Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mirror Syndrome, Penyakit Mematikan yang Intai Ibu Hamil

Mirror Syndrome, Penyakit Mematikan yang Intai Ibu Hamil

Tak banyak yang tahu fakta mengenai mirror syndrome pada ibu hamil. Padahal dampaknya bisa mematikan.

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan tentu mendatangkan rasa bahagia bagi wanita. Tapi, ada kalanya kondisi ini membuat wanita lebih rentan mengalami penyakit berbahaya. Salah satu penyakit yang dimaksud adalah mirror syndrome

Mirror syndrome, atau juga disebut ballantyne syndrome, merupakan penyakit yang menyerang janin dan turut memengaruhi kesehatan ibu hamil. Penyakit ini terjadi ketika janin dalam kandungan mengalami penumpukan cairan berlebih (edema) dan ibu hamil mengalami preeklamsia alias tekanan darah tinggi saat kehamilan. 

Mirror syndrome memang sangat jarang terjadi, namun sangat mungkin mengakibatkan terjadinya kematian. Oleh sebab itu, penyakit ini mesti dideteksi sejak dini agar pengobatan yang paling tepat bisa segera dilakukan.

Penyebab dan gejala mirror syndrome

Meski sangat berbahaya, penyebab pasti mirror syndrome masih belum diketahui hingga saat ini. Kendati demikian, para peneliti berhipotesis bahwa kondisi ini berhubungan dengan fetal hydrops

Apa itu fetal hydrops? Ini adalah kondisi ketika janin tidak dapat meregulasi cairan, sehingga cairan akan terus terakumulasi dan menumpuk di organ dalam janin. Terjadinya fetal hydrops dihubungkan dengan kondisi genetik, infeksi, gangguan jantung dan metabolik.

Fetal hydrops yang diduga berperan pada terjadinya mirror syndrome dapat dideteksi melalui pemeriksaan kehamilan (USG), di mana akan ditemukan penumpukan cairan berlebih pada janin. 

Pada pemeriksaan kehamilan secara umum, ibu hamil juga akan didapati mengalami tekanan darah tinggi alias preeklamsia, urine yang mengandung protein dan kenaikan berat badan secara signifikan tanpa sebab yang jelas.

Pada beberapa kasus, dokter juga bisa menemukan adanya kondisi hemodilusi pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan darah. 

Hemodilusi merupakan kondisi yang terjadi ketika darah terlalu encer, akibat jumlah sel darah merah sedikit lantaran kadar plasma yang tinggi. Kondisi ini terjadi akibat teralu banyak cairan yang menumpuk di dalam tubuh.

Pengobatan mirror syndrome

Pengobatan mirror syndrome tergantung dari keluhan yang dialami ibu hamil. Apabila ibu hamil mengalami preeklamsia yang sangat serius, persalinan mungkin harus segera dilakukan. Setelah melahirkan, gejala yang dialami sang ibu biasanya akan berangsur membaik.

Bayi yang lahir sebelum waktunya akibat mirror syndrome, akan dirawat di bagian ICU atau NICU yang terdapat di rumah sakit bersalin. Hal ini bertujuan agar penumpukan cairan (edema) yang dialami oleh bayi bisa segera diatasi.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku apabila mirror syndrome terjadi di luar kendali, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai komplikasi. Pada kasus seperti ini, yang paling utama akan ‘diselamatkan’ adalah sang ibu. 

Risiko penyakit ini bisa diturunkan dengan mendapatkan kecukupan gizi, olahraga secara teratur, cukup istirahat, kelola stres dengan baik, dan hindari rokok maupun alkohol selama hamil. Untuk mengetahui kebutuhan gizi ibu hamil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di layanan Live Chat KlikDokter.

Jangan lupa, lakukan juga pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara berkala agar kondisi kesehatan ibu hamil terus terpantau dengan saksama. Bila ditemukan indikasi mirror syndrome, pengobatan yang paling tepat bisa dilakukan sejak dini sehingga komplikasi yang mengancam nyawa bisa dihindari. 

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar