Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Punya Fantasi Seksual, Normal atau Tidak?

Fantasi seksual adalah topik yang jarang diperbincangkan, yang biasanya hanya disimpan sendiri. Punya fantasi seksual itu sebetulnya normal atau tidak?

Klikdokter.com, Jakarta Fantasi seksual tak hanya dimiliki mereka yang masih single, tetapi juga orang-orang yang sudah berpasangan. Ada yang hanya memendamnya sendiri, ada pula ya blak-blakan ingin mewujudkannya. Apakah memiliki fantasi seksual adalah hal yang normal?

Tipe fantasi seksual yang sering dipikirkan orang

Dilansir dari Healthline, banyak orang yang malu dengan pikiran erotis mereka. Padahal, fantasi seksual lumrah terjadi, sekalipun pada orang-orang yang sudah memiliki pasangan.

Edukator seks Lehmiller, Ph.D., asal Amerika Serikat (AS) pernah melakukan survei terhadap lebih dari 4.000 orang. Ternyata, ada tujuh “tema” fantasi yang umumnya dimiliki oleh sebagian besar orang, yaitu:

  • Melakukan seks dengan multi pasangan

Juga kerap membayangkan ini? Anda tak sendirian. Seks dengan multi pasangan adalah fantasi seksual yang paling umum, paling tidak di AS. Pemilik fantasi tersebut biasanya memiliki keinginan terpendam untuk membuat kehidupan seksnya jadi makin ‘hidup’.

  • Fantasi tentang kekuatan, kontrol, dan seks yang kasar

Selain bercinta dengan beberapa orang sekaligus, ada lagi fantasi yang kerap dipikirkan, yaitu bercinta dengan kekerasan. Sadisme dan masokisme (S&M), ‘perbudakan’, dan dominasi merupakan fantasi kedua yang paling populer.

  • Melakukan hubungan seks di tempat yang tak biasa

Biasanya, kamar tidur adalah tempat paling umum untuk bercinta. Karenanya, banyak yang ingin melakukan aktivitas seksual di tempat-tempat yang tak biasa, bahkan yang berisiko. Misalnya di pantai, kamar mandi pesawat, ruang ganti toko di pusat perbelanjaan, ruang kerja, dan lain-lain.

Bercinta di tempat yang tak biasa bisa memicu adrenalin. Makin berisiko tempatnya, maka akan makin menggairahkan.

  • Membayangkan perselingkuhan

Sebanyak 0,5 persen orang mengatakan, fantasi selingkuh membangkitkan gairah mereka. Fantasi ini biasanya dimiliki oleh mereka yang sudah berada dalam hubungan monogami cukup lama.

Mereka memikirkan bahwa mereka ‘diperbolehkan’ untuk bercinta dengan orang lain atau justru mereka membayangkan pasangannya bercinta dengan orang lain.

  • Hubungan seks yang aneh dan tabu

Aneh dan tabu yang dimaksud di sini termasuk menjilati kaki, ketiak, dan lain sebagainya. Membayangkan bahwa Anda sendiri melihat orang lain melakukan hubungan seksual tanpa sepengetahuannya juga bisa meningkatkan gairah seks.

  • Membayangkan hubungan seks yang penuh gairah dan romansa

Umumnya, fantasi ini dimiliki oleh wanita, apalagi jika dalam keseharian mereka tidak mendapat kelembutan dari pasangannya. Mereka kerap kali berimajinasi bahwa segala keintiman dilakukan sambil berkontak mata, dikelilingi lilin, kelopak mawar, atau apa pun hal yang dianggap romantis lainnya.

  • Membayangkan sebuah peran dan fleksibilitas gender

Ada pula orang yang membayangkan dirinya menjadi figur tertentu di dalam suatu kondisi. Misalnya saja berperan sebagai guru atau murid, dokter dan pasien, atau bahkan bertukar jenis kelamin dan bercinta dengan pasangan sesama jenis.

Jadi, benarkah fantasi-fantasi di atas normal?

Seperti yang sempat disinggung di atas, memiliki fantasi seksual itu normal adanya. Namun, menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, psikolog dari KlikDokter, itu bisa berubah menjadi tidak normal jika Anda memaksakan untuk mewujudkannya tanpa persetujuan dan merugikan pasangan.

Misalnya, Anda memiliki fantasi seksual untuk bermain peran tertentu saat bercinta dengan pasangan. Bila pasangan setuju, itu tidak masalah.

“Beda halnya jika Anda memiliki fantasi seksual yang bisa menyakiti pasangan dan benar-benar ingin mempraktikkannya meski pasangan sudah menolak. Itu jadi tak normal. Menyakiti pasangan pada dasarnya bukan lagi wujud fantasi seksual yang normal,” jelas Ikhsan.

Satu hal yang perlu diperhatikan di sini adalah mendiskusikannya terlebih dulu kepada pasangan, serta pikirkan dampaknya ke depan. Misalnya, apakah fantasi seksual dan praktiknya dapat mengganggu kelangsungan hubungan? Jika ya, sebaiknya jangan dilakukan. Tak semua apa yang Anda pikirkan mesti direalisasikan di kehidupan nyata.

Punya fantasi seksual itu sah-sah saja. Asalkan, Anda tidak memaksakan diri untuk mempraktikkannya, apalagi tanpa seizin dan sampai melukai pasangan. Jika Anda merasa terganggu dengan fantasi seksual Anda, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan psikolog.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar