Sukses

Fakta Tentang Kulit Ayam yang Wajib Anda Ketahui

Kulit ayam goreng memang terasa gurih dan nikmat di lidah. Namun siapa sangka, jenis makanan ini menyimpan beragam fakta yang mungkin belum Anda ketahui.

Akhir-akhir ini semakin banyak menu makanan yang menawarkan kulit ayam goreng sebagai bintang utamanya. Sajian yang diolah dengan metode deep frying tersebut dihidangkan dengan beberapa topping, entah saus keju, saus mentai atau sambal spesial.

Memiliki tekstur garing dengan rasa yang sangat gurih, tidak sedikit orang yang kesulitan untuk menolak kenikmatan kulit ayam goreng. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, Anda sebaiknya mulai waspada!

 

1 dari 3 halaman

Fakta tentang Kulit Ayam

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang kulit ayam yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya:

  • Kandungan Kalori dan Lemak yang Tinggi

The United States Department of Agriculture (USDA) mengatakan, 1 ons kulit ayam panggang memiliki 128 kalori dan 11 gram lemak.

Sementara itu, kulit ayam yang digoreng dengan tepung berbumbu renyah mengandung kalori dan lemak jenuh yang berlimpah dari jumlah tersebut.

Jika dibandingkan dengan potongan daging ayam bagian dada, kandungan lemak di dalam kulit ayam jauh lebih banyak dan dapat mencapai hingga 3 kali lipat. Tak cuma itu, kulit ayam juga punya kandungan gizi yang sangat sedikit.

Artikel Lainnya: Makan Gorengan Tanpa Takut Kolesterol Naik, Ini Triknya

  • Mengandung Lemak Tak Jenuh

Kabar baiknya, Harvard School of Public Health mengatakan bahwa kulit ayam memiliki kandungan lemak tak jenuh yang lebih tinggi. Lantas, apakah ini mengindikasikan adanya manfaat kulit ayam? Bisa ya, bisa juga tidak.

Jika dikonsumsi secukupnya dan tidak terlalu sering, kandungan lemak tak jenuh dalam kulit ayam dapat meningkatkan kesehatan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah serta kolesterol.

Akan tetapi, apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terlalu sering, manfaat tersebut akan sirna. Faktanya, konsumsi kulit ayam goreng berlebih dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, penyakit jantung, bahkan serangan jantung.

  • Lebih Baik Dimasak Bersama Daging

Harvard School of Public Health mengungkapkan, memasak ayam dengan kulit jauh lebih baik ketimbang membuang kulit atau memasak kulitnya saja.

Itu karena memasak ayam dengan kulit dapat menjaga kelembapan daging ayam itu sendiri.

Di samping itu, kulit yang masih ‘terpasang’ pada daging ayam membuat minyak tak terlalu banyak diserap oleh daging tersebut.

Bagaimana dengan kulitnya saja? Pada dasarnya, rasa dari kulit ayam sudah gurih dengan alami. Jadi, bila Anda ingin mengolahnya, pastikan tidak membumbuinya dengan banyak garam atau tepung.

Artikel Lainnya: Makan Ayam Goreng Setiap Hari Bikin Cepat Mati?

2 dari 3 halaman

Cara Menikmati Kulit Ayam Tanpa Khawatir

Banyak yang bilang bahwa makanan yang enak sudah pasti tidak sehat. Padahal, jika Anda tahu cara mengontrolnya, efek buruk terhadap kesehatan dapat dikurangi.

Nah, agar Anda tetap bisa makan kulit ayam goreng tanpa takut kolesterol naik secara berlebihan, berikut di bawah ini tips yang bisa diikuti.

  • Jangan makan kulit ayam goreng secara berlebihan dan terlalu sering.
  • Hindari memasaknya dengan metode deep frying hingga terlalu garing. Sebab, metode tersebut dapat menghilangkan nilai kandungan kulit ayam goreng yang bergizi.
  • Kulit ayam goreng tanpa tepung lebih baik daripada yang menggunakan tepung. Ini karena tepung hanya akan menyerap minyak dalam kulit ayam.
  • Setelah digoreng, tiriskan dulu minyak yang menempel pada kulit ayam di kertas khusus
  • Agar nutrisinya tetap seimbang dan kadar kolesterol tetap stabil, pilih nasi merah, oatmeal, roti gandum, ataupun kentang panggang sebagai pendampingnya.
  • Serat dapat membantu menurunkan kolesterol. Jadi, jangan lupa juga untuk imbangi dengan konsumsi sayur dan buah-buahan.
  • Bakar kalori dan lemak dari hasil konsumsi kulit ayam dengan olahraga. Kadar kolesterol jahat dalam darah dapat diturunkan melalui olahraga secara rutin dan teratur.

Artikel Lainnya: Menggoreng dengan Air Fryer, Benarkah Lebih Sehat?

Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan RI, batasan konsumsi lemak per hari adalah sekitar 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan. Jumlah tersebut terdiri dari 3 jenis lemak, yaitu lemak jenuh, lemak trans, dan lemak baik.

Boleh saja menganggap kuilt ayam sebagai sumber lemak, tetapi Anda tetap harus menimbang batasan-batasannya. Ingat, lemak yang masuk ke tubuh Anda dalam satu hari bisa berasal dari makanan selain kulit ayam goreng.

Itu berarti, Anda boleh saja konsumsi kulit ayam goreng. Namun, Anda harus tetap ingat batasan dan teknik pengolahan yang telah dianjurkan.

Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kolesterol tinggi dan obesitas, yang merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung.

Sekarang Anda sudah tahu fakta tentang kulit ayam, bukan? Mulai saat ini, mulai batasi konsumsi kulit ayam goreng agar tidak berlebihan, ya!

Jangan lupa untuk mengimbangi konsumsi kulit ayam goreng dengan pola makan sehat yang kaya sayur dan buah-buahan. Selain itu, lakukan juga olahraga secara rutin dan teratur agar tubuh Anda selalu sehat.

Jika Anda masih punya pertanyaan mengenai akibat sering makan kulit ayam, jangan sungkan untuk ngobrol langsung dengan dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. 

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar