Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Obat Alergi Dingin sama dengan Obat untuk Mengatasi Alergi Lain?

Obat Alergi Dingin sama dengan Obat untuk Mengatasi Alergi Lain?

Masih bingung obat apa yang bisa dikonsumsi saat terkena alergi dingin? Jangan khawatir, berikut di bawah ini ada penjelasan tentang obat alergi dingin yang bisa Anda konsumsi.

Klikdokter.com, Jakarta Alergi dingin atau cold urticaria adalah reaksi yang timbul pada kulit setelah terpapar sesuatu yang bersifat dingin. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, gejala biasanya muncul dalam waktu 2-5 menit setelah paparan terjadi. 

Nah, karena reaksinya terbilang cepat, orang yang sensitif terhadap hal itu perlu tahu obat alergi dingin yang tepat untuknya. 

Gejala yang ditimbulkan alergi dingin 

Obat alergi dingin digunakan bukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Ini karena seseorang yang memiliki alergi - apapun jenis alerginya - tidak bisa sepenuhnya terbebas dari alergi. Seumur hidupnya ia akan memiliki kondisi medis tersebut dan akan kambuh apabila terpapar alergen (penyebab alergi). 

Dengan demikian, obat alergi dingin hanya digunakan untuk meredakan berbagai gejala yang timbul saja. 

Adapun sejumlah gejala yang bisa muncul saat seseorang terkena alergi dingin, antara lain:

  • Timbulnya kemerahan dan bentol yang gatal pada bagian kulit yang terkena paparan dingin.
  • Bila bentol pada kulit ditekan, warnanya akan menjadi pucat atau memutih. 
  • Muncul pembengkakan pada area yang terpapar benda yang dingin. 
  • Pembengkakan pada bibir saat baru mengonsumsi minuman atau makanan yang dingin.
  • Rasa gatal yang disertai sensasi terbakar.

Apa obat yang tepat untuk alergi dingin?

Sementara itu, menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, obat alergi dingin pada dasarnya sama seperti obat alergi pada umumnya, yaitu antihistamin. Saat terjadi alergi, sistem kekebalan tubuh melepaskan zat kimia yang disebut dengan histamin sebagai respons saat kontak dengan alergen. 

Histamin merupakan salah satu zat kimia yang menyebabkan peradangan dan berbagai reaksi alergi pada kulit, saluran pernapasan, maupun mata. Nah, saat histamin dilepaskan, Anda akan merasakan beragam gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

Obat antihistamin mampu menghambat efek histamin dan mengurangi gejala-gejala yang Anda alami, terutama di bagian kulit, saluran pernapasan, dan mata. Antihistamin akan bekerja lebih baik apabila digunakan sebelum gejala terlalu parah. 

Bahkan, jika digunakan secara teratur, antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu kepada dokter untuk menentukan dosis yang tepat jika benar-benar ingin melakukan pengobatan harian dengan antihistamin. 

1 dari 2 halaman

Alternatif selain obat antihistamin untuk meredakan gejala

Obat alergi dingin ada yang berupa obat oral (minum) dan ada juga obat topikal (yang dioleskan). Obat alergi topikal mengandung antihistamin dan kortikosteroid. Namun, di Indonesia sendiri masih belum banyak krim atau salep yang mengandung antihistamin. Biasanya, salep alergi hanya mengandung kortikosteroid. 

Jika Anda tipikal orang yang tidak mau terlalu lama mengoleskan salep alergi, dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter menyarankan Anda untuk mengoleskan lotion pelembap lebih sering. Pasalnya, alergi umumnya rentan terjadi pada kulit yang kering. 

“Melembapkan kulit dapat menurunkan risiko alergi dan mengurangi gatal. Pakailah pelembap, baik dalam bentuk krim, salep, atau lotion minimal 2 kali sehari setelah mandi. Selain itu, perbanyak minum air putih dan hindari juga mandi dengan air panas agar kulit tidak semakin kering,” jelas dr. Adeline. 

Umumnya, gatal dapat diredakan oleh kompres dingin. Namun, karena gejala gatal datangnya dari alergi dingin, maka Anda tidak disarankan untuk mengaplikasikan kompres yang satu ini. Lebih baik oleskan gel pengurang gatal jika Anda tak mampu menahan gatal. 

Selain antihistamin, obat seperti omalizumab (untuk biduran) atau antileukotriene (untuk asma dan biduran) juga bisa diberikan oleh dokter dengan beberapa pertimbangan. Misalnya, ketika antihistamin atau kortikosteroid sudah tidak mempan. 

Jika alergi dingin sampai menimbulkan reaksi anafilaksis (reaksi alergi yang parah hingga sesak napas dan reaksi lain yang dapat mengancam jiwa), suntikan epinefrin biasanya akan diberikan oleh dokter. Obat tersebut bekerja dengan cara mempersempit pembuluh darah dan membuka saluran udara di paru-paru. 

Untuk mencegah alergi dingin, Anda harus menghindari paparan segala sesuatu yang bersifat dingin. Anda mesti selalu menyediakan jaket atau baju hangat. Selain itu, hindari mengonsumsi air es atau air dingin terlalu banyak. 

Jadi, kini Anda sudah mengetahui bahwa obat alergi dingin sama seperti obat alergi lainnya, yaitu antihistamin. Jika gejala alergi dingin sudah mulai menyerang, konsumsilah obat tersebut atau oleskan salep yang mengandung zat tersebut sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan oleh dokter. 

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar