Sukses

Jangan Lakukan Hal Ini saat Mau Periksa Kesehatan

Ternyata, saat periksa kesehatan ada aturan tidak tertulisnya. Bahkan, bila Anda melanggarnya dapat memengaruhi hasilnya. Hindari hal-hal ini!

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda harus melakukan periksa kesehatan untuk data di tempat Anda bekerja? Tentunya, Anda ingin hasil yang terbaik. Namun, perlu diketahui kalau ada beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi analisis atau hasil pemeriksaan tersebut?

Anda bisa dinyatakan mengidap penyakit tertentu bila tidak membicarakan kondisi yang sebenarnya. Bahkan, jika pada faktanya Anda sehat, bisa dianggap tidak sehat oleh dokter. Analisis yang salah bisa terjadi jika Anda menambahkan atau mengurangi informasi ketika konsultasi. Pula, bisa memengaruhi hasil pemeriksaan kesehatan yang akan Anda jalani.

Terkadang, Anda berpikir dokter tersebut salah analisis. Padahal, kesalahan berawal dari Anda. Dilansir dari Webmd, Menurut Stephen Permut, MD dari Temple University School of Medicine di Philadelphia, Amerika Serikat, beberapa pasien sudah mengerti soal aturan ini. Namun, lebih banyak lagi yang tidak mengerti. Agar hasil analisis kesehatan dokter maksimal, tugas pasien adalah menghindari sejumlah hal berikut ini saat konsultasi dengan dokter.

1. Hindari minum kopi sebelum pengecekan tekanan darah

Kandungan kafein yang terdapat dalam kopi, minuman berenergi, ataupun bersoda dapat membuat tekanan darah melonjak tinggi. Apalagi kalau Anda meneguknya satu jam sebelum pengecekan tekanan darah berlangsung.

Hal ini juga berlaku bagi Anda yang mengonsumsi atau menggunakan produk-produk mengandung tembakau. Bahkan, efek tersebut juga didapatkan ketika Anda mengonsumsi obat-obatan mengandung dekongestan. Konsumsi beberapa hal tersebut bisa membuat analisis dokter menjadi tidak akurat.

2. Sebelum pengambilan darah, hindari makanan berlemak tinggi

Perlu Anda ketahui, makanan yang mengandung nutrisi tidak seimbang alias berlemak tinggi akan mengganggu hasil analisis darah Anda. Terlebih jika Anda sebenarnya jarang mengonsumsi makanan tersebut.

Hal ini tentu akan menyebabkan hasil pemeriksaan darah yang dilakukan menjadi tidak menggambarkan kondisi tubuh Anda sehari-hari. Sebelum pengecekan darah, umumnya Anda akan diminta berpuasa setidaknya 8-10 jam untuk memperoleh hasil yang representatif. Jangan lupa untuk mengikuti aturan tersebut.

3. Minum air sedikit sebelum tes fisik

Jika Anda melakukan general check-up yang lengkap, salah satu pengecekan yang akan dijalani adalah tes fisik. Umumnya, Anda akan diminta berlari di atas treadmill selama beberapa waktu. Tentunya, ini akan menguras tenaga bagi Anda yang tidak rutin berolahraga. Bahkan, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat.

Minum banyak air menjaga diri Anda terhindar dari dehidrasi sehingga denyut nadi dan tekanan darah berada dalam kondisi terbaik. Dehidrasi akibat kekurangan cairan juga dapat mengganggu hasil tes darah atau urine Anda.

4. Makan tidak sesuai porsi normal

Konsumsilah makanan sesuai dengan porsi yang biasa dihabiskan sehari-hari. Jika Anda tidak makan dengan normal sebelum check-up kesehatan, hasil yang didapat tentu kurang representatif terhadap kondisi tubuh sekarang.

Tak jarang sebagian orang melakukan ini agar dinilai lebih bugar dari hasil pemeriksaan yang didapatkan. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan check-up kesehatan yang ingin mengetahui riwayat dan potensi penyakit agar dapat ditangani dengan benar. Jangan ragu untuk jujur dan lakukan hal seperti biasa agar analisis kesehatan dokter lebih akurat.

5. Jangan mengonsumsi obat di luar resep dokter

Saat Anda sakit, dokter umumnya akan mengevaluasi gejala-gejala yang muncul tanpa efek samping dari obat-obatan yang dijual bebas. Sebenarnya, ini dilakukan supaya dokter mengetahui dampak gejala tersebut di tubuh Anda.

Selain itu, beberapa obat dapat meningkatkan tekanan darah sehingga berpotensi mengganggu hasil pemeriksaan. Misalnya, jika Anda demam, umumnya akan mengonsumsi penurun panas, paracetamol, atau ibuprofen. Padahal, hal ini akan membuat analisis dokter menjadi bias.

Bahkan, dokter jadi tidak mengetahui pola demam pasien yang akurat. Padahal, pola demam ini dapat menunjukkan gejala penyakit tertentu. Jadi, penyakit yang dialami Anda bisa segera diketahui dan diatasi. Namun, bila Anda benar-benar membutuhkan obat, jangan lupa memberitahunya ketika konsultasi dokter.

6. Tidak melakukan perawatan kecantikan sebelum konsultasi dokter

Tahukah Anda kalau kuku dan kulit bisa menjadi indikator yang membantu analisis dokter untuk menunjukkan masalah kesehatan krusial? Misalnya, masalah anemia, diabetes, dan juga penyakit jantung.

Sebaiknya, Anda menghindari melakukan perawatan kecantikan ketika akan pergi konsultasi dokter, seperti manicure, pedicure, ataupun scrubbing. Hal ini hanya akan menyamarkan tanda dan gejala penyakit-penyakit krusial tersebut. Penggunaan kosmetik yang berlebihan juga kurang dianjurkan agar dokter dapat menganalisa masalah dari kulit wajah Anda.

7. Lebih baik jauhkan konsumsi minuman beralkohol

Alkohol akan mengubah kadar trigliserida dalam tubuh Anda. Ini merupakan salah satu jenis lemak termasuk dalam komponen pengukuran kadar kolesterol. Hindari konsumsi alkohol setidaknya 24 jam sebelum tes kesehatan atau konsultasi dokter.

Hal ini dilakukan supaya hasil analisis dokter lebih akurat. Peningkatan trigliserida juga dapat terjadi jika Anda makan secara berlebihan sebelum pengecekan.

Selain beberapa hal yang perlu dihindari di atas, sebaiknya catat juga beberapa hal yang ingin ditanyakan ketika periksa kesehatan. Jangan sampai ada yang terlewat. Ingat, malu bertanya bisa sesat di jalan. Tentunya, Anda tak ingin “tersesat” untuk urusan kesehatan, kan.

[AYU/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar