Sukses

Apakah PPOK Bisa Disembuhkan?

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) membuat penderitanya kesulitan dalam bernapas, bahkan bisa sebabkan kematian. Apakah PPOK bisa disembuhkan?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah salah satu penyakit paru yang menjadikan penderitanya kesulitan bernapas, bahkan sudah banyak sebabkan kematian. Apakah PPOK bisa disembuhkan?

Kerusakan paru-paru akibat rokok dapat menyebabkan PPOK, yang sering kali ditanyakan apakah bisa disembuhkan atau tidak. PPOK adalah sebutan untuk kondisi paru-paru yang membuat penderitanya sulit bernapas, emfisema atau adanya kerusakan pada kantung udara di paru-paru, dan bronkitis kronis atau peradangan jangka panjang pada saluran pernapasan.

Bisakah PPOK Disembuhkan?

PPOK membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas lega. Bisa dibilang mustahil untuk mengembalikan kondisi seperti semula secara keseluruhan. Namun, seseorang dengan PPOK bisa mengurangi gejalanya dengan beberapa pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Menurut laporan dari Global Burden of Disease Study, prevalensi PPOK secara global adalah 251 juta kasus pada tahun 2016. Secara global, diperkirakan 3,17 juta kematian disebabkan oleh penyakit tersebut tahun 2015 (lima persen dari semua kematian global pada tahun itu). Selain itu, lebih dari 90 persen kematian muncul di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Di Indonesia, data dari Riskesdas 2013 menyebut prevalensi PPOK adalah 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta penduduk.

Sebagai perbandingan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), PPOK menjangkiti 16 juta orang di Amerika Serikat (AS). Selain itu, dikatakan juga bahwa sebagian besar penderita awal salah mengira gejala PPOK sebagai suatu tanda penuaan dini yang wajar dialami.

Deretan gejala PPOK

PPOK dapat berkembang hingga bertahun-tahun lamanya tanpa gejala sesak napas atau gejala lainnya yang bisa dengan mudah disadari. Gejala umum PPOK meliputi:

1 dari 2 halaman

Pengobatan PPOK

Meskipun PPOK tidak bisa disembuhkan, tetapi perubahan gaya hidup dapat mengurangi gejala sekaligus memperlambat perkembangannya. Perubahan gaya hidup yang dianjurkan meliputi:

  1. Berhenti merokok

Penyebab utama dan faktor risiko PPOK meliputi merokok, faktor lingkungan, dan genetik. 

Merokok menyebabkan 85-90 persen kasus PPOK. Jadi, bisa disimpulkan bahwa perokok aktif yang mengidap PPOK harus berhenti merokok agar penyakit tak bertambah parah.

Walaupun berhenti merokok tidak dapat mengembalikan kondisi paru-paru seperti sedia kala, tetapi itu dapat mengurangi perkembangan penyakit dan meningkatkan respons tubuh terhadap terapi. 

Selain membantu mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap paru-paru, berhenti merokok dapat memperbaiki daya tahan tubuh.

  1. Menghindari iritan

Pasien PPOK sebisa mungkin harus menghindari faktor lingkungan apa pun yang dapat mengiritasi paru-paru, seperti asap rokok (menjadi perokok pasif), polusi udara, serta debu.

Selain itu, pasien juga direkomendasikan untuk lebih baik lagi dalam mengelola alergi apa pun yang dimiliki, yang dapat memperparah kesulitan untuk bernapas.

  1. Memperbaiki rutinitas olahraga

Olahraga dapat memperbaiki beberapa gejala PPOK. Salah satu gejalanya adalah sesak napas, yang tentu akan membuat olahraga dan aktivitas sehari-hari jadi lebih sulit. Di sisi lain, kurang atau tidak berolahraga dapat melemahkan otot dan kemampuan jantung juga paru untuk menoleransi aktivitas fisik.

Program rehablilitasi untuk paru-paru dapat berguna untuk meningkatkan kemampuan seseorang akan kemampuannya terhadap berolahraga. Penderita PPOK bisa memulai olahraga secara perlahan, lalu tingkatkan durasi dan intensitasnya secara bertahap, atau patuhi instruksi dokter.

Olahraga yang dianjurkan untuk penderita PPOK meliputi: pemanasan dan peregangan, latihan kardio seperti jalan kaki atau bersepeda statis, latihan kekuatan seperti menggunakan barbel, latihan pernapasan, dan taici. 

  1. Diet yang sehat

Rutin olahraga dan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan gejala PPOK, serta memperbaiki kesehatan secara umum.

Batasi konsumsi karbohidrat simpleks (seperti roti tawar, donat, atau soda) dan beralihlah ke karbohidrat kompleks (seperti nasi putih, roti gandum, kentang, dan pasta), serta konsumsi 20-30 gram serat per harinya.

Bisakah PPOK dicegah atau diperlambat perkembangannya?

PPOK adalah suatu penyakit progresif dan kronis, yang berarti akan selalu berkembang dan dialami dalam jangka waktu panjang. Meski sulit untuk memperlambat perjalanan PPOK dan mengurangi gejala yang makin parah seiring berjalannya waktu, diagnosis dini adalah kunci penting untuk menemukan terapi yang tepat dan memperlambat perkembangan penyakit sebelum makin parah.

Jadi, apakah PPOK bisa disembuhkan? Jawabannya adalah tidak. Namun, pengobatan tetap dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit jadi makin parah. Supaya lebih optimal, terapkan pola makan sehat, olahraga rutin, berhenti merokok, serta jauhi asap rokok dan polusi udara. Anda bisa menemukan panduan pola hidup sehat di aplikasi KlikDokter yang bisa Anda unduh.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar