Sukses

Terkena Gangguan Prostat, Bagaimana Mengatasinya?

Gangguan prostat bisa menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas Anda. Oleh sebab itu, simak cara mengobatinya lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda mengalami gangguan prostat, maka akan timbul berbagai keluhan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat buang air kecil. Penting untuk tahu cara menanganinya agar gangguan tersebut dapat segera diatasi. Tapi, bagaimana caranya? 

Sebelum membahasnya lebih lanjut, tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis gangguan prostat? Beberapa di antaranya, yaitu prostatitis atau peradangan pada prostat, kanker prostat, dan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), paling sering terjadi

Namun, diantara semua gangguan prostat tersebut, yang paling sering terjadi dan dialami banyak orang adalah BPH. Proses gangguan ini dipengaruhi oleh hormon dan usia, sehingga sering dianggap sebagai sesuatu yang normal dan merupakan bagian dari proses penuaan pada laki-laki.

Anda bisa jadi mengenal BPH sebagai pembesaran atau pembengkakan prostat. Gangguan ini tentu saja hanya terjadi pada laki-laki karena organ prostat hanya terdapat pada laki-laki.

Pada dasarnya, BPH bisa dibilang kelainan organ prostat yang diakibatkan pertambahan jumlah sel di dalamnya, tapi masih bersifat jinak. Pertambahan sel tersebut membuat prostat menjadi bengkak dan membesar.

Hormon yang memengaruhi pertambahan sel itu sendiri adalah testosterone dan dihidrotestosteron. Seiring bertambahnya usia, proses pembesaran prostat akibat kedua hormon tersebut berlangsung semakin lama, sehingga sewaktu-waktu dapat menimbulkan masalah.

Gejala BPH

Gejala yang dialami penderita BPH biasanya berkaitan dengan buang air kecil. Pada saat proses berkemih atau buang air kecil, urine yang ditampung pada kandung kemih akan dialirkan melalui uretra atau saluran kencing, sebelum akhirnya keluar dari ujung penis. 

Namun, saluran kencing tersebut harus terlebih dahulu melewati prostat, sehingga jika terjadi pembengkakan, maka akan turut menghambat aliran kencing. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin dialami penderita BPH akibat proses tersebut:

  • Aliran kencing menjadi lemah karena alirannya tidak lancar.
  • Urine menetes di akhir berkemih.
  • Mengalami hesitancy, yaitu kesulitan untuk mulai buang air kecil karena salurannya bisa tertutup akibat desakan prostat yang membengkak.
  • Harus mengejan saat mau buang air kecil. Hal ini dilakukan sebagai bentuk usaha agar urine dapat mengalir melalui hambatan saluran tadi.
  • Mengalami nokturia, yaitu keluhan sering buang air kecil pada malam hari.
1 dari 2 halaman

Bagaimana mengatasi BPH?

Urine yang menumpuk (retensi urine) karena tersumbatnya saluran kencing akibat pembengkakan prostat dapat menimbulkan masalah serius. Selain nyeri perut bawah yang hebat, urine yang menumpuk dapat mengalir kembali ke ginjal dan menyebabkan kerusakan. 

Oleh sebab itu, BPH yang sudah sampai menimbulkan retensi urine merupakan keadaan darurat yang harus cepat ditangani. Keadaan tersebut juga merupakan salah satu indikasi untuk perlu dilakukannya tindakan operasi.

Untuk mengatasi BPH, terutama yang sudah cukup parah, tindakan operasi memang yang paling efektif karena dapat langsung mengurangi pembengkakan atau langsung mengangkat seluruh prostat. Namun, sebenarnya tidak semua keadaan BPH membutuhkan tindakan operasi. 

Pengobatan BPH sangat tergantung pada derajat keparahan dan keadaan penderita. Jika penderita tidak merasa terganggu atau tidak ada gejala yang parah, maka cukup berobat jalan secara berkala sesuai yang disarankan dokter dan mengonsumsi obat tertentu.

Obat-obatan yang biasa digunakan adalah kombinasi antara finasteride, yang berfungsi untuk mengurangi hormon penyebab pembengkakan prostat. Selain itu juga tamsulosin,yang berfungsi untuk melemaskan otot saluran kencing agar aliran urine menjadi lancar.

Selain itu, untuk membantu memelihara kesehatan prostat, Anda juga dapat mengonsumsi produk dari tanaman herbal seperti Prostakur. Setiap kapsul Prostakur mengandung 160 mg ekstrak serenoa repens fructus atau dikenal juga sebagai saw palmetto fruits. Kandungan ini juga telah banyak diteliti dan terbukti mempunyai peran dalam menghambat BPH.

Salah satu gangguan prostat yang paling sering terjadi, yaitu BPH, erat kaitannya dengan faktor hormon dan usia. Untuk mengobatinya, tidak selalu butuh tindakan operasi, tergantung dengan tingkat keparahannya. Anda juga dapat mengonsumsi produk tertentu, seperti Prostakur yang memiliki kandungan yang telah terbukti dalam membantu memelihara kesehatan prostat. Dengan mengonsumsi Prostakur 2 kali sehari 1 kapsul dapat membantu menjaga kesehatan prostat Anda.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar