Sukses

Dampak Buruk Perubahan Iklim Bagi Kesehatan Anak

Ilmuwan berpendapat bahwa perubahan iklim akan mengancam hidup semua orang terutama anak-anak. Berikut ulasan terkait dampak buruknya bagi kesehatan anak.

Klikdokter.com, Jakarta Perubahan iklim akan menimbulkan risiko kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi anak-anak. Tanpa pengurangan zat emisi dan peningkatan suhu yang cukup drastis akan menjadi beban generasi berikutnya.

Dampaknya berupa tingginya tingkat kekurangan gizi, sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan risiko kematian dini yang lebih tinggi. Seiring naiknya suhu, para ilmuwan memprediksi pengurangan hasil panen pokok seperti jagung, beras dan kedelai.

Jika tak bisa dibatasi, akan menyebabkan kenaikan harga bahan pangan. Ini yang membuat daya beli masyarakat jadi lemah. Risikonya, para orang tua tak bisa memenuhi gizi pada anak. Kondisi terburuknya bisa berujung pada pertumbuhan yang lambat dan masalah perkembangan jangka panjang.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Berikut ini fakta yang telah terjadi terkait dampak perubahan iklim pada kesehatan anak.

  • Suhu yang lebih hangat pada tahun 2018 menyebabkan peningkatan penyebaran bakteri yang menyebabkan diare dan infeksi luka. Selama 30 tahun terakhir, jumlah hari yang cocok secara iklim untuk bakteri Vibrio (yang menyebabkan diare) berkembang dua kali lipat.
  • Anak sangat rentan terhadap peningkatan penyakit menular yang disebabkan oleh peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan. Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang mewabah.

Sembilan dari 10 tahun yang paling parah untuk penularan demam berdarah telah terjadi sejak tahun 2000. Nyamuk tersebut mulai menyebar di Eropa dan wilayah baru lainnya.

Dampak Kesehatan Anak

Anak-anak sangat rentan terhadap risiko kesehatan dari perubahan iklim. Tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit dan polusi lingkungan.

Kerusakan yang terjadi pada anak usia dini adalah persisten dan bisa menyebar, dengan konsekuensi kesehatan yang berlangsung seumur hidup. Tanpa tindakan segera dari semua negara untuk mengurangi efek emisi rumah kaca, kesejahteraan dan harapan hidup generasi berikutnya akan terancam.

Anak-anak sangat rentan terhadap perubahan iklim karena belum matangnya aspek fisik dan kognitif mereka, maka perubahan iklim akan memiliki dampak seperti  di bawah ini.

  • Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak menghirup lebih banyak udara dan minum lebih banyak cairan untuk berat badan mereka.

Ini juga karena mereka lebih pendek dan menghabiskan lebih banyak waktu di tanah, mereka lebih dekat dengan polutan di permukaan tanah. Faktor-faktor ini menyebabkan anak-anak memiliki tingkat paparan yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

  • Anak-anak terlibat dalam perilaku yang berbeda dari orang dewasa, termasuk apa yang mereka makan dan kegiatan seperti merangkak di tanah dan kegiatan tangan ke mulut. Perilaku ini membuatnya lebih rentan terhadap paparan udara, air, dan tanah.
  • Anak-anak memiliki sistem kekebalan dan organ yang belum matang. Dengan demikian, mereka lebih sensitif terhadap eksposur yang dapat menyebabkan cacat permanen.
  • Anak-anak bergantung pada pengasuh dan mungkin tidak dapat menanggapi ancaman dengan tepat. Akibatnya, mereka berisiko cedera atau bahkan kematian dalam keadaan darurat cuaca ekstrem.
  • Anak-anak dan remaja melakukan lebih banyak kegiatan di luar ruangan daripada orang dewasa, membuat mereka lebih rentan terhadap panas dan polutan udara luar seperti ozon.

Pencegahan

Jika Anda tidak menginginkan semua akibat buruk terjadi pada anak keturunan Anda selanjutnya, maka hal berikut dapat dilakukan sebagai tindak pencegahannya.

  • Anda dapat mengurangi konsumsi energi dan limbah sekitar dalam lingkup individu, keluarga, komunitas dan masyarakat. Anda dapat berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas, serta meningkatkan penggunaan sumber energi lain seperti angin dan matahari.
  • Meningkatkan kebiasaan hidup sehat dalam ruang lingkup keluarga seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, jadwal dan pola makan yang baik serta istirahat teratur.
  • Meningkatkan kesadaran akan perawatan kesehatan tubuh ketika cuaca ekstrem atau bencana alam mulai terjadi, seperti efek panas ekstrem dan kualitas udara yang buruk. Misalnya, gunakan masker penutup mulut dan hidung, konsumsi suplemen pendamping dan periksa kesehatan berkala.
  • Anda dapat mengadvokasi kebijakan lokal, nasional dan internasional yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Perubahan iklim tentunya akan cukup berpengaruh terhadap kesehatan semua individu, terutama anak yang memiliki ketahanan tubuh yang lebih rendah. Mari kita bekerja bersama untuk membuat keadaan bumi menjadi lebih baik dan lebih sehat sehingga masa depan anak-anak lebih cemerlang.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar