Sukses

Bisakah Hamil Lagi Setelah Mengalami Plasenta Previa?

Plasenta previa adalah kondisi sebagian atau seluruh plasenta menutupi serviks. Bisakah seorang wanita hamil lagi setelah mengalami plasenta previa?

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak potensi masalah yang dihadapi wanita hamil. Salah satunya adalah plasenta previa. Kondisi ini tergolong cukup berat, bahkan bisa mengancam nyawa ibu dan janin. Apakah seorang wanita bisa hamil lagi setelah mengalami plasenta previa?

Plasenta previa: faktor risiko, gejala, dan diagnosis

Plasenta previa merupakan suatu komplikasi kehamilan dengan kondisi plasenta atau ari-ari berada di rahim bagian bawah, yang seluruhnya atau sebagian menutupi jalan lahir.

Risiko perdarahan terjadi ketika plasenta tersebut mulai terpisah dari dinding rahim, ketika jalan lahir mulai terbuka pada saat proses persalinan dimulai. 

Plasenta previa dapat terjadi pada 0,5 persen atau 1 dari 200 kehamilan. Walau bisa dialami oleh setiap ibu hamil, tetapi ada beberapa kondisi yang menjadikan ibu hamil lebih berisiko mengalaminya, yaitu:

  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun
  • Telah memiliki lebih dari satu anak
  • Riwayat persalinan sesar
  • Pernah menjalani operasi di rahim
  • Sebelumnya memiliki kehamilan kembar dua atau tiga

Gejala plasenta previa antara lain:

  • Kontraksi yang terjadi sebelum waktu persalinan tiba (kontraksi prematur)
  • Posisi bayi sungsang (kaki di bawah)
  • Ukuran rahim lebih besar daripada usia kehamilan

Selain gejala-gejala di atas, tanda yang paling jelas lainnya adalah terjadinya perdarahan pada kehamilan trimester ketiga. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kesadaran untuk kontrol kehamilan yang rutin, ada atau tidaknya plasenta previa bisa diketahui sejak awal lewat pemeriksaan USG, bahkan sebelum gejala-gejala lain muncul.

Melalui pemeriksaan USG, lokasi plasenta bisa diketahui sejak awal, termasuk perkembangannya jika ternyata plasenta bergeser dan tidak lagi menutupi jalan lahir.

Setelah kondisi plasenta previa diketahui, maka ibu hamil harus banyak beristirahat, menghindari berbagai aktivitas berat, melakukan hubungan seks, menjaga diri jangan sampai terjatuh, serta kontrol kehamilan secara rutin sesuai anjuran dokter.

1 dari 2 halaman

Pernah mengalami plasenta previa, bisakah hamil lagi?

Pertanyaan tersebut mungkin sering ditanyakan oleh para wanita yang pernah mengalami plasenta previa. Pasalnya, komplikasi ini dapat meninggalkan trauma tersendiri, terlebih jika tejadi perdarahan berat pada masa kehamilan.

Jadi, apakah bisa hamil lagi? Jawabannya adalah bisa! Kunci utamanya adalah pada pengendalian kondisi.

Persalinan harus direncanakan dengan matang, sehingga ibu hamil dapat terhindar dari perdarahan  berat yang tak dapat dikendalikan. Pasalnya, jika keadaan tersebut sampai terjadi, dokter mungkin perlu melakukan operasi pengangkatan rahim sehingga seorang wanita tak bisa hamil lagi.

Namun, jika pada kehamilan dengan plasenta previa perdarahan berat bisa dihindari, maka seorang wanita hamil lagi.

Untuk itu, kontrol teratur dan perencanaan persalinan yang matang sangat dibutuhkan agar tidak terjadi komplikasi yang berat.

Dokter biasanya akan merencanakan proses persalinan dengan operasi sesar setelah 36 minggu dan pada waktu paling dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran. Langkah ini penting agar tidak terjadi perdarahan karena kontraksi yang sudah semakin banyak jelang waktu persalinan.

Jika sebelumnya ibu hamil sudah mengalami kontraksi, maka dokter akan memberikan suntikan pematangan paru untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi perdarahan, maka paru-baru bayi sudah matang dan siap untuk dilakukan operasi sesar.

Satu hal lagi perlu diingat, bila pernah mengalami kehamilan dengan kondisi plasenta previa, risiko kehamilan selanjutnya dengan plasenta previa tetap ada.

Jadi, seorang wanita bisa hamil lagi setelah mengalami plasentra previa, dengan memperhatikan hal-hal di atas. Terdengar menyeramkan memang, tetapi sebagian kasus plasenta previa terjadi tanpa secara signifikan mengganggu kehamilan. Kuncinya adalah menjaga kondisi kehamilan sebaik mungkin, deteksi dini dengan pemeriksaan USG, serta segera memeriksakan diri bila mengalami kontraksi yang mengganggu atau mengalami flek tiba-tiba.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar