Sukses

Kenali Tanda-Tanda Anda Terjebak dalam Hubungan Toksik

Yakin hubungan Anda benar-benar sehat dan bikin bahagia? Cek dulu, siapa tahu tanda-tanda hubungan toksik ini sebenarnya sedang Anda alami!

Klikdokter.com, Jakarta Kata toxic berarti ‘racun’. Normalnya, orang tidak ingin terkena racun di dalam semua aspek kehidupan, termasuk hubungan. Sayang, ada pula sebagian orang yang tak sadar bahwa dirinya terjebak dalam hubungan toksik. Jika Anda ingin tahu apakah hubungan Anda termasuk baik atau tidak, berikut ini tanda-tanda hubungan toksik yang perlu Anda ketahui.

1. Tak saling mendukung satu sama lain

Hubungan yang sehat didasarkan pada keinginan bersama untuk melihat orang lain berhasil di semua bidang kehidupan. Namun, saat segalanya berubah menjadi racun, setiap pencapaian justru menjadi kompetisi! Anda merasa tidak mendapat dukungan dari pasangan Anda. Melainkan persaingan, bahkan saling meremehkan.

2. Penuh ucapan kasar dan kritik yang tidak membangun

Alih-alih memperlakukan satu sama lain dengan kebaikan, sebagian besar percakapan Anda dengan pasangan dipenuhi dengan sarkasme, kritik yang tak membangun, bahkan permusuhan terbuka (membentak sampai didengar orang lain). Karena selalu seperti itu, kini Anda mulai menghindar untuk berbicara satu sama lain.

3. Cemburu yang berlebihan

Walaupun normal untuk mengalami cemburu, kalau sudah sampai berlebihan dan posesif, itu justru menjadi bumerang dan bukan jadi bumbu perekat hubungan lagi. Hubungan yang sehat umumnya dilandasi dengan kepercayaan dan ketenangan. Akan lebih sehat lagi hubungan Anda jika kepercayaan itu benar-benar dijaga.

4. Terlalu mengontrol perilaku

Mempertanyakan di mana Anda sepanjang waktu dan marah saat Anda tidak segera menjawab chat adalah tanda perilaku pengendalian yang bersifat toxic. Antara posesif dan pengendalian perilaku berlebih biasanya berkaitan. Karena si pasangan terlalu cemburuan, sampai-sampai Anda tidak diperbolehkan untuk berteman dengan siapa pun.

5. Penuh ketidakjujuran

Jika Anda sering berbohong tentang apa yang Anda lakukan sehari-hari, bohong dengan perasaan yang Anda rasakan, dan banyak sekali hal yang disembunyikan terhadap pasangan, hati-hati. Sebab, Anda dapat berperan sebagai “tokoh” yang membuat toxic relationship!

6. Tidak saling menghargai

Sesekali lupa terhadap momen penting memang tak jadi masalah, apalagi jika perilakunya tetap menunjukkan penghargaan. Namun, jika dia selalu melupakan hal-hal yang bersifat penting terkait hubungan dan diri Anda, maka itu bisa jadi bibit dari hubungan toksik!

Tidak pernah berusaha menyukai hal-hal yang telah dilakukan atau dibuat oleh salah satu pihak juga termasuk, lo!

7. Selalu memutuskan sesuatu secara sepihak

Dalam hubungan toksik, diskusi bukan metode yang dianggap baik untuk memecahkan masalah. Padahal, ketika menjalin hubungan, apalagi sudah menikah, semuanya harus diputuskan bersama. Jika pasangan selalu membuat keputusan sendiri, apalagi itu soal keuangan atau hal lain yang bersifat penting dan besar, maka ada sesuatu yang tak beres di sini.

8. Terlalu sering stres

Bertengkar sampai bikin stres saat menjalin hubungan itu wajar. Namun, jika terlalu sering hingga Anda memiliki perasaan negatif yang tak kunjung hilang, hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa hubungan Anda mengarah ke toxic relationship. Jangan mau stres lama-lama! Sebab, stres juga dapat menurunkan kualitas kesehatan Anda!

9. Jadi tak menyayangi diri sendiri

Kata orang, cinta memang butuh pengorbanan. Namun, dalam hubungan yang beracun, Anda mungkin melakukan pengorbanan yang tidak sepadan, sampai-sampai diri sendirilah yang dirugikan. Kalau sampai dominasi si dia sampai membuat Anda berhenti melakukan hal-hal positif yang dulu sering dilakoni, maka itu sudah bukan hal yang wajar lagi.

10. Membiarkan masalah berlalu dengan sendirinya

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, psikolog dari KlikDokter, ada satu lagi yang menjadi indikator bahwa hubungan Anda kurang sehat. Ya, Anda dan pasangan punya kebiasaan untuk mendiamkan dan melupakan suatu masalah hingga masalah tersebut “hilang” dimakan waktu.

“Yang namanya masalah itu harus dibicarakan, diselesaikan. Jika cuma mengandalkan waktu, itu sama saja dengan mengubur bangkai. Memang tidak terlihat, tetapi baunya akan tetap ada. Dan suatu saat baunya itu akan benar-benar busuk dan mengganggu sekitarnya,” jelasnya. 

Mirip bom waktu. Masalah yang tidak benar-benar didiskusikan dengan baik hanya akan menjadi bumerang di kemudian hari. Memiliki sifat pendiam tak boleh dijadikan alasan untuk tidak membicarakan masalah. 

Bagaimana? Apakah satu atau lebih di antara tanda hubungan toksik itu sedang Anda alami? Jika iya, segeralah cari jalan keluarnya! Jika masih ingin memperbaiki, kuncinya adalah komunikasi. Jika sudah terlalu parah, lebih baik beranilah untuk meninggalkan.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar