Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kulit Ashanty Bentol, Benarkah Akibat Efek Penyakit Autoimun?

Kulit Ashanty Bentol, Benarkah Akibat Efek Penyakit Autoimun?

Kembali dirawat di rumah sakit, kulit Ashanty bentol diduga akibat efek penyakit autoimun. Bagaimana tanggapan dokter mengenai hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi kesehatan Ashanty kembali menurun. Sudah beberapa hari ini istri Anang Hermansyah itu dirawat di rumah sakit. Ada satu kondisi pada Ashanty yang menarik perhatian masyarakat, yaitu perubahan pada kulitnya. Ya, kulit Ashanty bentol dan keluhan tersebut memenuhi sekujur tubuhnya. Beberapa orang menduga bahwa kondisi tersebut merupakan efek penyakit autoimun yang dialaminya. 

Dilansir berbagai sumber, hingga saat ini sebenarnya belum ada yang bisa memastikan penyebab dari munculnya banyak bentol di tubuh Ashanty. Anak tirinya, Aurel Hermansyah mengatakan bahwa dokter masih melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mencari tahu pemicu kondisi tersebut. 

Penyebab Kulit Ashanty Bentol

Saat ditanya pendapat soal kulit Ashanty bentol beserta riwayat penyakit yang dialaminya, dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter mengungkapkan bahwa memang ada kemungkinan bahwa keadaan tersebut adalah efek dari penyakit autoimun. Kendati demikian, ini baru kemungkinan. Sebab, bentol, kemerahan dan gatal dapat dipicu oleh banyak hal selain kondisi autoimun. 

“Bentol di kulit itu penyebabnya ada banyak. Bisa karena alergi dan lain sebagainya. Tapi, kalau dilihat dari riwayat autoimun, bisa saja itu efek dari penyakit tersebut. Ada memang penyakit autoimun yang gejala-gejalanya timbul di kulit, misalnya Lupus, jenis spesifiknya adalah discoid lupus erythematosus,” jelas dr. Alvin. 

Lupus itu sendiri adalah penyakit peradangan kronis yang terjadi karena daya tahan tubuh menyerang sel dan jaringan sendiri. Penyakit ini paling sering ditemui pada wanita, khususnya yang berusia 30 atau 40 tahunan. 

Dikatakan oleh dr. Alvin, salah satu tanda yang cukup khas akibat lupus adalah ruam yang umumnya terbentuk di wajah. Ruam ini membentuk pola menyerupai sayap kupu-kupu (butterfly rash) di pipi. Meski demikian, ruam tersebut juga bisa terbentuk di anggota tubuh lain. Sebab, peradangan akibat lupus dikenal memiliki ‘seribu wajah’ karena bisa menyerang berbagai organ tubuh, termasuk persendian, ginjal, darah, otak, jantung, paru-paru dan kulit. 

Bagaimana dengan discoid lupus erythematosus? Nah, ini termasuk jenis yang paling umum dari penyakit lupus. Discoid lupus adalah penyakit dermatologis kronis yang dapat menyebabkan perubahan jaringan parut, kerontokan rambut, hiperpigmentasi, kulit kemerahan dan bentol-bentol. 

Karena memiliki gejala demikian, discoid lupus bisa saja menjadi penyebab kulit Ashanty bentol. Akan tetapi, ini bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab. Ada juga penyakit autoimun lain yang juga bisa memberikan gejala serupa, yaitu sindrom Sjogren.

Sama seperti lupus, sindrom Sjogren sering dijumpai pada wanita. Saat seseorang terkena sindrom ini, kulit bisa mengalami ruam dan menjadi sangat kering. Namun, ruam yang terjadi akibat sindrom Sjrogen bukanlah suatu gejala utama. Berdasarkan penuturan dr. Alvin, tanda utama dari sindrom Sjogren adalah masalah pada kelenjar. 

“Misalnya, karena kelenjar air matanya bermasalah, mata penderita sindrom Sjogren menjadi sangat kering. Dan, karena kelenjar air liurnya bermasalah, mulutnya bisa menjadi kering kering juga,” sambungnya. 

1 dari 2 halaman

Hidup Sehat Meski Mengalami Penyakit Autoimun

Mengalami penyakit autoimun seperti Ashanty bukanlah akhir dari segalanya. Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, jika Anda juga mengalami penyakit tersebut, ada tiga cara mudah yang bisa dilakukan agar kondisi tubuh tak makin parah. Yaitu:

  • Lakukan diet sehat 

Apabila Anda menderita penyakit autoimun seperti lupus, psoriasis, radang usus (IBD) atau reumatoid artritis (RA), diet autoimmune protocol (AIP) bisa menjadi pilihan. 

Makanan yang boleh dikonsumsi pada saat Anda menjalankan diet AIP, antara lain: daging dan ikan (yang berasal dari alam), ubi manis, susu kelapa, alpukat, biji zaitun, minyak kelapa, madu, teh hijau dan cuka apel. Memilih makanan organik juga dirasa lebih baik untuk penderita autoimun.

Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran, hindari yang berasal dari famili nightshades atau solanaceae, seperti tomat, terong, paprika, maupun kentang. Sayuran jenis tersebut dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun. 

  • Rajin berolahraga

Olahraga mengurangi kelelahan atau nyeri berkepanjangan, juga menurunkan stres dan kecemasan, meningkatkan energi serta memperbaiki mood. Tapi, olahraga tak boleh dilakukan berlebihan supaya tak membuat tubuh stres yang justru bisa memicu kemunculan gejala yang lebih berat. 

Beberapa pilihan olahraga yang dapat dilakukan, misalnya yoga, tai chi, angkat beban, bersepeda dan berjalan kaki. Lakukan olahraga setidaknya tiga kali seminggu, dengan durasi 30 menit tiap sesi.

  • Hindari faktor pencetus

Hindari  paparan bahan-bahan kimia agar kondisi penyakit autoimun tidak semakin parah. Penting juga mencegah penularan infeksi dari lingkungan sekitar, misalnya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau menggunakan masker jika berada di daerah yang berpolusi. Selain itu, Anda pun harus bisa mengelola stres dengan baik. 

Ada kemungkinan bahwa kulit Ashanty bentol memang disebabkan oleh efek penyakit autoimun. Namun, dengan pengobatan dan perawatan intensif dari dokter, semoga saja kesehatan Ashanty lekas membaik. 

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar