Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengapa Perlu Pemeriksaan HIV untuk Dapatkan Sertifikat Pranikah?

Mengapa Perlu Pemeriksaan HIV untuk Dapatkan Sertifikat Pranikah?

Pemeriksaan tes kesehatan sebelum menikah penting dilakukan. Tapi, mengapa perlu pemeriksaan HIV? Ini jawabannya!

Klikdokter.com, Jakarta Akhir-akhir ini, pemerintah meminta adanya pemeriksaan HIV untuk mendapatkan sertifikat pranikah. Tentunya, ini membuat masyarakat Indonesia heboh dan mulai menuai banyak komentar. Bahkan, mempertanyakan perlunya pemeriksaan penyakit tersebut. 

Gagasan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhajir Effendy. Beliau meminta pasangan yang mau menikah sebaiknya mengikuti bimbingan pranikah dan pemeriksaan kesehatan. 

Tentunya, ini membuat munculnya opini pro dan kontra dari masyarakat. Apalagi ada asumsi di masyarakat bahwa pasangan calon pengantin yang tidak mengantongi sertifikat bimbingan pernikahan tidak diperbolehkan untuk menikah.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, tes kesehatan pranikah rutin dilakukan oleh pasangan yang akan merencanakan pernikahan, agar dapat mengetahui kondisi kesehatan dari masing-masing.

Manfaat tes kesehatan pranikah ini beberapa ada beberapa. Berikut yang bisa Anda ketahui.

  • Membantu merencanakan program kehamilan.
  • Merencanakan kesehatan keluarga dengan lebih baik.
  • Bila ada penyakit genetik atau penyakit menular yang bisa diturunkan kepada anak maupun pasangan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan metode terapi yang bisa dilakukan.
  • Bila ada gangguan kesuburan, bisa segera dilakukan terapi.
1 dari 2 halaman

Mengapa perlu tes HIV?

Nah, salah satu yang juga perlu dicek kesehatannya adalah masalah ada atau tidak virus HIV di salah satu calon pengantin. Sebenarnya, untuk mengecek kondisi HIV ini bukan hanya untuk mendapatkan sertifikat pranikah. Namun, untuk perencanaan keluarga untuk ke depannya.

Tak jauh berbeda dengan dr. Karin, dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter mengatakan bahwa tes HIV sebelum menikah sebenarnya untuk pencegahan. Terutama mencegah terkena pada anak yang nantinya dilahirkan.

"Pasti yang pertama untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Terlebih kalau salah satunya HIV, pasangan juga bisa kena selama nikah. Tapi paling ditakutkan kalau anak terkena HIV dan biasanya tidak diurus dengan tepat bisa meninggal," ujar dr. Dejandra.

"Jelas, HIV itu punya dampak yang serius kalau tidak dicegah. Kalau misalnya dideteksi sejak dini dan mengurangi penularan-penularan yang tidak perlu, itu sangat bisa untuk dicegah," lanjutnya.

Sayangnya, masih banyak orang Indonesia yang terkungkung dengan stigma negatif HIV. Akhirnya, mereka yang punya masalah HIV jadi takut diketahui orang dan lebih memilih menyimpan rapat penyakitnya itu.

"Namun, kalau memang positif HIV, memangnya jadi tidak boleh menikah? Ya, tentu saja tidak. Anda tetap bisa menikah dan hidup seperti orang lain," kata dr. Dejandra.

Orang dengan HIV akhirnya memang harus rajin minum obat antiretroviral (ARV). Selama obat itu diminum rajin, terus kandungan virus terjaga dengan baik atau dalam batas normal, orang dengan HIV masih bisa aktivitas dengan biasa. 

"Cuma yang ditakutkan adalah kalau konsumsi obat tidak teratur, itu jadi sakit-sakitan. Lalu, pola hidup yang menularkan juga bisa dicegah," tutur dr. Dejandra.

Bagaimana kalau ternyata positif HIV?

Seperti disebutkan di atas, jangan patah arang. Anda tetap bisa menikah. Ingat, tujuan awal memeriksakan kesehatan—secara khusus HIV—untuk sebuah pencegahan.

“Jika hasil tes kedua pasangan baik, maka ini saatnya Anda mulai memikirkan rencana ke depannya. Tapi jika hasil tes berkata lain, jangan langsung putus asa. Segera konsultasikan ke dokter agar bisa dilakukan pengobatan sesuai dengan kondisi,” demikian kata dr. Karin.

Pada akhirnya, kalau memang positif, Anda bisa melakukan terapi bersama. Saling mendukung satu sama lain bisa membantu persiapan makin lancar. Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan HIV. Ini supaya bisa segera terdeteksi dan dilakukan perawatan.

[AYU/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar