Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Virus Babi Hog Cholera Menular Pada Manusia, Mitos atau Fakta?

Virus Babi Hog Cholera Menular Pada Manusia, Mitos atau Fakta?

Maraknya penyebaran virus babi hog cholera banyak membuat masyarakat cemas. Benarkah virus yang satu ini menular pada manusia?

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mendengar virus babi hog cholera atau yang bisa juga disebut sebagai kolera babi? Ya, belakangan ini virus babi hog cholera sedang dibahas sejak ditemukannya babi mati sebanyak 4.682 akibat dari wabah virus hog cholera atau demam babi Afrika di Sumatera Utara. 

Tentu saja kasus ini meresahkan warga karena takut virus babi hog cholera bisa menular pada manusia. Namun, benarkah demikian?

Dikutip dari laman Liputan6, akibat dari virus ini, Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara memperketat distribusi babi untuk mencegah penyebaran virus hog cholera atau kolera babi ini. Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Siska Tarigan menghimbau agar para peternak tidak membeli babi dari luar kabupaten dulu. 

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah masuknya wabah virus kolera dari daerah yang sudah terkena kasus. Apalagi, setiap menitnya ada babi yang mengambang di atas sungai dan menimbulkan bau tidak sedap. 

Melihat fenomena ini, mungkin banyak dari Anda yang bertanya ‘apakah virus babi hog cholera bisa menyerang manusia dan mematikan bagi manusia?’ atau ‘apakah virus ini bisa buat orang yang memakan babi yang telah terjangkit jadi meninggal?’ 

Virus Babi Hog Cholera Menular Pada Manusia Hanya Mitos

Menurut dr. Arina Heidyana dari KlikDokter, pernyataan virus hog cholera bisa menyebabkan kematian pada manusia adalah salah. 

“Sampai saat ini, yang saya tahu virus itu memang hanya menyerang binatang babi. Dan tidak ada kasus yang menyebutkan bahwa virus hog cholera bisa ditularkan pada manusia. Karena virus itu hanya menyerang babi, jadi virus itu tidak akan masuk ke dalam tubuh manusia,” ujar dr. Arina saat diwawancarai.

“Bahkan virus ini tidak akan menyerang manusia, meski Anda sudah memakan dagingnya yang sebelumnya terjangkit virus,” tambahnya. 

Menurut dr. Arina, asalkan daging babi itu sendiri dimasak secara matang dan diolah dengan baik, maka tidak akan ada dampak penyakit yang menyerang manusia. Jika ada, penyebabnya bukan dari virus hog cholera. 

1 dari 2 halaman

Mengetahui virus hog cholera

Kolera babi atau hog cholera merupakan sebuah penyakit mematikan yang menyerang babi dan diakibatkan oleh flavivirus yang merupakan sebuah virus demam babi klasik dari genus pestivirus.

Menurut dr. Arina, penularan virus ini bisa terjadi ketika ada proses pemindahan ternak babi dari satu peternakan ke peternakan lainnya. 

Penularan virus juga bisa terjadi apabila sampah yang digunakan untuk pangan babi terkontaminasi dari babi lainnya. Selain itu, pakaian, sepatu, kendaraan dan barang apa yang digunakan untuk mengolah ternak babi juga bisa menjadi perantara virus flavivirus

“Biasanya, babi yang terjangkit virus akan cenderung lemas, muntah, diare, dan matanya jadi memerah seperti terjangkit rabies,” kata dr. Arina menjelaskan. 

“Tidak hanya itu, pada babi yang memiliki warna terang, akan timbul ruam merah dan mengeluarkan lendir dan dapat meradang dalam waktu beberapa minggu bahkan hari. Jika hal ini terjadi, maka dalam waktu dekat, babi yang sedang diternak akan mati,” lanjutnya. 

Belum ada obat yang benar-benar bisa langsung menyembuhkan babi dari virus mematikan ini. Tapi pemberian vaksin dikatakan bisa mengobati meski hanya sedikit yang berhasil pulih. 

Untuk membatasi penularan virus ini pada ternak babi yang Anda miliki, segera kubur babi yang mati akibat virus ke dalam tanah. Kemudian, segera laporkan pada petugas yang berwajib jika babi menunjukkan gejala-gejala yang disebutkan tadi. 

Dari penjelasan di atas, walau wabah virus babi hog cholera tengah marak, Anda tak perlu khawatir. Sebab, virus hog cholera hanya akan menyerang babi. Jadi, faktanya virus kolera babi tidak akan masuk ke dalam tubuh manusia. 

[RPA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar