Sukses

Ibu Hamil Mewarnai Rambut, Boleh atau Tidak?

Ada yang bilang mewarnai rambut bagi ibu hamil dilarang. Bagaimanakah fakta sebenarnya? Cari tahu di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Sudah lama ada aturan tidak tertulis bahwa ibu hamil tidak boleh mewarnai rambut mereka. Dikhawatirkan, mengecat rambut saat hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Apakah hal ini benar dan terbukti secara medis? Atau itu hanyalah mitos belaka?

Aman atau tidak, ya?

Proses mengecat rambut pada dasarnya menggunakan sejumlah bahan kimia, seperti amonia dan peroksida. Kekhawatiran ibu hamil tentang dampak buruk bahan-bahan itu sebenarnya dapat dipahami.

Akan tetapi, konsentrasi bahan kimia dalam pewarna rambut sangat rendah. Jumlah yang kecil ini tidak terlalu berisiko meningkatkan masalah kesehatan yang serius.

Selain itu, dilansir dari Babycenter, the Organization of Teratology Information Specialists (OTIS) memberikan tiga alasan mengapa mewarnai rambut pada ibu hamil relatif aman. Berikut ini alasannya.

  • Berapa pun kadarnya, pewarna rambut benar-benar dapat diserap oleh kulit kepala dan masuk ke aliran darah Anda. Bahkan, mencapai janin di kandungan.
  • Dalam pengujian terhadap binatang hamil yang dipaparkan pewarna rambut, tidak ada tanda-tanda kerusakan organ reproduksi.
  • Belum ada laporan yang mengklaim bahwa ibu hamil atau janin mereka dipengaruhi oleh pewarnaan rambut.
  • Hal tersebut juga turut dibenarkan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter. “Bahan kimia untuk pewarnaan rambut memang dapat masuk ke dalam pembuluh darah. Namun, jumlahnya kecil dan belum terbukti membahayakan janin,” dr. Devia menjelaskan.
1 dari 2 halaman

Meski pewarna rambut boleh dipakai, perhatikan hal ini!

Walau mewarnai rambut saat hamil tidak berbahaya, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukannya. Dokter Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter menyarankan ibu hamil yang ingin mewarnai rambut sebaiknya menunggu hingga kandungan memasuki trimester kedua.

“Mengapa demikian? Setelah melewati trimester pertama, kondisi janin sudah lebih kuat dan risiko pengaruh zat-zat kimia pun jauh lebih kecil,” ujar dr. Dyan Mega.

Selain usia kandungan, ada rambu-rambu lain yang perlu diperhatikan agar ibu hamil tetap aman saat ingin mengecat rambut. Dikutip dari American Pregnancy, berikut beberapa rambunya.

  • Pastikan pewarnaan rambut dilakukan di area yang berventilasi baik. Pewarna rambut pada umumnya memiliki bau kimia yang kurang sedap. 
  • Baca dan ikuti buku petunjuk dengan saksama. Anda harus tahu aturan berapa lama membiarkan pewarna rambut di kepala Anda. Jangan sampai terlalu lama.
  • Bilas kulit kepala dengan air setelah perawatan.
  • Kenakan sarung tangan saat menerapkan perawatan.
  • Lakukan uji reaksi alergi terlebih dahulu sebelum menerapkan pewarna rambut di kepala.

Selain itu, sebaiknya ibu hamil tidak mencoba mewarnai atau memutihkan alis atau bulu mata. Ini bisa menyebabkan pembengkakan atau meningkatkan risiko infeksi di area mata.

“Bila kandungan zat pada pewarna rambut masih membuat Anda ragu, Anda bisa memilih jenis bahan yang berasal dari alam, misalnya henna. Bisa juga Anda mencoba untuk melakukan highlight rambut ketimbang pewarnaan rambut,” ujar dr. Dyan Mega.

Dokter yang disapa Ega itu menjelaskan, highlight rambut hanya mewarnai batang rambut saja dan tidak menjangkau kulit kepala. Dengan begitu, tidak ada zat pewarna yang terserap ke dalam permukaan kulit kepala Anda.

Jadi sebetulnya, ibu hamil mewarnai rambut tergolong aman. Asalkan dilakukan saat  usia kehamilan sudah memasuki trimester dua, mengikuti sesuai buku petunjuk, serta tidak punya reaksi alergi apa pun. Kalau masih ragu, konsultasi saja dengan dokter terlebih dulu. 

[AYU/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar