Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Takut Benda Mirip Manusia? Jangan-Jangan Anda Punya Automatonofobia

Takut Benda Mirip Manusia? Jangan-Jangan Anda Punya Automatonofobia

Takut benda mirip manusia seperti maneken atau patung lilin? Bisa jadi itu adalah automatonofobia.

Klikdokter.com, Jakarta Museum boneka atau museum patung lilin mungkin banyak disukai, tetapi tidak untuk automatonofobia (automatonophobia). Pasalnya, orang-orang dengan fobia tersebut merasa takut benda mirip manusia misalnya patung lilin, robot humanoid, robot audio-animatronics, atau figur lainnya yang dirancang agar terlihat seperti manusia.

Kenali gejala automatonofobia

Dilansir dari Healthline, automatonofobia adalah respons takut yang otomatis dan tidak terkendali pada benda mirip manusia seperti patung lilin atau sosok automaton, yaitu sosok mekanis mirip manusia yang bergerak-gerak seakan benda hidup. Automatonofobia juga kaitannya dengan pediofobia (fobia terhadap boneka) atau maskaphobia (fobia terhadap topeng).

Adapun beberapa gejala yang bisa muncul pada mereka yang punya automatonofobia antara lain:

  • Perilaku agitasi (mirip agresif)
  • Gelisah 
  • Peningkatan rasa cemas yang konstan
  • Tidak bisa konsentrasi 
  • Detak jantung meningkat 
  • Mulai sulit bernapas dan nyeri dada
  • Mual 
  • Diare
  • Berkeringat dan gemetar
  • Pusing

Bila tidak merasakan gejala-gejala di atas, itu berarti hanya ketakutan biasa.

1 dari 3 halaman

Apa penyebab takut dengan benda mirip manusia?

Penyebab automatonofobia sebenarnya ada beberapa. Namun biasanya, ketakutan berlebihan tersebut muncul akibat peristiwa traumatis alias experiental phobia, misalnya berasal dari menonton film horor yang menampilkan sosok mirip manusia yang aneh atau mengerikan.

Kendati begitu, takut dengan benda yang menyerupai manusia tak melulu dipicu oleh pengalaman traumatis. Ketakutan itu juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Genetika

Apabila anggota keluarga Anda mengalami hal yang sama, risiko Anda untuk mengalami automatonofobia akan semakin tinggi. 

  • Otak masih dalam tahap awal pengembangan 

Saat Anda masih kecil, otak masih berada dalam tahap awal pengembangan, sehingga tidak bisa menyerap hal-hal yang cukup ekstrem dengan baik. Itulah mengapa, biasanya ketakutan terjadi pada anak-anak. 

Jika ketakutan yang berlebihan itu tidak tertangani dengan baik, maka rasa bisa terus dirasakan hingga dewasa.

  • Sedari awal punya gangguan cemas

Orang dengan kondisi ini lebih mungkin untuk takut dengan hal-hal yang sebenarnya bagi kebanyakan orang tidak menakutkan.

2 dari 3 halaman

Apakah automatonophobia diatasi?

Sama seperti fobia lainnya, automatonofobia tentu saja bisa diatasi. Jika ketakutan tersebut sampai mengacaukan aktivitas harian, Anda kemungkinan besar butuh bantuan psikiater.

Dari KlikDokter, dr. Sara Elise Wijono, MRes, mengatakan bahwa biasanya ada tiga bantuan yang bisa diberikan, yaitu hipnoterapi, cognitive behavioral therapy (CBT), dan exposure therapy

“Fobia itu, kan, seperti ketakutan yang tidak beralasan. Nah, dengan diberikan hipnoterapi, itu bisa mengurangi ketakutan tersebut. Begitu pula dengan CBT atau exposure,” pungkas dr. Sara. 

“Terapi yang dilakukan dengan cara mengubah pola pikir si penderitanya adalah CBT. Dengan menantang pola pikir negatif terhadap suatu hal, lama-lama itu bisa mengubah pola perilaku penderitanya,” dr. Sara menambahkan. 

CBT itu sendiri merupakan penanganan yang kerap digunakan juga untuk mengatasi depresi dan gangguan mental lainnya. Metode ini dianggap efektif untuk menghilangkan kegelisahan sekaligus fobia yang parah, termasuk automatonofobia. 

“Pada terapi exposure, penderitanya tetap akan terpapar hal yang ditakutinya secara bertahap, hingga lama-lama tak takut lagi,” katanya.

Bila tidak ditangani dengan baik, komplikasi bisa terjadi. Pasalnya, automaton atau berbagai benda menyerupai manusia dipajang di berbagai tempat, misalnya di mal, museum, taman hiburan, atau karnaval. 

Seiring waktu, penderita sangat mungkin menghindari berbagai tempat atau acara yang menghadirkan benda-benda tersebut. Ini bisa berujung pada isolasi sosial, bahkan kasus ekstremnya bisa menyebabkan agorafobia (fobia terhadap keramaian atau kerumunan). 

Automatonofobia bisa sangat mengganggu, jadi jangan ragu untuk minta bantuan psikiater. Jika penderita mendapatkan satu atau kombinasi terapi yang disebut di atas secara rutin, kondisinya akan berangsur membaik. Tak lagi takut benda mirip manusia tentu akan memperbaiki kualitas hidup karena tidak lagi merasa ketakutan atau kecemasan berlebihan.

(RN/ RH)

1 Komentar