Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Efek Cyberbullying Terhadap Figur Publik Lebih Berat?

Benarkah Efek Cyberbullying Terhadap Figur Publik Lebih Berat?

Sejak hadirnya media sosial, cyberbullying meningkat tajam. Korbannya bisa siapa saja. Tapi benarkah efek cyberbullying terhadap figur publik lebih berat?

Klikdokter.com, Jakarta Kasus cyberbullying memang sedang ramai diperbincangkan. Mungkin Anda ingat bulan lalu ketika Idol K-Pop, Sulli F(x) meninggal dunia. Dia memilih mengakhiri hidupnya karena tidak kuat setelah mengalami cyberbullying. Melihat kasus ini, apa benar efek cyberbullying terhadap figur publik justru lebih berat?

Setelah kabar buruk menimpa Sulli, baru-baru ini dunia hiburan digemparkan berita meninggalnya idol K-Pop, Goo Hara. Sebelum meninggal, Goo Hara termasuk salah satu figur publik yang kerap jadi korban cyberbullying.

Warganet sering menyerang Goo Hara dengan komentar jahat soal operasi plastik di bagian mata. Bahkan semasa hidupnya, Goo Hara sempat mendapat cacian jahat karena telah berhubungan badan dengan mantan kekasihnya, Choi Jong Bum.

Faktanya, cyberbullying memang punya efek sangat berbahaya bagi korban yang mengalaminya. Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, cyberbullying alias penindasan dunia maya sama parahnya dengan penindasan secara langsung.

Keduanya sama-sama bisa memberikan tekanan emosional berlebih pada korban. Hanya saja, pada kasus cyberbullying penindasan sebatas menggunakan kata-kata tanpa melibatkan tindakan secara nyata. 

"Dalam cyberbullying, pelaku mengirim pesan yang menyakiti korban, mengunggah foto korban yang terbilang memalukan, atau berkomentar dengan penuh kebencian di akun media sosial milik korban. Tindakan tersebut bisa membuat kondisi mental korban goyah hingga terbebani," ungkap dr. Iqbal.

"Karena itu, orang yang menjadi korban cyberbullying sangat mungkin mengalami gangguan baik secara emosional maupun psikologis. Jika perilaku tersebut terus berlanjut, korban bisa mengalami stres, depresi, gangguan kecemasan, kesepian, bahkan sulit tidur," sambungnya.

Semua hal yang menimpa korban cyberbullying akhirnya bisa memicu munculnya kebiasaan buruk dan tidak sehat bagi korban sendiri.

Bahkan, korban akhirnya juga akan menarik diri dari lingkungan sosial, tidak mampu berkonsentrasi dengan baik, selalu berpikir negatif dan pesimis, serta merasa memiliki harga diri yang paling rendah di antara makhluk lainnya. 

Benarkah pada figur publik efeknya lebih berat?

Selain kasus Sulli dan Goo Hara, sebenarnya banyak sekali figur publik yang mendapatkan cyberbullying, terutama melalui media sosial. Di Indonesia pun, banyak artis yang bermasalah dengan hal ini.

Bagi yang ‘tahan banting’, cyberbullying biasanya akan dianggap bukan hal yang mempengaruhi. Sementara, bagi yang tidak kuat mental, itu akan menyebabkan masalah.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog dari KlikDokter, efek cyberbullying pada figur publik menjadi lebih berat karena mereka menjadi sumber perhatian utama. Biasanya mereka merasa apa yang dilakukan selalu salah.

"Efek ini menjadi lebih berat pada figur publik karena mereka kan memperhatikan penampilan, performa, dan ada kecenderungan bahwa figur publik itu ingin selalu terlihat baik dan selalu diterima di khalayak," ungkap Ikhsan.

"Sementara, bully akhirnya membuat figur publik itu merasa ‘Kok, ada ya yang tidak suka sama saya?’ dan ‘Kok, ada ya yang mengkritik saya?’. Hal-hal itu membuat figur publik semakin berpikir keras bagaimana segala tindak tanduknya diterima masyarakat," sambungnya.

Padahal, seperti diketahui bahwa tidak mungkin apa yang dilakukan bisa menyenangkan semua orang. Figur publik yang berusaha keras untuk tampil sempurna pun akhirnya bisa mengalami depresi berat yang berujung pada tidak produktifnya mereka. 

"Nah, kenyataannya bully itu akan selalu ada. Figur publik biasanya akan berpikir keras untuk melakukan segala cara demi bisa menyenangkan orang. Tapi, mereka justru tetap di-bully. Itu membuat mereka menjadi lebih berat mengalami depresi,” kata Ikhsan.

“Ini terjadi karena tujuan menjadi figur publik itu kan untuk mencari perhatian tapi nyatanya yang mereka dapatkan malah bullying. Akhirnya itu membuat mereka depresi," tegasnya.

Jadi jelas bahwa efek cyberbullying terhadap figur publik cukup besar karena mereka menjadi pusat perhatian warganet. Belajar dari kasus ini, sebaiknya hindari menjadi warganet yang sering berkomentar negatif. Apalagi efeknya sangat berbahaya bagi mental seseorang.

[RPA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar