Sukses

Kenali 6 Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat

Waspada, inilah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat.

Klikdokter.com, Jakarta Pertumbuhan janin terhambat adalah satu dari sekian masalah pada kehamilan yang bisa menimpa wanita mana saja. Kondisi ini bisa membuat janin diperlakukan ‘khusus’ saat dilahirkan nanti.

Pertumbuhan janin terhambat (PJT) diartikan sebagai kondisi di mana berat janin tidak sesuai dengan masa kehamilan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pertambahan ukuran perut yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Saat ibu hamil mengalami pertumbuhan janin terhambat, dokter biasanya akan melakukan evaluasi mengenai ada atau tidaknya kelainan bawaan serta infeksi pada kehamilan. Ibu hamil juga akan diminta membatasi aktivitas fisik dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) setiap tiga atau empat kali dalam satu minggu.

Penyebab pertumbuhan janin terhambat

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat, di antaranya:

1. Nutrisi

Dikatakan oleh dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, asupan nutrisi ibu hamil yang kurang dapat menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan. Ini karena janin mendapat nutrisi dari ibu secara langsung.

"Biasanya yang sangat penting sekali untuk janin adalah asam folat, kalsium, vitamin D, vitamin A, vitamin C, serta DHA untuk perkembangan otak dan mencegah cacat lahir. Kalau secara umum, nutrisi yang diperlukan adalah karbohidrat, lemak baik, sayuran, buah-buahan, dan protein," ungkap dr. Seruni.

2. Penyakit

Pertumbuhan janin terhambat juga bisa terjadi akibat adanya penyakit yang mendasari. Penyakit yang dimaksud, seperti infeksi TORCH—Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simpleks virus yang terdiri dari HSV1 dan HSV2.

"Selain TORCH, tekanan darah tinggi yang menyebabkan preeklampsia, diabetes, dan gangguan jantung pada ibu hamil juga bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat," tambah dr. Seruni.

3. Kebiasaan merokok dan minum alkohol

Alkohol tidak memberikan manfaat yang berarti untuk tubuh manusia. Sedangkan rokok mengandung ribuan zat berbahaya, yang beberapa di antaranya bersifat toksik alias racun dan terbukti bisa mengganggu atau merusak fungsi tubuh.

"Rokok dan alkohol mesti benar-benar dihindari oleh ibu hamil. Keduanya bisa meningkatkan peluang cacat lahir dan kelahiran prematur," ungkap dr. Seruni.

4. Stres

Tidak hanya memengaruhi suasana hati, stres saat hamil juga bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Parahnya, ibu hamil yang stres juga berisiko lebih tinggi untuk melahirkan secara prematur (sebelum waktunya).

5. Kelainan bawaan dan kelainan kromosom

Kelainan kromosom seperti trisomi atau triploidi, dan kelainan jantung bawaan derajat berat berkaitan dengan pertumbuhan janin yang terhambat.

“Trisomi 18 berkaitan dengan PJT simetris serta polihidramnion atau cairan ketuban berlebih. Trisomi 13 dan sindroma turner juga berkaitan dengan PJT,” tutur dr. Seruni Mentari.

6. Fisik ibu yang kecil dan kenaikan berat badan yang tidak memadai

Faktor genetik dan kenaikan berat badan ibu hamil yang tidak memadai bisa menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan seharusnya 9 hingga 16 kilogram.

“Apabila wanita memiliki berat badan kurang, maka harus ditingkatkan hingga mencapai berat ideal. Berat ideal tersebut nantinya akan ditambah 10 atau 12 kilogram agar dikatakan memadai untuk kehamilan," dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter menambah penjelasan.

Perhatikan betul-betul hal yang bisa menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat. Upayakan agar Anda tidak ‘menyentuh’ hal-hal tersebut sama sekali. Jika memang terkendala untuk menghindari penyebab pertumbuhan janin terhambat, jangan sungkan untuk mengonsultasikannya pada dokter.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar