Sukses

Bisakah Hamil Lagi Setelah Mengalami Plasenta Previa?

Anda mungkin bertanya-tanya, bisakah hamil lagi usai terkena plasenta previa? Ketahui peluang dan risiko hamil setelah plasenta previa di sini.

Ada banyak potensi masalah yang dihadapi wanita hamil. Salah satunya adalah plasenta previa.

Kondisi ini tergolong cukup berat, bahkan bisa mengancam nyawa ibu dan janin. Meskipun tidak semua ibu hamil akan mengalami kondisi ini, tidak ada salahnya untuk waspada.

Tidak dimungkiri, wanita yang memiliki riwayat kondisi ini akan merasa khawatir. Perasaan takut akan mengulang kondisi plasenta previa sering meliputi mereka.

Apakah ia memiliki peluang untuk bisa hamil lagi atau apakah di kehamilan berikutnya ia akan mengalami hal yang sama?

 

1 dari 3 halaman

Peluang Hamil Setelah Kena Plasenta Previa

Plasenta previa merupakan suatu komplikasi kehamilan dengan kondisi plasenta atau ari-ari berada di rahim bagian bawah, yang seluruhnya atau sebagian menutupi jalan lahir.

Normalnya, letak plasenta memang berada di bagian bawah, namun seiring bertambahnya usia kehamilan, letak plasenta akan bergeser ke atas. Dalam kondisi plasenta previa ini, ari-ari justru menetap di bagian bawah rahim.

Artikel Lainnya: Hati-Hati! Bumil dengan Plasenta Previa Harus Tahu Bahayanya Ini

Kondisi tersebut apabila dibiarkan maka dapat meningkatkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah risiko perdarahan.

Terjadi ketika plasenta tersebut mulai terpisah dari dinding rahim, ketika jalan lahir mulai terbuka pada saat proses persalinan dimulai. 

Plasenta previa dapat terjadi pada 0,5 persen atau 1 dari 200 kehamilan. Walaupun bisa dialami oleh setiap ibu hamil, tetapi ada beberapa kondisi yang meningkatkan risikonya:

  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun.
  • Telah memiliki lebih dari satu anak.
  • Riwayat persalinan sesar.
  • Pernah menjalani operasi di rahim.
  • Sebelumnya memiliki kehamilan kembar dua atau tiga.

Secara umum, gejala dari plasenta previa adalah adanya keluarnya darah berwarna segar dari jalan lahir pada trimester kedua.

Jumlah darah yang keluar dapat bervariasi, mulai dari sedikit hingga banyak dan dapat muncul berulang. Perdarahan yang keluar pun dapat disertai dengan adanya kontraksi atau nyeri kram perut. 

Sebenarnya, jika kondisi plasenta previa diketahui sedari dini dan ditangani dengan baik, komplikasi dapat dicegah.

Bagi Anda yang memiliki riwayat kehamilan dengan plasenta previa juga tak perlu khawatir, karena Anda tetap bisa hamil di kemudian hari. Meski dapat hamil kembali, Anda tetap punya risiko 2-3% untuk mengalami kondisi ini lagi.

Artikel Lainnya: Cara Menangani Plasenta Previa di Masa Kehamilan

2 dari 3 halaman

Ingin Hamil Lagi Usai Plasenta Previa, Perhatikan Ini

Mengalami perdarahan karena kondisi plasenta previa pasti meninggalkan kekhawatiran dan trauma pada Ibu.

Untuk menghindari ketakutan yang berlebihan, sebaiknya Anda merencanakan kehamilan berikutnya dengan matang.

Berikan jarak setidaknya 18-24 bulan jika ingin mencoba hamil kembali. Hindari hamil dalam jarak dekat, hal ini berguna untuk memberikan waktu agar rahim bisa mempersiapkan kehamilan berikutnya dengan baik.

Selain itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda agar dapat dipantau dengan baik dalam perencanaan kehamilan ini.

Mengingat penyebab plasenta previa tidak diketahui secara pasti, maka selama mempersiapkan kehamilan berikutnya, disarankan untuk menjalankan gaya hidup sehat.

Di antaranya adalah menghindari rokok, tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain, serta menjaga kesehatan kandungan dengan melakukan pemeriksaan rutin.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Anda yang memiliki riwayat plasenta previa masih bisa hamil kembali.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda jika berniat melakukan program hamil, mengingat kondisi setiap orang berbeda-beda.

Gunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terpercaya.

(PUT/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar