Sukses

Pentingnya Vaksin Hepatitis A untuk Anak dan Dewasa

Anak dan orang dewasa dianjurkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis A. Ini alasan medis yang mendasari pentingnya tindakan tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis A merupakan penyakit berbahaya yang membuat hati manusia bisa berhenti fungsinya. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, namun kehadirannya kerap tidak dirasakan.

Hepatitis A itu sendiri disebabkan oleh infeksi virus yang punya nama serupa. Anda bisa tertular penyakit ini akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A. Selain itu, melakukan kontak seksual dengan penderita hepatitis A juga bisa membuat Anda tertular penyakit ini.

Seseorang yang telah terjangkit virus hepatitis A mengalami gejala yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga terlambat dideteksi. Jika muncul, gejala hepatitis A biasanya berupa:

  • Kulit atau mata berwarna kekuning-kuningan (jaundice)
  • Urine berwarna gelap seperti teh
  • Tinja berwarna pucat seperti dempul
  • Nyeri perut

Tidak hanya itu, hepatitis A juga bisa mencetuskan gejala mudah lelah, badan lemas, Nafsu makan menurun, nyeri sendi, mual, muntah atau diare. 

Gejala yang terjadi akibat hepatitis A biasanya muncul pada dua hingga enam minggu setelah terpapar virus. Apabila penderita tidak segera melakukan penerapan gaya hidup sehat setelah gejala muncul, virus hepatitis A akan terus terakumulasi di tubuh.

Semakin banyak virus hepatitis A yang ‘berkumpul’, semakin besar pula risiko terjadinya kegagalan fungsi hati. Keadaan ini sangat bisa menyebabkan penderita kehilangan nyawa.

Pentingnya vaksin hepatitis A

Hepatitis A tidak dapat diobati, namun dapat dicegah dengan vaksinasi. Penelitian mengatakan bahwa vaksin hepatitis A terbukti dapat mencegah penyakit tersebut dengan efektivitas 94 hingga 100 persen. 

Vaksin hepatitis A telah direkomendasikan di Amerika Serikat sejak tahun 1996. Mulai dari waktu tersebut, angka kejadian hepatitis A terus berkurang setiap tahun; dari yang sebelumnya mencapai 31.000 kasus ‘hanya’ menjadi 1.500 kasus. 

Berangkat dari hal itu, setiap orang sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis A jika sudah ‘waktunya’. Anak umumnya bisa mendapatkan vaksinasi ini pada usia dua tahun dalam dua dosis dengan rentang pemberian enam bulan. 

Di luar usia tersebut, Anda tetap bisa mendapatkan vaksin hepatitis A secara langsung di klinik atau rumah sakit. Hal ini mesti benar-benar diperhatikan, apalagi bila Anda hendak berkunjung ke negara atau daerah endemis hepatitis A. Pun demikian jika Anda adalah petugas kesehatan yang sering berurusan dengan pasien hepatitis A.

Jika Anda tidak punya riwayat alergi dan dalam keadaan sehat, pemberian vaksin hepatitis A tergolong aman dan terbukti efektif. Jika terjadi efek samping, Anda hanya akan merasakan keluhan ringan yang hanya terjadi selama satu atau dua hari. Efek samping yang dimaksud adalah rasa sakit di lokasi suntikan, nyeri kepala, cepat lelah, demam dan nafsu makan berkurang.

Jangan ragu untuk mendapatkan vaksin hepatitis A, apalagi jika Anda merasa belum pernah sebelumnya. Jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter, agar pemberian vaksin hepatitis A tepat sasaran sehingga penyakit bisa benar-benar dicegah dan kegagalan fungsi hati bisa dihindari. Jangan biarkan hepatitis A kembali mewabah, seperti yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur beberapa waktu silam.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar