Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Sering Masturbasi Bikin Lutut Kopong, Benar atau Salah?

Pasti Anda pernah dengar selentingan masturbasi adalah penyebab dengkul kopong. Efek tersebut fakta atau rumor belaka? Ini fakta medisnya!

Rasanya banyak yang pernah mendengar (khususnya pria) selentingan bahwa masturbasi atau onani bisa jadi penyebab dengkul kopong. Apakah benar efek masturbasi bisa demikian?

Masturbasi adalah tindakan simulasi di bagian alat kelamin sendiri—tanpa adanya hubungan seksual—hingga terjadi ejakulasi.

Apa Alasan Seseorang Melakukan Masturbasi?

Dirangkum dari berbagai sumber, alasan seseorang melakukan masturbasi adalah untuk meraih kepuasan dan kenikmatan. Aktivitas ini sudah menjadi hal lumrah yang dilakukan, baik oleh pria maupun wanita.

Selain untuk meraih rasa puas dan nikmat, beberapa orang melakukan onani karena ingin coba-coba atau sekadar penasaran terhadap sensasinya. Namun, tak jarang dari coba-coba, rasa penasaran yang berujung pada kepuasan ini menimbulkan ketergantungan. Kenapa bisa begitu?

Artikel lainnya: Jangan Masturbasi Pakai Lotion, Ini Bahayanya!

Perlu diketahui bahwa efek masturbasi memang akan membuat tubuh jadi rileks dan terciptanya perasaan senang. Efek itulah yang kemudian memicu pelakunya untuk onani berkali-kali. Bahkan, dalam beberapa kasus, seseorang jadi ketagihan.

Meskipun menyenangkan, tapi kadang beberapa orang merasa bersalah dan resah ketika masturbasi. Misalnya adalah kekhawatiran bahwa aktivitas seksual tersebut akan menimbulkan dampak berbahaya, salah satunya jadi penyebab dengkul kopong.

1 dari 4 halaman

Batasan Masturbasi, Idealnya Berapa Kali?

Sayangnya, belum ada jawaban pasti akan seberapa banyak batasan ideal masturbasi, baik pada pria maupun wanita. Walau begitu, beberapa ahli punya pandangan idealnya tersendiri.

Disebutkan bahwa masturbasi yang normal umumnya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu, sama halnya dengan frekuensi hubungan seks.

Artikel lainnya: Katanya Masturbasi Bisa Buat Wajah Jadi Jerawatan, Benarkah?

Perlu dipahami onani dan hubungan seks punya efek yang berbeda. Pada seks, butuh komunikasi dan kontak langsung antara dua orang, sehingga aktivitas ini dapat mempererat ikatan pasangan.

Sementara itu, masturbasi hanya dilakukan seorang diri, umumnya tanpa kehadiran orang lain. Bahkan, beberapa orang melakukannya sembari menyaksikan video atau gambar porno. Inilah yang kemudian dikhawatirkan menjadi efek masturbasi yang buruk bagi kondisi psikologis pelakunya.

2 dari 4 halaman

Jadi, Benarkah Masturbasi Jadi Penyebab Dengkul Kopong?

Pasti dari tadi Anda menanti-nanti penjelasan tentang kenapa lutut kopong, ya?

Sebetulnya, hal ini didasari oleh sensasi lutut yang lemas ketika seseorang sudah meraih ejakulasi saat onani.

Selain itu, beberapa orang juga merasa dengkulnya kaku dan mengeluarkan bunyi “krek” setelah masturbasi selesai. Itulah yang membuat orang-orang berpikir bahwa onani mengakibatkan lutut kopong. Apalagi setelah itu, seseorang akan mengetuk lututnya dan akan terdengar seperti bunyi di ruang kosong.

Artikel lainnya: Kenali Dampak Masturbasi pada Kesehatan Fisik dan Mental Pria

Faktanya, keluhan tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan masturbasi dan ejakulasi. Ejakulasi, atau beberapa menyebutnya klimaks, melibatkan otak, testis (buah zakar), dan otot di sekitar kelamin. Lutut yang terasa lemas usai onani bisa saja terjadi karena seseorang merasa rileks dan lega.

Lantas, dari mana asal suara kopong tersebut?

Ternyata, di bagian belakang lutut (patela), ada rongga yang berisi cairan pelumas. Nah, cairan tersebut berguna untuk pergerakan kaki. Itulah kenapa terdengar bunyi seperti kopong ketika lutut diketuk.

Tak hanya itu, posisi lutut yang biasanya tidak berubah selama masturbasi juga bisa menjadi salah satu faktor yang membuat terciptanya bunyi “krek”. Posisi itu bikin lutut kaku. Ketika digerakkan, balon udara yang ada di dalam rongga lutut pecah. Itulah sumber bunyi “krek” yang mungkin didengar.

3 dari 4 halaman

Efek Keseringan Masturbasi

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa lutut kopong sebagai efek dari sering masturbasi adalah mitos. Bahkan, hingga saat ini belum ada penelitian medis soal onani dan dengkul kopong.

Artikel lainnya: 3 Efek Negatif Masturbasi yang Perlu Anda Tahu

Walaupun begitu, tapi jangan langsung lega dan jadi makin sering masturbasi. Pasalnya, terlalu sering melakukan aktivitas tersebut punya dampak yang buruk terhadap kondisi mental pelakunya.

Efek masturbasi yang dikhawatirkan adalah ketagihan, merasa gelisah, gangguan kecemasan, dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Bahkan, pada kasus yang ekstrem, keseringan onani bisa sebabkan ejakulasi dini, yang tentunya dapat mengurangi kepuasan hubungan seks dengan pasangan.

Selain itu, terlalu sering masturbasi dalam jangka waktu singkat dapat menyebabkan bengkak di kelamin. Namun, ini biasanya bisa reda dengan sendirinya.

Satu lagi, gesekan yang tercipta saat masturbasi juga dapat melukai kelamin. Hal ini bisa dicegah dengan menghindari gerakan agresif dan penggunaan pelumas.

Asal dilakukan dengan benar, efek masturbasi bisa bermanfaat. Bahkan, ada penelitian yang mengatakan bahwa menurunkan risiko kanker prostat. Meski demikian, aktivitas ini harus dilakukan dengan bijak agar tak sampai bikin ketagihan dan mengganggu kondisi psikis pelakunya.

Amannya memang mampu untuk mengontrol diri untuk melalukan masturbasi agar mental dan fisik tetap sehat. Bila masih ada pertanyaan seputar manfaat maupun keburukan efek masturbasi dan penyebab dengkul kopong, konsultasikan langsung dengan dokter di fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar