagian bawah rahim. Jika hal ini sampai terjadi, maka kondisi ini bisa menutup jalan lahir dan buat bayi jadi tidak bisa keluar meski sudah masuk dalam pembukaan 10. 

“Plasenta merupakan organ yang terbentuk selama masa kehamilan. Organ ini terhubung dengan janin melalui tali pusat dan bertugas untuk memberi nutrisi pada janin. Dalam keadaan normal, seharusnya plasenta terletak di rahim bagian depan atau atas, ” kata dr. Dejandra.

Ibu alami kondisi gawat janin 

Gawat janin merupakan kondisi kekurangan oksigen atau kekurangan asupan nutrisi di dalam kandungan. Dalam dunia medis sendiri, kondisi ini juga bisa disebut dengan fetal distress

Menurut dr. Dejandra, kondisi ini bisa terjadi sebelum dan menjelang persalinan. Dan bila ibu diketahui mengalami gawat janin, maka dokter akan segera memberikan penanganan berupa operasi caesar untuk mengeluarkan janin. Karena jika tidak segera dilakukan tindakan, maka hal ini akan sangat berbahaya untuk janin. 

Nah, itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi tidak kunjung keluar meski sudah masuk dalam pembukaan 10. Rutin mengecek kesehatan kandungan bisa mencegah Anda dari kondisi di atas. Tetap semangat dan jangan pantang menyerah ya! 

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar