Sukses

Catat! Obat Asam Lambung Ranitidine Aman Dikonsumsi

Setelah sempat ditarik dari peredaran, kini beberapa jenis obat asam lambung ranitidine aman dikonsumsi. Pernyataan ini keluar dari BPOM.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa waktu lalu obat asam lambung golongan ranitidine sempat ditarik dari peredaran oleh para produsen dan distributornya, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan bahwa obat tersebut mengandung senyawa pencemar, yakni N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Tapi kini, BPOM menyatakan ranitidine aman dikonsumsi.

Perlu Anda tahu, N-Nitrosodimethylamine (NDMA) merupakan suatu kontaminan di lingkungan. Senyawa ini sering terdapat dalam produk daging, ikan panggang, keju, bir dan air.

Berdasarkan studi, kadar NDMA yang diperbolehkan adalah 96 nanogram per hari. Konsumsi NDMA di atas batas tersebut secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kanker karena bersifat karsinogenik.

Beberapa kanker yang mungkin terjadi akibat NDMA adalah kanker hati, lidah, esofagus, paru, pankreas, ginjal dan kandung kemih.

Tidak hanya itu, senyawa NDMA juga dapat memicu gangguan kesehatan lain seperti mual, muntah, sakit kepala dan badan lemas. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi segera setelah konsumsi NDMA.

Hal itulah yang sempat membuat BPOM memutuskan untuk menarik obat asam lambung ranitidine dari peredaran dan menghentikan sementara produksi maupun distribusi obat asam lambung itu.

Ranitidine kini kembali boleh dikonsumsi

Ranitidine dikenal sebagai obat yang cukup sering diberikan untuk mengatasi masalah asam lambung. Tak heran bila kabar mengenai ditariknya obat ini cukup meresahkan para penderita asam lambung dan membuat bingung para tenaga kesehatan karena harus mencari alternatif pengobatan lainnya.

Namun, keresahan tersebut kini sudah mendapatkan titik temu. Pada hari ini, Kamis (21/11/19), BPOM telah mengeluarkan klarifikasi baru mengenai penggunaan obat asam lambung ranitidine.

Berdasarkan kajian yang dilakukan BPOM, beberapa produk ranitidine diperbolehkan untuk beredar kembali setelah dipastikan hasil produksinya tidak mengandung NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

Dalam situs resminya, BPOM juga mencantumkan daftar produk ranitidine yang dapat diedarkan kembali. Lampiran tersebut nantinya dapat digunakan oleh tenaga kesehatan sebagai rujukan untuk memberikan obat bagi para penderita asam lambung.

Hal yang harus diperhatikan, ranitidine tetap tidak boleh dibeli dan dikonsumsi tanpa adanya resep dari dokter. Jadi, bila Anda memiliki penyakit asam lambung, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter agar bisa mengonsumsi obat tersebut. Nantinya, dokter akan menilai dan mengevaluasi gejala asam lambung yang Anda alami dan menentukan pengobatan yang paling tepat.

Perlu diingat juga bahwa selain obat-obatan, penderita asam lambung pun harus menjaga pola makan. Caranya, makan secara teratur, menghindari makanan berlemak dan terlalu asam atau pedas, menghindari kopi dan teh, serta menjaga berat badan agar tetap di rentang.

Obat-obatan, seperti ranitidine yang dikombinasikan dengan perubahan pola makan akan membuat gejala asam lambung tidak mudah kambuh lagi.

Mereka yang memiliki masalah dengan penyakit asam lambung, sekarang bisa bebas dari rasa risau. Melalui pernyataan resmi di laman BPOM, produk obat asam lambung ranitidine aman dikonsumsi karena bebas dari senyawa pencemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Bila Anda ingin mengetahui tentang penyakit asam lambung lebih jauh, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Live Chat di KlikDokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar