Sukses

Fakta Sehat Kerupuk, si Renyah Peningkat Selera Makan

Rasanya ada yang kurang lengkap jika menyantap makanan tanpa kerupuk. Ketahui fakta sehat kerupuk yang bikin selera makan meningkat.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak lengkap rasanya bukan, jika makanan Anda tidak dilengkapi dengan kerupuk? Kerenyahan kerupuk memang bisa membuat sensasi makan jadi lebih nikmat. Selain untuk melengkapi makanan, kerupuk juga sering dijadikan camilan. Namun, tahukah Anda mengenai fakta sehat kerupuk?

Mengenal kerupuk

Jenis dari kerupuk pun sangat beragam. Meskipun kebanyakan berbahan dasar tepung tapioka, tapi ada juga yang terbuat dari nasi, beras ketan, biji melinjo, hingga kulit sapi atau kerbau.

Dalam pembuatannya, penambahan zat lain juga diberikan dalam adonan seperti ikan, udang, bawang, garam, penikmat rasa, sampai pewarna buatan. Adonan tersebut kemudian dibentuk dan dijemur hingga kering sebelum akhirnya siap dibungkus dalam kemasan.

Beberapa jenis kerupuk yang terkenal di Indonesia adalah kerupuk putih (dikenal juga dengan kerupuk uyel), kerupuk warna-warni; kerupuk udang, kerupuk ikan; kerupuk kulit dan emping. Biasanya jenis-jenis kerupuk di atas melengkapi makanan seperti nasi goreng, gado-gado, ketoprak, dan soto.

Kerupuk termasuk dalam makanan olahan karena dijual dalam bentuk kemasan dan masih dalam bentuk mentah sehingga perlu digoreng lagi. Seperti yang Anda tahu, makanan olahan, apalagi makanan yang digoreng, biasanya tidak sehat. Kendati demikian, bagaimana dengan kerupuk?

Kandungan nutrisi kerupuk

Setiap takaran 100 gram atau sekitar 6 buah kerupuk kecil, nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah sekitar 500 kalori, 70 gram karbohidrat, 20 gram lemak, 100 miligram kolesterol, dan 1200 miligram garam.

Tentunya kandungan ini dapat bervariasi tergantung jenis dan jumlah kerupuk. Pada kerupuk yang dicampurkan dengan ikan atau udang, biasanya memiliki tambahan protein sekitar 4 gram. Selain itu kerupuk juga hampir tidak memiliki kandungan vitamin ataupun serat.

Sebagai pembanding, kerupuk putih yang mengandung sekitar 100-150 kalori setara dengan setengah piring nasi. Maka Anda bisa bayangkan jika sudah makan dengan nasi satu piring ditambah dengan kerupuk, akan menambah jumlah kalori yang Anda konsumsi menjadi setara setengah piring nasi lagi.

Untuk membakar kalori kerupuk, kira-kira membutuhkan waktu 15 menit bersepeda atau 10 menit berlari atau 30 menit bersih-bersih rumah. Itu baru dalam hitungan 100 kalori. Bayangkan juga jika makan kerupuk dengan ukuran kecil dan lupa sudah berapa banyak yang Anda makan.

Kandungan tinggi karbohidrat pada kerupuk dapat menyebabkan kegemukan, bahkan obesitas jika setelah makan tidak melakukan aktivitas. Selain itu, tinggi kandungan garam dapat meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi). Tingginya kandungan lemak juga dapat membuat Anda gemuk dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Jadi, meskipun kerupuk mengandung nutrisi yang tidak lengkap, makanan ini tetap boleh dikonsumsi. Tapi yang perlu menjadi catatan, jangan makan kerupuk dalam jumlah berlebihan, karena berbahaya bagi tubuh Anda.

Maka dari itu, mulai sekarang setiap akan membeli kerupuk mentah kemasan, ada baiknya Anda perhatikan kandungan gizinya.

Pilih saja kerupuk yang mengandung paling rendah garam dan lemak yang dikemas ukuran kecil. Tapi, jika ragu konsumsi kerupuk yang dijual di pasaran, Anda bisa menggoreng kerupuk menggunakan minyak jagung di rumah.

Pasalnya, minyak jagung tinggi akan vitamin E dan dapat memenuhi 15 persen kebutuhan harian vitamin E hanya dengan mengonsumsi satu sendok makan saja. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Setelah tahu penjelasan fakta sehat kerupuk di atas, Anda tak perlu takut konsumsi kerupuk jika jumlahnya dibatasi. Perbanyak pula makan sayur dan buah karena serat akan menghambat dampak yang diakibatkan setelah makan kerupuk.

[RPA/ RH]

2 Komentar