Sukses

Punya Hobi Membunyikan Jari, Adakah Bahayanya?

Ada yang bilang, bahaya membunyikan jari yang akan mengintai adalah radang sendi. Benar atau tidaknya informasi tersebut, mari kupas tuntas di sini.

Saat tangan habis melakukan sesuatu atau ketika kita hendak bersiap melakukan pekerjaan yang berat, kerap kali kita membunyikan jari tangan.

Alhasil, orang yang mendengar bunyi jari-jari kita pun merasa terganggu. Dan akhirnya, mereka menyampaikan informasi bahwa bahaya membunyikan jari adalah bisa terjadi radang sendi, sehingga bikin susah gerak nantinya!

Kebiasaan membunyikan jari memang cukup sulit dihilangkan. Sebab, mendengar suara kretek-kretek-nya saja, itu sudah bikin puas. Benar, kan?

Tapi informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut sebaiknya tak langsung Anda percayai 100 persen.

Untuk mengetahui apakah benar bahwa risiko membunyikan jari itu berujung pada radang sendi atau tidak, simak informasinya berikut ini.

Artikel Lainnya: Benarkah Membunyikan Jari Bisa Sebabkan Pengapuran Sendi?

Adakah Bahaya dari Kebiasaan Membunyikan Jari?

Semua sendi yang ada di tubuh (termasuk sendi jari tangan) memiliki kantung kecil yang terisi oleh cairan sendi atau cairan sinovial. Cairan itu berfungsi sebagai pelumas supaya tidak terjadi gesekan langsung ketika sendi digerakkan. 

Nah, saat Anda menarik, memutar, atau menggertakkan sendi jari, volume di antara rongga tersebut akan melebar dan bertambah.

Volume yang melebar itu akan menyebabkan tekanan negatif yang mengisap cairan sendi ke rongga yang baru. Cairan yang masuk secara tiba-tiba inilah yang akan membuat timbulnya bunyi.

Hingga saat ini, banyak mitos yang mengatakan bahwa kebiasaan membunyikan jari dapat meningkatkan risiko terjadinya arthritis atau radang sendi

Namun, hal ini memang sekadar mitos belaka!

Artikel Lainnya: Mitos Penyakit Rematik yang Harus Anda Tahu

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Board Family Medicine pada tahun 2011 melakukan penelitian terhadap 215 orang (usia 50-89 tahun). Diantara ratusan orang itu, ada yang sering membunyikan jari dan ada juga yang tidak. 

Setelah perbandingan selesai, hasil yang didapatkan adalah kebiasaan membunyikan jari tidak menyebabkan seseorang mengalami peningkatan risiko radang sendi. Studi lain pun memberikan hasil serupa.

1 dari 3 halaman

Adakah Risiko Gangguan Fungsional pada Tangan?

Radang sendi dan kebiasaan membunyikan jari akan saling berhubungan bila sedari awal orang yang membunyikan jarinya memang sudah punya riwayat radang sendi.

Atau dengan kata lain, menggertakkan jari tidak bisa jadi penyebab radang sendi, melainkan dapat memperparah kondisi radang sendi yang sudah ada.

Artikel Lainnya: Kenali Efek Jangka Panjang Pengapuran Sendi

Risiko seseorang mengalami pembengkakan tangan akibat peradangan sendi akan meningkat jika dalam keluarga ada yang memiliki:

Membunyikan atau menggertakan jari pada dasarnya tidak menyebabkan nyeri, tidak memicu gangguan fungsional pada tangan, apalagi sampai menyebabkan pembengkakan pada tangan.

Apabila saat Anda membunyikannya jari, Anda merasa nyeri dan mengalami pembengkakan, kemungkinan ada penyakit yang mendasari, salah satunya rheumatoid arthritis.

Kendati demikian, apa yang dilakukan secara berlebih tentu berdampak tidak baik. Menggertakan jari secara terus-menerus tetap dapat meningkatkan risiko ligamen merenggang secara berlebihan.

Pada beberapa kasus, ditemukan juga adanya robekan di bagian ligamen jari jempol. Jadi, sebaiknya, Anda memang tidak perlu terlalu sering membunyikan jari agar hal tersebut tak sampai terjadi. 

Artikel Lainnya: Menguak Fakta di Balik Pengapuran Sendi

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Membunyikan Jari?

Membunyikan jari memang seru buat sebagian orang. Namun, meski tak menimbulkan efek fatal, ada baiknya kebiasaan tersebut dikurangi saja.

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan demi mengurangi kebiasaan membunyikan jari, antara lain:

  • Cari sumber kecemasan. Pasalnya, kebiasaan membunyikan jari dapat dipicu oleh kecemasan.
  • Jangan terlalu mudah tersugesti oleh film yang Anda tonton. Kebiasaan membunyikan jari sebelum beraktivitas juga bisa dipengaruhi oleh film action atau film kartun yang Anda tonton. 
  • Jika ingin mempersiapkan diri, lebih baik lakukan pemanasan atau peregangan yang tepat. Dibandingkan membunyikan jari, minum kopi dalam jumlah yang cukup juga lebih dapat meningkatkan konsentrasi. 
  • Hindari melamun. Alasannya, melamun dan rasa bosan dapat meningkatkan kemungkinan untuk membunyikan jari tiada henti.
  • Jika Anda tipikal orang yang tangannya “tak bisa diam”, lebih baik alihkan ke kebiasaan lain, seperti senam jari, olahraga, menulis, menggambar, mengetik, memasak, atau menyulam.
  • Lakukan juga sistem reward and punishmentpada diri sendiri. Contohnya, Anda memasang target untuk tidak menggertakkan jari selama 24 jam. Jika tercapai, berikan hadiah buat diri sendiri. Jika dilanggar, berikan hukuman juga.

Bahaya atau risiko membunyikan jari, seperti radang sendi, pembengkakan tangan, hingga gangguan fungsional tidak akan mengintai jika Anda melakukannya sesekali saja.

Meski demikian, akan lebih baik memang bila hal tersebut tidak berubah jadi “kebiasaan” yang dilakukan secara rutin.

Pertanyaan lain seputar kondisi persendian, tulang, otot, dan lain sebagainya dapat Anda ajukan pada kami melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

(AM/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar