Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Selain Ruam Popok, Ini 5 Masalah Kulit yang Sering Dialami Bayi

Selain Ruam Popok, Ini 5 Masalah Kulit yang Sering Dialami Bayi

Kulit bayi masih sensitif, sehingga rentan mengalami berbagai masalah. Selain ruam popok, inilah masalah kulit yang sering dialami bayi.

Klikdokter.com, Jakarta Saat baru lahir, bayi masih amat bergantung pada orang dewasa di sekitarnya untuk menjaganyadari berbagai masalah kesehatan. Salah satu bagian tubuhnya yang harus selalu dijaga adalah kulitnya. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui beberapa masalah kulit yang sering dialami bayi, termasuk ruam popok.

Berbeda dengan pada orang dewasa, kulit bayi masih sangat sensitif. Kondisi kulit bayi juga masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti cuaca, suhu ruangan, keringat, dan bahan iritan.

Ruam Popok Sebagai Salah Satu Masalah Kulit yang Paling Sering dialami Bayi

Dengan demikian, kombinasi kulit yang sensitif ditambah dengan faktor eksternal tersebut membuat si Kecil jadi rentan mengalami berbagai gangguan kulit. Salah satu masalah kulit yang sangat umum terjadi adalah ruam popok.

Pada ruam popok, area bokong si Kecil yang biasanya ditutup oleh popok mengalami bercak kemerahan akibat iritasi dari bahan iritan maupun infeksi jamur atau bakteri. Untuk mengatasinya, salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengoleskan produk atau krim khusus ruam popok seperti Kinderen Diaper Rash Cream, yang mengandung:

  • Lima persen Dexpanthenol atau vitamin B5 untuk membantu merawat kulit yang mengalami ruam popok.
  • Ekstrak Calendula dan Aloe vera untuk membantu menyejukkan kulit kemerahan akibat ruam popok.
  • Zinc oxide untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit si Kecil.
  • Dimethicone untuk membantu menyejukkan kulit.

Deretan Masalah Kulit yang Sering dialami Bayi Selain Ruam Popok

Namun, bukan hanya ruam popok, masih ada sejumlah masalah kulit lain yang juga sering timbul pada si Kecil. Berikut adalah lima di antaranya, serta cara mengatasinya:

1. Milia

Milia merupakan kondisi dimana tampak bintik putih kecil pada hidung dan pipi si Kecil. Penyakit ini paling sering terjadi pada bayi baru lahir. Hingga saat ini, masih belum jelas apa yang menyebabkan milia, tapi kemungkinan karena kelenjar kulit bayi yang masih belum berkembang sempurna.

Biasanya, milia pada si Kecil bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Tapi yang harus diingat, jangan memencet atau menekan milia karena bisa berpotensi menimbulkan peradangan dan infeksi.

2. Heat rash atau miliaria

Selain ruam popok, heat rash atau miliaria adalah masalah kulit yang paling sering dijumpai di negara tropis seperti Indonesia. Penyakit yang juga sering disebut sebagai biang keringat ini disebabkan saluran kelenjar keringat yang tersumbat, sehingga timbul bintik kemerahan.

Biasanya, bintik kemerahan tersebut terdapat di sekitar leher, punggung, dada, atau daerah lipatan di tubuh si Kecil.

Selain karena kelembapan udara, biang keringat pada si Kecil juga dapat dipicu oleh pemakaian bedung atau cuaca panas yang menyebabkan si Kecil banyak berkeringat.

Saat si Kecil mengalami biang keringat, Anda cukup membersihkannya dengan air biasa. Kemudian, pakaikan si Kecil dengan pakaian yang menyerap keringat dan hindari pakaian berlapis-lapis untuk mencegah munculnya biang keringat baru.

Namun, apabila si Kecil tampak rewel dan ruam bertambah hingga tampak merah atau bernanah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

3. Cradle crap atau dermatitis seboroik

Cradle crap atau dermatitis seboroik adalah kondisi dimana area sekitar kulit kepala, alis, wajah, telinga, dan hidung tampak berwarna merah muda atau merah yang disertai sisik. Sisik tersebut bisa berwarna putih atau kuning.

Kelainan tersebut disebabkan oleh produksi kelenjar minyak yang berlebih, pertumbuhan sel kulit yang berlebih, atau stimulasi hormon saat ibu hamil. Untuk mengatasinya, biasanya Anda cukup membersihkan kulit si Kecil menggunakan air dan tanpa sabun.

Anda juga dapat mengaplikasikan krim pelembap khusus bayi untuk mengurangi kulit kering si Kecil. Apabila sisik bertambah banyak atau tampak mengeluarkan nanah, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter.

4. Dermatitis atopi

Dermatitis atopi adalah kelainan kulit yang berhubungan dengan daya tahan tubuh. Penyakit ini erat kaitannya dengan riwayat keluarga atau penyakit alergi seperti asma. Gejalanya dapat berupa kemerahan pada daerah lipatan, seperti siku dan belakang lutut, yang disertai gatal atau lenting bila sudah berlangsung lama.

Hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, bila si Kecil tampak mengalaminya, sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter untuk mengetahui pencetus dan penanganannya.

5. Jerawat bayi atau neonatal acne

Tidak hanya pada orang dewasa, ternyata bayi juga dapat mengalami jerawat yang disebut neonatal acne. Gejalanya pun mirip dengan jerawat pada orang dewasa, di mana terdapat bintik merah dan kecil, terutama di bagian dahi dan pipi. Masalah ini biasanya terjadi beberapa hari hingga beberapa minggu setelah kelahiran.

Penyebabnya sendiri diperkirakan karena hormon sang ibu saat hamil yang tersalurkan ke tubuh bayi. Jerawat pada si Kecil tidak memerlukan penanganan khusus karena biasanya akan berkurang dalam tiga bulan setelah kelahiran. Hindari mengoleskan salep apa pun ke jerawat dan cukup bersihkan wajah si Kecil seperti biasa.

Masalah kulit bayi tidak terbatas pada ruam popok saja. Oleh karena kulitnya yang sensitif, masih ada beberapa masalah kulit lain yang dapat dialami si Kecil. Kenali masalah kulit tersebut, hindari penyebabnya, dan ketahui cara penanganan awalnya. Bila masalah berlanjut, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar