Sukses

Memaksimalkan Pertumbuhan Anak dengan Vitamin D

Setiap orang tua pasti ingin anaknya memiliki tubuh yang tinggi dan kuat. Untuk memaksimalkan pertumbuhan anak, kebutuhan vitamin D harus dipenuhi.

Klikdokter.com, Jakarta Anda sebagai orang tua pasti inginnya anak sehat, bertubuh tinggi dan kuat. Untuk memastikannya, Anda harus tahu cara untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Salah satunya adalah dengan memenuhi kebutuhan harian vitamin D.

Bicara tentang pertumbuhan tulang anak, mungkin kalsium lebih “populer” karena begitu banyak produk yang kandungan unggulannya adalah kalsium, sebagai nutrisi yang dibutuhkan agar anak bisa tumbuh menjulang.

Tidak salah, memang, mengingat kalsium adalah mineral pembentuk struktur tulang. Namun, selain kalsium masih ada nutrisi lainnya yang sering kali dilupakan orang tua, yaitu vitamin D.

Kalsium tak akan diserap dengan baik tanpa kecukupan vitamin D

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak bersamaan dengan vitamin A, E, dan K.

Vitamin D berperan penting dalam metabolisme kalsium. Caranya adalah dengan meningkatkan penyerapan kalsium di usus serta berperan dalam proses pertumbuhan tulang. 

Kalsium yang didapatkan dari makanan atau minuman, contohnya susu, akan diserap oleh tubuh melalui usus. Apabila jumlah vitamin D tidak mencukupi, maka penyerapan ini akan berkurang dengan signifikan. Alhasil, kalsium yang diterima oleh tulang menjadi tidak optimal.

Dengan kadar vitamin D yang cukup, penyerapan kalsium dapat meningkat hingga 40 persen. Pada kondisi kekurangan vitamin D, penyerapan yang terjadi hanya sekitar 10-15 persen saja.

Ada studi yang menunjukkan adanya hubungan antara hormon pertumbuhan (growth hormone atau GH) dengan  vitamin D. Temuannya adalah, bahwa vitamin D dapat merangsang produksi GH, yang lalu akan bersama-sama meningkatkan laju pertumbuhan tinggi anak.

1 dari 2 halaman

Apa yang terjadi bila anak kekurangan vitamin D?

Walaupun perannya sangat penting, tetapi sayangnya kekurangan atau defisiensi vitamin D adalah kasus defisiensi yang paling sering terjadi di seluruh dunia, yang sebagian besarnya adalah anak-anak. Padahal, anak-anak yang kekurangan vitamin D pertumbuhan tinggi badannya jadi tidak optimal.

Tak hanya itu, kekurangan vitamin juga dapat menyebabkan penyakit rakhitis, yang ditandai dengan melengkungnya tulang kaki serta pertumbuhan tulang gigi yang tidak normal.

Di Indonesia, salah satu misi utama dari Kementerian Kesehatan adalah menurunkan angka stunting. Stunting adalah kondisi asupan gizi anak yang tidak tercukupi secara berkelanjutan. Akibatnya, berat badan dan tinggi anak terhenti (stunted). Tak cuma anak jadi berperawakan pendek, pada akhirnya stunting juga dapat menghambat perkembangan otaknya. Karenanya, kekurangan vitamin D tidak dapat disepelekan dan harus mendapatkan perhatian lebih.

Sumber terbaik vitamin D di antaranya adalah ikan, daging, susu, dan beberapa jenis sayuran dan buah. Kebutuhan vitamin D harian adalah sekitar 400–800 IU setiap harinya.

Ikan salmon, tuna, sarden, halibut, dan kakap diketahui memiliki kandungan vitamin D yang tinggi, yaitu sekitar 200–300 IU per 75 gramnya. Satu gelas susu (250 ml) mengandung sekitar 100 IU. Bisa juga lewat konsumsi jeruk, yang mana setengah mangkuknya (125 ml) mengandung sekitar 50 IU.

Selain dari makanan, vitamin D di dalam tubuh akan menjadi aktif apabila anak terpapar sinar matahari. Sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pagi hari menjelang siang, dan sebaiknya menghindari sinar matahari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore.

Karenanya, biarkan anak-anak bermain di luar rumah. Selain itu, bermain di luar rumah membuat anak beraktivitas fisik seperti melompat dan berlari. Kegiatan fisik tersebut juga dapat merangsang pertumbuhan tulang anak.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan anak, pastikan anak tidak mengalami kekurangan vitamin D. Berikan anak makanan yang tinggi akan vitamin D dan pastikan ia terpapar sinar matahari secara cukup. 

Agar pertumbuhan tinggi anak dapat optimal, kekurangan vitamin D dapat dicegah dengan meningkatkan paparan sinar matahari secara langsung dan mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan vitamin D. Apabila tak yakin kebutuhan vitamin D pada anak tak terpenuhi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Mungkin dokter akan memberikan suplemen vitamin D agar tidak terjadi kelainan pertumbuhan secara permanen.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar