Sukses

Mitos Penanganan Luka Bakar Ringan

Benarkah pasta gigi, mentega, dan minyak ampuh mengatasi luka bakar ringan pada kulit? Temukan faktanya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Saat mengalami luka bakar ringan, seperti terciprat minyak panas atau tersenggol setrikaan, penanganan ala rumahan kerap dipilih. Sebagian orang biasanya akan mengoleskan pasta gigi atau mentega di area yang terbakar. Apakah bahan rumahan ini benar-benar efektif mengatasi luka bakar? Ataukah mitos hanya belaka?

Mitos seputar penanganan luka bakar

Dijelaskan dr. Arina Hediyana dari KlikDokter, khasiat pasta gigi dan bahan alami lain, seperti mentega dan minyak, untuk menyembuhkan luka bakar adalah mitos belaka. Hal ini karena bahan-bahan tersebut tidak memiliki kandungan yang dapat membantu untuk mengatasi luka bakar.

"Sampai sekarang, belum ada penelitian yang mengatakan bahwa bahan-bahan rumahan seperti pasta gigi, minyak, dan mentega, bisa mengatasi pasien dengan luka bakar. Sekecil apa pun luka bakar, ketiga bahan rumahan tersebut memang sangat tidak dianjurkan oleh medis,” kata dr. Arina.

Selain tidak memberikan efek penyembuhan, ditambahkan dr. Arina, bahan rumahan itu juga dianggap  tidak higienis. Bahan-bahan tersebut juga dapat menimbulkan efek panas yang nantinya bisa memperlambat proses penyembuhan.

"Pasta gigi mengandung berbagai macam bahan kimia yang digunakan untuk memutihkan gigi dan pengharum napas. Kedua bahan ini justru bisa memberikan efek buruk karena bisa meningkatkan kondisi peradangan dan memperlambat proses pemulihan. Pasta gigi juga mengandung kalsium dari peppermint yang bisa meningkatkan risiko infeksi dan merusak jaringan kulit," tutur dr. Arina. 

Jika tidak segera diobati, luka bakar memang bisa berbahaya serta menimbulkan bekas dan luka parut di kulit. Akan tetapi, jangan asal memberikan pengobatan dan harus sesuai dengan derajat keparahan luka bakar Anda.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, tiga derajat keparahan luka bakar adalah: 

  • Luka bakar derajat 1, ditandai dengan luka kemerahan yang kering, dan hanya terjadi pada permukaan kulit manusia (lapisan epidermis).
  • Luka bakar derajat 2, yakni kulit yang kemerahan, lepuh, atau muncul lentingan yang berisi cairan di kulit dan telah mengenai lapisan dermis (bagian yang lebih dalam lagi). 
  • Luka bakar derajat 3, adalah jenis luka bakar yang paling parah dan harus cepat mendapatkan pengobatan. Kulit dengan luka bakar derajat 3 akan tampak abu-abu gosong dan pucat. Pada tahap ini, korban tidak  akan mengalami rasa nyeri karena ujung-ujung saraf sudah mengalami kerusakan bahkan kematian.

Pertolongan untuk luka bakar 

Langkah pertama saat alami luka bakar, Anda diharapkan untuk melepas segala aksesori yang menempel pada bagian luka bakar. Jika menggunakan jam tangan atau gelang saat tersiram minyak atau air panas, lepaskan itu semua dari tangan Anda. Keberadaan barang-barang tersebut bisa menghambat proses pengobatan dan pertolongan.

Kedua, segera bilas kulit yang terbakar dengan menggunakan air mengalir dari keran dengan suhu ruang yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Bilas luka bakar sekitar 10-15 menit untuk menurunkan suhu kulit dan menghentikan proses pembakaran yang terus terjadi pada kulit.

Ketiga, hindari mengompres luka dengan es batu atau air bersuhu dingin agar tidak merusak jaringan sel kulit yang baru saja terbakar. Anda bisa menggunakan air mengalir sebagai gantinya. 

Keempat, hindari menyentuh atau menepuk lentingan yang timbul saat kulit Anda terbakar. Hal ini bisa menghambat proses penyembuhan dan buat luka jadi semakin terinfeksi. Biarkan luka mengering dengan sendirinya, tanpa harus Anda pegang atau sentuh. 

Kelima, pada luka bakar tingkat 1, Anda tidak perlu memberikan pengobatan secara medis, Anda cukup melakukan kompres di kulit yang mengalami kemerahan dengan air bersuhu ruangan atau air yang mengalir.

Dijelaskan dr. Arina, jika Anda memiliki luka bakar dengan derajat 2, Anda diharapkan untuk melakukan terapi antibiotik untuk mencegah infeksi. 

“Apabila lukanya cukup dalam, biasanya dokter akan memberikan obat untuk memperlancar darah ke kulit agar luka bakar cepat sembuh,” jelas dr. Arina.

Jika Anda memiliki luka bakar dengan tingkatan yang lebih parah, yakni derajat 3, pengobatan tidak bisa dilakukan di rumah. Anda harus segera ke rumah sakit untuk mengobatinya secara tuntas.

Khasiat bahan-bahan rumahan, seperti odol dan mentega, dalam menangani luka bakar ringan hanyalah mitos. Daripada menangani luka bakar dengan cara yang salah, lebih baik Anda melakukan langkah-langkah pengobatan luka bakar sesuai cara di atas. Apabila luka bakar terlalu besar dan dalam untuk ditangani di rumah, segeralah minta bantuan dokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar