Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Berbagi Minum dengan Pengidap Hepatitis A, Segera Lakukan Ini!

Berbagi Minum dengan Pengidap Hepatitis A, Segera Lakukan Ini!

Khawatir saat tak sengaja minum satu gelas dengan pengidap hepatitis A memang wajar. Tapi, daripada panik tak karuan, lakukan saja cara mencegah hepatitis di bawah ini!

Hepatitis A termasuk penyakit tricky. Gejalanya muncul cukup lama dari waktu terjadinya infeksi. Parahnya lagi, tidak semua pengidap hepatitis A menunjukkan gejala. Karena itu, sudah sepatutnya semua orang tahu bagaimana cara mencegah hepatitis sebelum terlambat.

Berada di lingkungan yang memiliki kasus hepatitis A tanpa gejala terkadang bikin kita juga tak aware dengan kebersihan.

Alhasil, Anda akan cuek-cuek saja dengan kualitas kebersihan dari minuman dan makanan beserta peralatannya.

Sayangnya, begitu tahu bahwa orang yang makan dan minum bersama Anda ternyata terinfeksi hepatitis A, barulah Anda khawatir. Kalau sudah begini, apa yang mesti dilakukan? Adakah cara mencegah penularan hepatitis A meski sempat terpapar?

 

1 dari 3 halaman

Bagaimana Sebenarnya Penularan Hepatitis A?

Sebelum tahu langkah apa yang mesti dilakukan, ada baiknya Anda ketahui dulu penularan hepatitis A.

Hepatitis itu sendiri merupakan peradangan pada organ hati, di mana fungsinya akan terganggu oleh berbagai faktor.

Misalnya saja, virus, konsumsi alkohol berlebih, zat beracun, beberapa obat-obatan, serta sebagian kondisi medis lainnya.

Artikel Lainnya: Kiat Mencegah Penularan Hepatitis A, B dan C

Nah, dari sekian banyak pemicunya, yang paling sering menyebabkannya hepatitis adalah virus. Virus hepatitis A sangat menular.

Makin lama durasi infeksi, gejalanya pun akan semakin berat. Penyakit hepatitis A ini juga dapat menyebabkan kematian pada sebagian orang, meski jarang.

Jalur utama penularan virus hepatitis A melalui fekal-oral. Artinya, penularan terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dari penderita hepatitis A.

Makanan dapat terkontaminasi virus hepatitis A sejak proses penanaman bibit, hingga makanan yang sudah dimasak. Bahkan, makanan yang diawetkan juga dapat terkontaminasi virus hepatitis A.

Selain itu, virus hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kontak langsung saat merawat penderita atau berhubungan seks dengan penderita, terutama seks anal.

Semua orang, baik anak-anak, dewasa, hingga lansia, bisa terinfeksi virus hepatitis A. Meski demikian, di daerah dengan kebersihan yang buruk, virus ini cenderung lebih banyak menyerang anak-anak.

Artikel Lainnya: Kiat Mudah Cegah Tertular Hepatitis A

Selain karena buruknya sanitasi, faktor risiko seperti bepergian ke daerah endemik hepatitis A, penggunaan obat-obatan injeksi dan non-injeksi, atau orang yang bekerja dan berhubungan dengan kotoran (manusia maupun hewan primata) punya risiko lebih tinggi.

Pada umumnya, penyebaran hepatitis A terjadi ketika seseorang tidak sengaja mendapatkan virus masuk ke tubuhnya dengan cara mengonsumsi makanan atau minuman dari seseorang yang telah terinfeksi.

Bisa juga terdapat feses atau hasil dari buang air besar seseorang yang telah terjangkit di suatu obyek dan terpegang oleh seseorang yang sehat, namun tidak mencuci tangan. Virus itu bisa masuk ke dalam tubuhnya lewat saluran pencernaan.

Penderita hepatitis A pada umumnya akan merasa tidak enak badan selama beberapa minggu. Gejala akan muncul 4 minggu setelah pajanan. Tapi, itu dapat muncul 2-7 minggu setelahnya.

Gejala yang dialami tidak akan melebihi 2 bulan, meskipun sebagian orang (10%-15%) dengan hepatitis A bisa memiliki gejala hingga 6 bulan. Tapi, mereka tetap bisa sembuh dan tidak mengalami kerusakan organ hati.

Artikel Lainnya: 4 Gejala Hepatitis A yang Menjadi KLB di Pacitan

2 dari 3 halaman

Berbagi Minum dengan Penderita Hepatitis A, Lakukan Ini agar Tak Tertular

Terdapat cara mencegah penularan hepatitis yang bisa Anda lakukan ketika tak sengaja berbagi minuman dengan penderita hepatitis A. Makin cepat dilakukan, tentu makin baik. Adapun langkah yang dimaksud, meliputi:

  • Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dan penunjang. Dokter akan mengonfirmasi apakah Anda benar-benar tertular hepatitis A atau tidak.
  • Cara mencegah penularan hepatitis A yang kedua adalah lakukan vaksinasi hepatitis A atau immunoglobulin. Kedua injeksi ini hanya akan efektif apabila Anda melakukannya dalam 2 minggu setelah pajanan.

Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter apakah Anda bisa mendapatkan salah satunya. Di sini, kondisi kesehatan secara keseluruhan serta usia akan dipertimbangkan.

  • Cara mencegah hepatitis selanjutnya adalah dengan mengoptimalkan daya tahan tubuh. Cukupi kebutuhan istirahat, yakni tidur malam selama 7-9 jam untuk dewasa.
  • Konsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Ini dapat membantu mencegah penularan hepatitis A.

Artikel Lainnya: Hepatitis A Marak di Depok, Kenali Tanda dan Penyebabnya

  • Olahraga rutin telah terbukti meningkatkan daya tahan tubuh, bila memungkinkan, lakukan di bawah sinar matahari pagi agar Anda sekaligus bisa mendapatkan asupan vitamin D.

Olahraga dapat mengalami peningkatan suasana hati. Jika suasana hati membaik, maka daya tahan tubuh juga terpelihara.

  • Konsumsi makanan alami, seperti alpukat, ikan salmon, minyak zaitun, dan kacang kenari. Keempat makanan tersebut memiliki protein yang dapat meningkatkan fungsi hati.
  • Cara mencegah penularan hepatitis A yang terakhir adalah jangan lupa tingkatkan kebersihan diri supaya tidak terjadi lagi. Yang wajib dilakukan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat:
  • sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
  • sebelum dan sesudah makan
  • setelah menggunakan toilet
  • setelah menyentuh banyak benda yang banyak dipegang banyak orang, dan
  • sesederhana saat merasa tangan Anda kotor.

Itu dia cara mencegah hepatitis. Mencegah penularan hepatitis A umumnya tidaklah sulit. Hanya saja, ini butuh komitmen yang baik.

Tidak perlu takut berlebihan, yang penting adalah tindakan nyata. Perhatikan betul kebersihan lingkungan, termasuk peralatan serta makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Bila masih punya pertanyaan seputar hepatitis ataupun penyakit lainnya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan kami melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

(AM/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar