Sukses

Akuratkah Melakukan Tes Bipolar di Internet?

Tes bipolar di internet marak di dunia maya belakangan ini. Apakah hasil yang diberikan tes tersebut akurat?

Klikdokter.com, Jakarta Tes bipolar di internet melalui berbagai situs kini sedang marak ditemukan di masyarakat. Hal ini cukup erat kaitannya dengan meningkatnya kampanye mengenai kesehatan mental belakangan ini, khususnya di media sosial. 

Sebelum tes dilakukan, biasanya Anda akan diminta untuk mengisi mengenai data diri. Misalnya, usia, jenis kelamin, asal suku, pendidikan terakhir, serta tinggi dan berat badan. 

Selanjutnya, Anda akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan emosi. Misalnya, apakah Anda mudah marah tanpa alasan yang jelas, apakah Anda merasa sangat percaya diri, dan apakah Anda merasa punya sangat banyak energi/tenaga dibandingkan biasanya.

Setelah menjawab serangkaian pertanyaan ini, di bagian akhir akan keluar hasil apakah Anda termasuk bipolar atau tidak. Namun, meski terkesan sederhana dan praktis, apakah hasil tes ini akurat? 

Kesehatan mental dan bipolar

Sebelum menjawab hal tersebut, Anda harus tahu kalau bipolar adalah salah satu gangguan mental. Saat seseorang mengalami gangguan dalam kesehatan mental, cara berpikir, mood, dan sikap serta kebiasaan dia setiap hari akan ikut terpengaruh. 

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang, misalnya: 

  • faktor biologis
  • pengalaman hidup (termasuk di dalamnya trauma masa lalu), dan
  • adanya riwayat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan mental maupun kejiwaan.

Nah, gangguan bipolar sendiri merupakan masalah mental yang ditandai dengan perubahan emosi dan mood yang signifikan. Penderita bipolar dapat mengalami perasaan sangat senang (mania) dan sangat terpuruk (terpuruk) pada saat yang berdekatan. 

Penderita bipolar pada umumnya mengalami perubahan emosi yang sangat drastis, antara lain:

  • Kondisi bersemangat menjadi malas beraktivitas,
  • Kondisi sangat senang menjadi sangat sedih, dan
  • Kondisi percaya diri menjadi pesimis.

Penyebab pasti dari gangguan bipolar masih belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi, ada dugaan bahwa bipolar adalah dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang bertugas menjaga fungsi otak (neurotransmitter). 

Gangguan pada fungsi otak tersebut dapat dipengaruhi oleh sosial, fisik, genetika, dan juga lingkungan. 

1 dari 2 halaman

Melihat keakuratan tes bipolar secara online

Beberapa orang yang hanya sekadar iseng atau merasa mengalami gejala bipolar lantas mengikuti tes bipolar di internet. Hasil yang cepat plus murah menjadi beberapa alasan yang mendasari. Akan tetapi, apakah hasil tes ini cukup akurat untuk dijadikan pijakan?

Tes bipolar secara online sebenarnya dapat membantu untuk menentukan apakah seseorang memiliki risiko gangguan kesehatan mental atau tidak. Akan tetapi, tes ini tidak dapat menentukan 100 persen seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.

Hasil tes ini juga tidak dapat berdiri sendiri karena harus dikombinasikan dengan berbagai pemeriksaan lain. Seperti riwayat keluarga, gambaran klinis, serta tanda dan gejala yang ditemukan pada orang tersebut.

Selain itu, harus dipertimbangkan pula frekuensi perubahan mood seseorang, intensitasnya, serta durasi gejala. Ada juga kemungkinan, perubahan mood yang dialami disebabkan oleh perubahan hormon atau stres. 

Oleh karena itu, diagnosis pasti mengenai kondisi bipolar hanya dapat diberikan tenaga profesional, seperti dokter kejiwaan, psikolog, atau psikiater. 

Jadi, boleh-boleh saja jika Anda ingin melakukan pemeriksaan tes bipolar di internet. Akan tetapi, apa pun hasil yang dikeluarkan oleh tes tersebut, sebaiknya tidak dipercaya 100 persen dan dijadikan dasar kondisi kejiwaan Anda. Ingat, Anda harus mengombinasikan hasil tersebut dengan pemeriksaan lain serta pertimbangan psikolog, psikiater, atau dokter spesialis kejiwaan. 

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar