Sukses

Sperma Warna Putih, Apakah Selalu Sehat?

Sperma warna putih identik dengan pria yang subur. Tapi, apa benar selalu demikian? Ini dia fakta medisnya!

Klikdokter.com, Jakarta Setiap pria mesti menjaga kesehatan sperma dengan saksama. Ini karena sperma turut menjadi faktor penentu dalam program kehamilan. Dan, sperma warna putih dianggap sebagai suatu kondisi yang sering dianggap sebagai indikator utama tingkat kesuburan pria. Apakah medis setuju dengan anggapan tersebut?

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, sperma umumnya memiliki warna putih keabuan. Bila tidak diikuti dengan rasa nyeri saat ejakulasi, sperma yang dimiliki termasuk dalam kategori sehat. 

“Sperma umumnya akan berwarna putih keabuan dan tidak terasa nyeri saat dikeluarkan. Jika Anda mengalami nyeri saat ejakulasi, hal ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi indikasi dari adanya infeksi saluran kemih, prostat atau masalah lainnya,” tutur dr. Iqbal.

Lantas, bagaimana dengan sperma berwarna kuning? Faktanya, warna sperma kekuningan disebabkan oleh faktor usia dan hal ini terjadi secara bertahap tanpa Anda sadari.

“Tak hanya itu, pola dan jenis makanan yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan berubahnya warna sperma menjadi kekuningan. Jenis makanan yang bisa menyebabkan hal tersebut adalah yang mengandung tinggi sulfur, seperti bawang putih, bawang bombay dan brokoli,” kata dr. Iqbal.

Adakah warna sperma selain putih dan kuning? Ada, warna cokelat. Sperma yang berwarna cokelat bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang mengalami perdarahan di prostat atau saluran kencing.

“Apabila rasa nyeri muncul saat kondisi ini terjadi, segera periksa kondisi kesehatan ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” saran dr. Iqbal.

Tanda sperma sehat selain warna

Selain warna, berikut ini adalah ciri-ciri lain dari kondisi sperma yang sehat menurut dr. Iqbal:

1. Cukup banyak dan kental

Jumlah sperma yang normalnya dikeluarkan oleh pria berkisar antara 2 hingga 5 mililiter. Tekstur yang dimiliki sperma tersebut juga cukup kental.

“Sperma sedikit bukan menjadi tanda ada satu penyakit berbahaya. Kondisi ini bisa terjadi karena Anda terlalu sering mengalami ejakulasi atau dikenal medis dengan sebutan hypospermia,” ujar dr. Iqbal. 

Bagaimana dengan tingkat kekentalan sperma? Hal ini tidak menggambarkan secara langsung kualitas sperma itu sendiri. Sebab, kekentalan sperma setiap orang berbeda-beda dan banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya. 

2. Tidak menimbulkan bau menyengat

Sperma seharusnya memiliki bau seperti daun akasia. Jika cairan sperma malah berbau amis, bisa jadi ada yang salah dengan kondisi tubuh Anda.

Sperma bau amis dapat menjadi tanda dari adanya infeksi pada saluran kencing, prostat, atau bagian lainnya. Segera konsultasikan pada dokter jika Anda mendapati sperma berbau menyengat yang disertai rasa nyeri saat ejakulasi.

3. Sperma mengandung banyak sel di dalamnya 

Cairan sperma yang sehat harus memiliki sel sperma yang cukup banyak, yakni sekitar 20 juta sel dalam 1 mililiter. Sperma tersebut juga harus berbentuk normal dan bergerak cepat ke arah depan. Untuk memastikan hal ini, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Sperma warna putih bukanlah satu-satunya patokan untuk menandakan kesuburan pria. Namun, memang, warna sperma selain putih dapat menjadi indikasi ada sesuatu yang sedang terjadi dengan tubuh Anda.

Oleh karena itu, jika Anda bukan mengeluarkan sperma warna putih saat ejakulasi, lebih baik segera periksakan diri ke dokter. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, apalagi jika perubahan warna sperma diikuti dengan bau menyengat dan rasa nyeri saat ejakulasi.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar