Sukses

Fakta Sehat Kerupuk, si Renyah Peningkat Selera Makan

Rasanya ada yang kurang lengkap jika menyantap makanan tanpa kerupuk. Ketahui fakta sehat kerupuk yang bikin selera makan meningkat.

Bagi kebanyakan orang Indonesia, rasanya kerupuk adalah teman makan yang wajib disediakan. Kerenyahan kerupuk memang bisa membuat sensasi makan jadi lebih nikmat.

Ada berbagai jenis kerupuk yang dikenal, yaitu kerupuk putih (dikenal juga dengan kerupuk uyel), kerupuk warna-warni, kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk kulit dan emping.

Biasanya jenis-jenis kerupuk di atas melengkapi makanan seperti nasi goreng, gado-gado, ketoprak, dan soto.

Selain untuk melengkapi makanan, kerupuk juga sering dijadikan camilan. Yuk, kenali fakta lainnya tentang kerupuk yang tak kalah menarik.

1 dari 3 halaman

Kandungan Gizi Kerupuk

Jenis dari kerupuk sangat beragam. Meski kebanyakan berbahan dasar tepung tapioka, ada juga kerupuk yang terbuat dari nasi, beras ketan, biji melinjo, hingga kulit sapi atau kerbau.

Karena jenisnya yang beragam, kandungan gizi kerupuk juga berbeda-beda tergantung dari jenisnya.

Artikel Lainnya: Mana yang Lebih Sehat, Abon Sapi atau Abon Ayam?

Dalam proses pembuatannya juga, ada penambahan zat lain dalam adonan, seperti ikan, udang, bawang, garam, penikmat rasa, sampai pewarna buatan.

Adonan tersebut kemudian dibentuk dan dijemur hingga kering sebelum akhirnya siap dibungkus dalam kemasan.

Setiap takaran 100 gram atau sekitar 6 buah kerupuk kecil mengandung sekitar:

  • 500 kalori.
  • 70 gram karbohidrat.
  • 20 gram lemak.
  • 100 miligram kolesterol.
  • 1200 miligram garam.

Tentunya kandungan kerupuk dapat bervariasi tergantung jenis dan jumlah kerupuk.

Pada kerupuk yang dicampurkan dengan ikan atau udang, biasanya memiliki tambahan protein sekitar 4 gram.

Selain itu, perlu diketahui bahwa kerupuk hampir tidak memiliki kandungan vitamin ataupun serat.

Sebagai pembanding, kalori dalam kerupuk putih adalah sekitar 100-150, setara dengan setengah piring nasi.

Anda bisa bayangkan, jika sudah makan dengan nasi satu piring, ditambah dengan kerupuk, jumlah kalori yang Anda konsumsi akan ikut bertambah.

Artikel Lainnya: Nasi Merah dan Nasi Shirataki, Mana yang Lebih Sehat?

2 dari 3 halaman

Tips Konsumsi Kerupuk yang Sehat

Demi memiliki hidup yang sehat, tentu Anda wajib memiliki pola makan yang sehat.

Jika Anda ingin makan kerupuk, Anda tetap harus memperhatikan berbagai tips berikut ini:

  • Hindari Makan Kerupuk Setiap Saat

Makan kerupuk boleh saja, asalkan tidak dijadikan kebiasaan. Terlebih jika Anda makan kerupuk sebagai camilan setiap saat.

Kandungan tinggi karbohidrat dalam kerupuk dapat menyebabkan kegemukan, bahkan obesitas jika setelah makan tidak melakukan aktivitas.

Selain itu, kandungan garam yang tinggi di dalamnya bisa meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Tingginya kandungan lemak juga dapat membuat Anda gemuk, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Artikel Lainnya: Sosis Siap Makan, Apakah Ada Nutrisinya untuk Anak?

  • Tetap Aktif Berolahraga

Untuk membakar kalori kerupuk, kira-kira dibutuhkan waktu 15 menit bersepeda atau 10 menit berlari atau 30 menit bersih-bersih rumah. Itu baru dalam hitungan 100 kalori.

Bayangkan juga jika makan kerupuk dengan ukuran kecil dan lupa sudah berapa banyak yang Anda makan.

  • Perhatikan Kandungan Gizi Kerupuk dan Jenis Kerupuk

Mulai sekarang, biasakan setiap akan membeli kerupuk mentah kemasan, Anda perhatikan kandungan gizinya.

Pilih saja kerupuk yang mengandung paling rendah garam dan lemak yang dikemas ukuran kecil.

Namun, jika ragu dalam mengonsumsi kerupuk yang dijual di pasaran, Anda bisa menggoreng kerupuk menggunakan minyak jagung di rumah.

Setelah tahu fakta kerupuk di atas, Anda tak perlu takut konsumsi kerupuk jika jumlahnya dibatasi.

Perbanyak pula makan sayur dan buah karena serat akan menghambat dampak buruk yang diakibatkan setelah makan kerupuk.

Dapatkan informasi seputar gaya hidup sehat lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

[WA]

2 Komentar