Sukses

Tak Hanya Salmon, Ikan Kembung Juga Kaya Akan Omega-3

Tak harus selalu makan salmon, ikan kembung nyatanya juga merupakan sumber yang kaya akan omega-3, lo!

Klikdokter.com, Jakarta Saat mendengar kata omega-3, mungkin Anda akan langsung berpikir bahwa salmon adalah sumbernya. Tidak salah memang. Hanya saja, ikan harganya mahal. Hal tersebut menyebabkan banyak orang menahan diri untuk membelinya. Sebagai alternatifnya, ada ikan kembung yang juga kaya omega-3.

Ikan kembung, kekayaan lokal Indonesia

Ikan kembung, atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan mackarel, adalah salah satu bahan pangan yang kaya akan omega-3. Ikan ini juga lebih populer dan mudah didapat di pasar tradisional di Indonesia. Selain dalam bentuk segar, ikan kembung juga banyak dijual dalam bentuk kemasan kaleng.

Bahkan, berdasarkan data dari USDA, ikan kembung termasuk ke dalam daftar ikan yang paling banyak mengandung omega-3. Setiap 85 gram ikan kembung yang sudah dimasak diketahui mengandung 1,1 gram omega-3.

Seperti ikan tuna, ikan kembung juga merupakan sumber penting dari protein dan vitamin B, khususnya vitamin B12. Vitamin B12 diketahui bermanfaat untuk kesehatan saraf dan pembentukan sel darah merah.

Ikan laut ini juga menyajikan kandungan selenium yang besar di dalamnya. Selenium diketahui dapat membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.

Karena mengandung tinggi lemak baik, kesegaran ikan kembung memiliki batas waktu yang lebih sedikit. Ini dibandingkan dengan ikan lain yang tidak mengandung lemak setinggi ikan kembung. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih ikan kembung yang masih segar.

Manfaat penting omega-3

Omega-3 punya beragam manfaat penting pada kesehatan. Salah satunya, asam lemak esensial ini sudah terbukti dapat membantu mengoptimalkan perkembangan otak bayi dan balita.

Untuk ibu hamil, omega-3 dalam asupan makanan juga sangat penting dikonsumsi. Pasalnya, pembentukan otak janin sudah dimulai sejak dalam kandungan. Bahkan, periode emas perkembangan otak seorang anak dimulai pada 1.000 hari awal kehidupan, yakni dari masa kehamilan hingga berusia sekitar 2 tahun.

Saat menyusui pun, ibu hamil tetap tidak boleh melupakan omega-3. Bayi akan mendapatkan nutrisi omega-3 dari makanan dikonsumsi ibu melalui ASI. Pemenuhan asupan omega-3 penting untuk bayi di masa-masa pertumbuhan. Saat si Kecil sudah berusia 2 tahun, pertumbuhan otaknya sudah mencakup 80% otak dewasa.

Bisa dibayangkan apa akibatnya apabila ibu hamil dan menyusui kekurangan asupan omega-3. Dampaknya secara jangka panjang bisa dirasakan anak, yakni perkembangan otaknya akan menjadi kurang optimal.

Omega-3 juga terbukti dapat menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko terkena serangan jantung. American Heart Association dan American Diabetes Association merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi dua porsi ikan berlemak yang mengandung omega-3 dua kali seminggu, atau sekitar 230 gram seminggu.

Perhatikan juga kesegaran ikannya!

Meski punya banyak manfaat, bukan berarti Anda bisa abai memperhatikan kesegaran ikannya. Sebelum membeli, perhatikan ciri-ciri fisik ikan yang masih dalam kondisi baik.

Ciri-ciri ikan yang masih segar, antara lain sisiknya masih halus, matanya jernih, dan juga dagingnya masih cukup keras tapi lembap. Akan lebih baik lagi jika Anda langsung mengonsumsi ikan kembung pada hari yang sama (maksimal 24 jam) setelah membelinya.

Jadi, ikan salmon bukanlah satu-satunya ikan sumber omega-3. Anda juga bisa mendapatkan kandungan omega-3 yang besar di dalam ikan kembung. Makanan laut ini juga enak diolah dengan berbagai cara. Misalnya, direbus, dipanggang, dan digoreng. Jadi, Anda tertarik mengonsumsi ikan kembung hari ini?

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar