Sukses

Jadi Favorit, Ini Fakta Kesehatan Kulit Ayam Goreng

Rela 'berantem' demi mendapatkan kulit ayam goreng terakhir? Sebelum menyesal, yuk, coba ketahui fakta kesehatan kulit ayam goreng berikut ini!

Klikdokter.com, Jakarta Akhir-akhir ini semakin banyak menu makanan yang menawarkan kulit ayam goreng sebagai bintang utamanya. Kulit ayam goreng tersebut dihidangkan dengan beberapa topping, entah topping saus keju, saus mentai, atau sambal yang khas. 

Meski teksturnya garing dan rasanya gurih, tapi ada fakta kesehatan kulit ayam goreng yang perlu Anda ketahui. 

Tentang kandungan lemak pada kulit ayam goreng 

The United States Department of Agriculture (USDA) mengatakan, satu ons kulit ayam panggang menghasilkan 128 kalori dan 11 gram lemak. Sementara itu, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kulit ayam, apalagi kulit ayam yang digoreng dengan tepung berbumbu renyah, mengandung kalori dan lemak jenuh yang berlimpah.

Tak cuma itu, kulit punya kandungan gizi yang minim. Akan lebih besar lagi lemaknya bila yang dikonsumsi adalah kulit ayam kalkun. Jika Anda mengonsumsi daging ayam kalkun bersama kulitnya, maka asupan kalori bertambahkan 70 kalori lebih banyak.

“Anda juga mengonsumsi lemak tiga kali lebih banyak dibandingkan makan dada ayam tanpa kulit,” jelas dr. Nadia.

Kabar baiknya, Harvard School of Public Health mengatakan, lemak dalam kulit ayam lebih banyak mengandung lemak baik (lemak tak jenuh) ketimbang lemak jahat (lemak jenuh). 

USDA mengungkapkan, 1 ons kulit ayam mengandung sekitar 3 gram lemak jenuh dan mengandung 8 gram. Dengan demikian, jika tak dikonsumsi berlebihan, kulit ayam goreng tidak 'sejahat' itu. 

Jika dikonsumsi secukupnya dan tidak terlalu sering, kandungan lemak tak jenuh dalam kulit ayam justru dapat meningkatkan kesehatan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah serta kolesterol. Sebaliknya, bila dikonsumsi secara berlebihan dan terlalu sering, malah kandungan lemak jenuh yang memenuhi tubuh Anda. 

Tak cuma mengatakan tentang lemak jenuh dan lemak tak jenuh dalam kulit ayam, Harvard School of Public Health pun mengungkapkan, memasak ayam dengan kulit jauh lebih baik ketimbang membuang kulitnya terlebih dulu. Itu karena, memasak ayam dengan kulit dapat menjaga kelembapan daging ayam itu sendiri. 

Kulit yang masih “terpasang” pada daging ayam membuat minyak tak terlalu banyak diserap oleh daging sehingga daging ayam tidak juicy berlebihan. Perlu diketahui, pada dasarnya, rasa dari kulit ayam itu sudah gurih alami. Jadi, bila Anda ingin mengolahnya, pastikan Anda tidak membumbuinya dengan banyak garam. 

Bagaimana caranya agar tetap sehat meski makan kulit ayam goreng?

Banyak yang bilang bahwa makanan yang enak sudah pasti tidak sehat. Padahal, jika Anda tahu cara mengontrolnya, efek buruknya terhadap kesehatan dapat dikurangi! Agar Anda tetap bisa makan kulit ayam goreng tanpa takut kolesterol naik secara berlebihan, berikut di bawah ini tips yang bisa diikuti.

  • Jangan makan kulit ayam goreng secara berlebihan dan terlalu sering.
  • Hindari memasaknya hingga terlalu crispy. Sebab, metode tersebut dapat menghilangkan nilai gizi dari kulit ayam.
  • Kulit ayam goreng tanpa tepung lebih baik ketimbang kulit ayam goreng penuh tepung. Ini karena tepung hanya akan menyerap minyak dalam kulit ayam. 
  • Setelah digoreng, tiriskan dulu minyaknya di kertas penyerap minyak. 
  • Biasanya, kulit ayam goreng dimakan juga dengan karbohidrat pendamping. Agar nutrisinya tetap seimbang dan bisa menjaga kolesterol tetap stabil, pilih nasi merah, oatmeal, roti gandum, ataupun kentang panggang. 
  • Serat dapat membantu menurunkan kolesterol. Jadi, jangan lupa juga untuk imbangi dengan sayur-sayuran dan buah. 
  • Bakar kalori dan lemak dari hasil konsumsi kulit ayam dengan olahraga. Adapun olahraga yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter adalah joging, lari, berenang, senam, dan bersepeda. 

Fakta kesehatan kulit ayam goreng di atas dapat membuka pikiran Anda bahwa tidak terlalu berbahaya asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan. Jangan lupa untuk mengurangi risiko kolesterol naik, tetaplah konsumsi serat karena serat larut bisa menurunkan kolesterol melalui mekanisme pengikatan asam empedu. 

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar