Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Manakah yang Sehat, Kandungan Margarin atau Kandungan Mentega?

Manakah yang Sehat, Kandungan Margarin atau Kandungan Mentega?

Walau serupa, ternyata kandungan mentega dan kandungan margarin berbeda. Kira-kira manakah yang lebih sehat dan aman dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang tengah melakukan diet, penggunaan margarin dan mentega tidak akan lepas dari gaya hidup sehari-hari. Namun, hingga saat ini sebagian besar dari Anda masih belum bisa membedakan kedua bahan makanan tersebut. Bahkan, banyak yang mempertanyakan kesehatan kandungan mentega dan kandungan margarin. 

Dilansir dari Medical News Today, mentega merupakan produk turunan susu. Proses pembuatan mentega dengan cara mengocok krim atau susu. Hal ini dilakukan untuk memisahkan komponen padat dan cairnya. Umumnya, mentega digunakan dalam memasak, memanggang, dan menjadi pasangan selai ketika memakan roti. 

Lalu, bagaimana dengan margarin? Sebenarnya, margarin merupakan produk makanan yang dikembangkan sebagai pengganti mentega. Kandungan margarin terdiri dari minyak berbahan dasar tumbuhan, seperti canola oil, minyak buah sawit, dan kedelai.

Amankah kandungan margarin dan mentega untuk kesehatan jantung?

Selain ingin menjaga bentuk tubuh, diet juga dilakukan untuk kesehatan jantung. Terkadang, hal yang sering kali dipermasalahkan adalah pemilihan komponen diet atau asupan makanan yang aman untuk kesehatan jantung. 

Dilansir dari Harvard Health Publishing, bila Anda ingin tetap menjaga kesehatan jantung selama diet, ini yang perlu dipertimbangkan dan diketahui ketika memilih margarin dan mentega:

  • Margarin mengandung lemak trans (lemak tak jenuh), sedangkan mentega mengandung lemak jenuh.
  • Lemak trans (lemak tak jenuh) akan meningkatkan LDL (kolesterol jahat), dan menurunkan HDL (kolesterol baik).
  • Lemak jenuh meningkatkan LDL (kolesterol jahat), tetapi tidak memengaruhi HDL (kolesterol baik).
  • Kolesterol hanya ditemukan dalam produk hewan, minyak kelapa, dan minyak sawit. Sebagian besar margarin mengandung sedikit hingga nol kadar kolesterol, sedangkan mentega mengandung kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Pemilihan antara margarin maupun mentega sebenarnya bergantung terhadap kebutuhan diet dan kondisi kesehatan setiap individu. Anda disarankan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dulu ketika ingin menggunakan mentega ataupun margarin ketika akan melakukan diet. 

1 dari 3 halaman

Tips memilih mentega atau margarin yang terbaik

Penggunaan mentega atau margarin secara tepat sebenarnya menjadi kunci keberhasilan diet dan juga kesehatan jantung Anda. Selain itu, pemilihan produk yang tepat juga dapat memengaruhi hasil yang lebih baik. 

Berikut ini beberapa tips memilih produk mentega dan margarin yang baik untuk tubuh: 

  • Carilah margarin dengan kadar lemak trans (lemak tak jenuh) seminimal mungkin. Ada baiknya Anda memilih produk dengan lemak trans 0 gram. Anda juga harus pastikan memeriksa label kandungan untuk minyak yang terhidrogenasi secara parsial.
  • Ingat, suatu perusahaan makanan akan mengklaim produknya mengandung lemak trans (lemak tak jenuh) sebanyak 0 gram. Padahal, umumnya mengandung kurang dari 0.5 gram per porsi.
  • Jika memungkinkan, pilihlah mentega yang memberi keterangan bahwa sapinya diberi makan rumput (grass-fed butter).
  • Pilih mentega maupun margarin yang Anda senangi rasanya. Bila sesuai dengan lidah, Anda cenderung akan mengonsumsinya lebih banyak.
  • Lemak trans membeku pada suhu ruangan. Semakin keras suatu margarin, semakin banyak lemak trans yang terkandung di dalamnya.
  • Menambah mentega ke dalam makanan Anda akan meningkatkan kalori yang mungkin tidak diketahui sebelumnya. Kandungan mentega ini merupakan sumber lemak untuk mencerna nutrisi dan kerja tubuh. Tentunya, lemak juga membuat Anda kenyang lebih lama. 
2 dari 3 halaman

Lebih sehat mentega atau margarin?

Dari pemaparan di atas, Anda jadi mengetahui perbedaan dan cara memilih mentega serta margarin. Tentunya, Anda masih penasaran mana yang lebih sehat di antara keduanya. 

Sejumlah peneliti setuju bahwa lemak trans yang ditemukan dalam margarin akan meningkatkan risiko munculnya penyakit kronis. Itu sebabnya, sekarang ini banyak produsen margarin yang mengeluarkan produk yang tidak mengandung lemak trans di pasaran.

Jika Anda lebih memilih margarin dibandingkan mentega, pilihlah yang tidak mengandung lemak trans. Alternatif makanan diet lainnya adalah mengganti margarin dengan mintak zaitun sebagai teman makan roti. Setidaknya, kandungan minyak zaitun lebih sehat.

Konsumsi mentega dan margarin juga ditentukan dengan kesehatan tubuh Anda. Jika Anda mengidap atau memiliki risiko tinggi mengalami penyakit kronis, lebih baik konsumsi mentega dibandingkan margarin. Terutama untuk Anda yang mengidap penyakit jantung dan masalah pembuluh darah. 

Secara umum pun walaupun lemak jenuh meningkatkan LDL (kolesterol jahat), namun tidak mempengaruhi HDL (kolesterol baik). Mentega juga tidak mengalami banyak proses dalam pengolahannya.

Untuk alternatif yang lebih sehat, pilihlah mentega yang sapinya diberi makan rumput (grass-fed butter). Jika Anda berusaha menurunkan kadar kolesterol, gunakan olesan berbahan dasar stanol. 

Untuk mendapatkan saran yang tepat akan konsumsi margarin dan mentega, konsultasikan kepada dokter penyakit dalam dan atau juga ahli gizi agar Anda tidak salah dalam mengambil keputusan. Ingat, ini bisa memengaruhi bentuk tubuh dan juga kesehatan jantung Anda. 

Mengetahui kandungan mentega dan kandungan margarin dapat memberi ‘pencerahan’ untuk pola makan sehat Anda. Jangan cepat tergiur dengan klaim produk yang ditawarkan. Sebaiknya, semua dilakukan pengecekan terlebih dulu dan juga konsultasi. Biasanya, dokter akan memberikan pilihan sesuai dengan riwayat kesehatan Anda. Jangan ragu untuk bertanya, ya.  

(AYU/ RH)

1 Komentar