Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ingin Cepat Sembuh, Jangan Membohongi Dokter tentang 7 Hal Ini

Ingin Cepat Sembuh, Jangan Membohongi Dokter tentang 7 Hal Ini

Riwayat kesehatan sangat penting dalam penanganan penyakit. Bila ingin cepat sembuh, jangan membohongi dokter tentang hal-hal ini, ya!

Klikdokter.com, Jakarta Saat sedang periksa ke dokter, pasien kerap menutup-nutupi atau membohongi dokter tentang riwayat penyakit atau hal-hal lainnya dengan alasan malu. Padahal, itu bisa memengaruhi diagnosis penyakit beserta pengobatannya.

Setiap orang yang ingin ke dokter pasti berharap sembuh setelahnya. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah jika ingin pengobatan tepat sasaran dan proses penyembuhan berlangsung cepat. Sayangnya, ini sering terhambat karena pasien kurang jujur kepada dokter.

Beberapa kondisi yang sering kali disembunyikan saat pemeriksaan dengan dokter meliputi:

1. Apa yang dikonsumsi 

Memang, dokter tetap bisa mendiagnosis penyebab infeksi saluran pencernaan dengan tes laboratorium dan pemeriksaan fisik lainnya. Kendati demikian, jika Anda tak jujur kepada dokter soal makanan apa yang sering dikonsumsi atau terakhir dikonsumsi, Anda jadi tidak tahu apa yang sebaiknya dihindari agar kondisi ini tidak terjadi lagi.

2. Riwayat operasi 

Dari prosedur minor hingga operasi besar, ahli bedah plastik Manhattan, David Shafer, MD, mengatakan, jujur ​​tentang riwayat operasi akan membantu meringankan komplikasi di masa mendatang.

Setiap ahli bedah membutuhkan informasi terkait latar belakang untuk meminimalkan risiko jaringan parut dan reaksi lainnya.

“Saya tidak ingin pasien saya mengatakan bahwa mereka tidak pernah menjalani operasi, padahal memiliki sayatan facelift yang jelas,” katanya seperti dikutip di The Healthy.

3. Rutinitas minum obat 

Biasanya, saat seseorang mengalami sakit yang cukup parah, pemeriksaan tak cuma dilakukan sekali. Tiga sampai lima hari kemudian, pasti dokter menyuruh Anda untuk kembali lagi dan menanyakan kondisi kesehatan Anda.

Apabila Anda tidak jujur dengan dokter mengenai obat yang diberikan, apakah benar-benar diminum atau tidak, atau apakah ada efek samping yang ditimbulkan atau tidak, dokter tidak bisa mengetahui efektivitas pengobatan.

Ujung-ujungnya, Anda yang bisa merugi karena waktu penyembuhan jadi lebih lama dan berisiko mengalami resistansi obat.

4. Kondisi mental 

Di balik tubuh sehat, biasanya ada mental yang sehat pula. Ketika Anda terus-terusan merasa sakit, sementara pengobatan fisik tak membuahkan hasil yang signifikan dan hasil pemeriksaan oleh dokter tidak menunjukkan penyakit, bisa jadi yang bermasalah adalah psikis atau mental Anda.

Jadi, cobalah jujur dengan kondisi pikiran dan mental yang sedang dialami kepada dokter. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, psikolog dari KlikDokter, ada kemungkinan Anda akan dirujuk ke psikolog atau psikiater.

“Obat-obatan yang diberikan dokter hanya untuk meredakan gejalanya saja, sedangkan akar permasalahan belum teratasi. Karena itulah, psikosomatis harus mendapatkan bantuan dari psikolog atau psikiater. Percuma saja jika hanya pengobatan fisik yang diberikan, sedangkan yang sakit adalah mentalnya,” jelas Ikhsan.

5. Aktivitas seksual 

Bila dokter menanyakan hal ini, mereka bukannya ingin menghakimi, melainkan sebagai upaya untuk mencari tahu penyebab gangguan kesehatan, misalnya infeksi reproduksi, yang Anda alami.

Sederhananya, pengobatan mesti sesuai dengan penyebabnya. Jika tidak jujur dengan aktivitas seks, dokter akan kesulitan menemukan penyebabnya, bahkan bukan tak mungkin bisa terjadi kesalahan diagnosis. Otomatis, pengobatan jadi tak tepat sasaran.

6. Riwayat aborsi 

Jika merencanakan program hamil, spesialis reproduksi Jane Frederick, MD, mengatakan, dokter perlu mengetahui riwayat medis lengkap, termasuk soal aborsi.

“Mungkin ada jaringan parut dan kerusakan rahim. Dokter ingin memastikan bahwa pasien memiliki rongga rahim yang baik sebelum, misalnya, menanamkan embrio selama proses IVF,” ujar Jane.

"Pengetahuan tentang aborsi akan membantu mengevaluasi rahim dengan benar, sekaligus menawarkan protokol pengobatan yang tepat dan mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan rahim siap untuk implantasi,” lanjutnya.

7. Kebiasaan merokok 

Setiap dokter, mulai dari ahli jantung hingga dokter kulit, akan menanyakan hal ini sebelum menegakkan diagnosis dan memberikan rekomendasi pengobatan. Kalau memang Anda perokok, ya, katakan dengan jujur.

Pasalnya, nikotin sangat bisa merugikan proses penyembuhan dan banyak ahli bedah yang tidak akan melakukan operasi tertentu akibat hal tersebut. Karena, sayatan dapat merusak serta menyebabkan jaringan parut. Proses penyembuhan pada para perokok juga terbilang lebih lama.

Itulah mengapa Anda sebaiknya tidak membohongi dokter tentang hal-hal yang tadi dijelaskan. Sama seperti psikolog atau psikiater, dokter juga memiliki kode etik menjaga kerahasiaan riwayat dan kondisi kesehatan pasiennya. Ketimbang berbohong atau menutup-nutupi, lebih baik jujur saja. Dokter tetap akan merekomendasikan pengobatan terbaik untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

(RN/RPA)

1 Komentar