Sukses

Tidak Suka Makan Sayur, Benarkah karena Gen?

Tidak suka makan sayur bisa disebabkan faktor genetik? Temukan faktanya sebenarnya di bawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Meski menjadi salah satu asupan wajib sehari-hari, nyatanya tidak semua orang suka makan sayuran. Mereka beralasan, sayuran meninggalkan rasa pahit yang tidak enak di lidah. Anda merasakan hal yang sama? Kalau iya, hal tersebut ternyata punya alasan ilmiah. Sebab, dalam sebuah penelitian terbaru, tidak suka makan sayur rupanya dapat disebabkan oleh gen. Kok bisa ya? 

Benci sayur karena gen?

Meski agak mengherankan untuk dipercaya, para peneliti di Universitas Kentucky, Amerika Serikat, percaya bahwa gen tertentu membuat senyawa dalam beberapa sayuran terasa pahit bagi sebagian orang. Akibatnya, orang-orang ini cenderung menghindari sayuran bergizi dan sehat. Ini jadinya akan memengaruhi pola makan sehat Anda. 

Menurut Jennifer L. Smith, salah satu penulis studi pendahuluan dari Fakultas Kedokteran Universitas Kentucky, manusia dilahirkan dengan dua salinan gen perasa yang disebut TAS2R38. Mereka yang mewarisi keduanya disebut AVI, yang tidak peka terhadap rasa pahit. 

Namun, ada kelompok orang yang mewarisi satu salinan AVI dan satu salinan PAV. Salinan PAV diketahui sangat sensitif terhadap rasa pahit.

“Peneliti juga menemukan bahwa orang yang juga memiliki gen PAV lebih dari 2 1/2 kali kemungkinan sangat sedikit mengonsumsi sayuran,” Smith menambahkan, seperti dilansir dari Healthline

1 dari 2 halaman

Bukan alasan untuk tidak makan sayur

Meskipun penelitian terbaru mengungkapkan bahwa gen dapat berperan dalam suka atau tidaknya Anda menyukai sayur, itu bukan alasan sama sekali menghindari sayur. Menurut dr. Rio Aditya dari KlikDokter, faktor kebiasaan atau pola makan sehat sehari-sehari juga berperan penting. 

“Kebiasaan yang ditularkan oleh orang tua dan orang sekitar bisa menjadi faktor penting seseorang tidak suka dengan sayur,” ujar dr. Rio Aditya. 

Misalnya, saat berada di rumah, Anda sebagai orang tua tidak memberikan contoh dan membiasakan si Kecil makan sayur setiap hari. Apabila kebiasaan ini bertahan, anak pun akan menolak makan sayur hingga dia dewasa. 

Padahal, di dalam sayur terdapat sejumlah nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan Anda. Sebut saja vitamin A, vitamin B, kolin, dan zat besi. Saat kekurangan salah satunya, zat besi misalnya, Anda dapat mengalami anemia

Ditambahkan dr. Rio Aditya, selain adanya pengaruh dari lingkungan, keinginan untuk makan sayur seharusnya timbul dari diri Anda sendiri.

“Jangan hanya mau makan sayur saat Anda sedang sakit atau sedang merasa tidak fit. Hal ini justru buat Anda jadi tidak terbiasa dengan makan sayur. Jika hari ini Anda gagal untuk makan sayur, Anda bisa coba lagi keesokan harinya sampai Anda benar-benar terbiasa makan sayur,” kata dr. Rio menegaskan.

Kalau perlu, Anda bisa mencoba makan sayur setiap hari agar Anda jadi terbiasa dengan makanan sehat tersebut. Sajikan sayuran dengan menu yang beragam untuk menghindari kebosanan. Misalnya diolah dalam bentuk sup, salad, dijadikan lalapan, atau dicampur dalam bentuk gado-gado.

Kurangi juga asupan junk food dan fast food. Makanan yang memiliki cita rasa kuat tersebut diyakini bisa membuat diri Anda jadi malas untuk makan sayur.

Menurut dr. Rio, malas makan sayur dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Antara lain, berat badan naik, sulit buang air besar (BAB) atau sembelit, meningkatkan risiko kanker, dan meningkatkan kadar gula darah. 

Jadi, tidak sukanya seseorang makan sayur dapat dipengaruhi oleh gen. Meski demikian, kebiasaan yang dibentuk sejak dini serta faktor lingkungan dapat berperan besar juga. Itu sebabnya, Anda sebagai orang tua harus membiasakan si Kecil makan sayur. Anda bisa memulainya dari diri sendiri. Saat anak melihat Anda rutin makan sayur, lama-lama dia akan tertarik juga mengonsumsi sayur. Ayo, mulai melakukan pola makan sehat. 

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar