Sukses

5 Perubahan Gaya Hidup untuk Pengobatan Asam Urat

Perubahan gaya hidup bisa membantu mengobati asam urat lo. Yuk simak penjelasan berikut!

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asam urat masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami berbagai kalangan. Sehingga sudah tidak heran lagi kalau dalam keseharian, Anda sering mendengar atau tengah membahas penyakit asam urat. Kabar baiknya, perubahan gaya hidup bisa jadi solusi pengobatan asam urat.

Biasanya orang awam menyimpulkan seseorang yang terserang asam urat mengalami sakit atau bengkak pada kakinya. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Selain sakit dan bengkak pada kaki, penyakit asam urat dapat memiliki beberapa gejala lain, di antaranya kaku pada sendi dan perubahan bentuk sendi.

Penyakit asam urat atau dalam istilah medis dikenal dengan ‘gout’ adalah penyakit yang ditandai dengan kondisi terjadinya penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Namun, sebelum sampai terbentuknya kristal tersebut, ada mekanisme peningkatan kadar asam urat yang tinggi dalam darah terlebih dahulu. Pada kondisi tersebut, biasanya hanya 1/3 pasien yang mengeluhkan gejala-gejala dari penyakit asam urat.

Untuk memastikan Anda memang mengalami penyakit asam urat atau hyperuricemia, diperlukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah. Nah, jika Anda sudah dinyatakan mengalami kondisi tersebut, salah satu upaya pengobatan yang bisa dilakukan adalah perubahan gaya hidup. Begini 5 cara perubahan gaya hidup untuk pengobatan asam urat!

1. Diet rendah purin

Asam urat merupakan hasil metabolisme dari makanan tinggi purin yang dapat ditemui pada menu makanan Anda sehari-hari. Contohnya seperti makanan laut, jeroan, otak, paru, usus, daging atau kacang-kacangan. Tentu saja, produksi purin menjadi lebih tinggi bila Anda mengonsumsi makanan-makanan tersebut dalam jumlah yang berlebihan.

Timbunan asam urat dapat terjadi di area sendi hingga yang lebih parah di organ ginjal. Beberapa makanan rendah purin antara lain sayur, buah, gandum, susu rendah lemak.

2. Konsumsi air putih

Air putih memang memberikan manfaat bagi berbagai macam jaringan tubuh, tidak terkecuali organ ginjal. Air bermanfaat bagi mekanisme ginjal untuk memproduksi urine guna mengeluarkan sisa metabolisme termasuk racun ke luar tubuh.

Kelebihan produksi purin juga dapat dikeluarkan melalui urine jika Anda mengonsumsi air putih dalam jumlah sesuai, setidaknya 2 liter per hari atau kurang lebih 8 gelas.

3. Hindari pemanis tambahan

Tidak dimungkiri, rasa manis dapat membuat seseorang yang merasakannya menjadi lebih bahagia. Sayangnya, pemanis tambahan baik dalam minuman dan makanan Anda berpotensi meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Batasi jumlah pemanis tambahan yang Anda konsumsi sehari-hari. Bila perlu ganti dengan pemanis yang alami dalam hidangan yang Anda santap.

4. Hindari konsumsi obat tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu adakalanya berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Obat-obat tersebut di antaranya golongan diuretik, golongan imunosupresan, dan aspirin. Sementara, golongan diuretik bersifat mengeluarkan produksi cairan, namun, cairan yang tersisa dalam tubuh akan lebih padat hinggo berisiko terbentuknya kristal yang bisa menyebabkan munculnya asam urat. Sedangkan obat golongan imunosupresan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

5. Olahraga rutin

Selain mengubah pola makan, cobalah untuk mulai berolahraga secara rutin. Lakukan olahraga selama 30-60 menit sebanyak 3-5 kali per minggu. Cobalah melakukan olahraga yang bersifat aerobik, misalnya berenang.

Pengobatan asam urat tidak dapat disembuhkan secara utuh, namun penyakit tersebut bisa dikendalikan salah satunya dengan menjalankan gaya hidup yang lebih sehat. Jadi bagaimana, mudah bukan? Yuk dicoba dan ajak keluarga Anda untuk menjalankan gaya hidup yang lebih sehat!

[RPA]

1 Komentar