Sukses

Tips Menyapih Anak dari ASI Tanpa Rewel

Tidaklah mudah menyapih anak agar mau berhenti ASI. Namun tenang, ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasinya.

Proses menyapih anak bukanlah hal yang mudah. Jika tidak dilakukan secara terencana dan bertahap, sering kali anak menjadi rewel saat berhenti ASI, bahkan si Kecil bisa menjadi trauma. 

Sebenarnya proses menyapih bermanfaat bagi anak. Menyapih menjadi proses belajar anak untuk lebih mandiri. Misalnya, tidak bergantung pada puting ibu saat akan tidur. 

Namun, Anda tak perlu khawatir jika si Kecil masih sulit untuk disapih. Butuh waktu dan kesiapan mental dari ibu dan anak dalam melakukan proses ini.

1 dari 3 halaman

Kapan Sebaiknya Menyapih Anak?

Menyapih anak sebenarnya bukan semata-mata berhenti memberi ASI pada si Kecil, melainkan proses mengganti sumber asupan si Kecil dari ASI menjadi makanan lain. Jadi, proses menyapih anak sudah dimulai sedari dia diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI), yaitu sejak usia enam bulan.

Sejak usia enam bulan, asupan ASI untuk anak mulai dikurangi secara perlahan-lahan dan digantikan oleh MPASI. Menginjak usia satu tahun, anak mulai konsumsi makanan rumahan seperti halnya anggota keluarga lainnya. 

Artikel Lainnya: Ini Cara Menyapih Anak yang Masih Minum ASI Setelah Usia 2 Tahun

Pada saat tersebut, ASI atau susu lainnya bukanlah sumber energi yang utama lagi untuk anak. Secara bertahap, ASI pun dapat dikurangi dan dihentikan sepenuhnya.

Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi rekomendasi bahwa ASI sebaiknya diberikan hingga anak setidaknya berusia dua tahun. Hal ini karena ASI memberikan imunitas yang baik bagi anak, serta dapat mempererat ikatan batin (bonding) antara ibu dan anak.

Jadi sebenarnya, tak ada aturan baku kapan Anda sebaiknya menyapih anak. Namun umumnya, ASI berhenti diberikan saat anak sudah menginjak usia dua tahun. Walau demikian, waktu memberhentikan ASI bisa bervariasi, tergantung pada kesiapan anak.

2 dari 3 halaman

Cara Menyapih Anak Tanpa Rewel

Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan agar proses menyapih ASI berjalan lancar. Berikut di antaranya: 

1. Hindari Menghentikan ASI secara Mendadak

Cara menyapih anak agar tidak rewel adalah tidak menghentikan ASI secara mendadak. Sebagian ibu menghentikan ASI secara tiba-tiba. Misalnya, dengan mengoleskan sesuatu yang pahit atau pedas pada puting payudara hingga anak enggan menyusu.

Ketahuilah bahwa cara seperti itu tidak dianjurkan, karena bisa menyebabkan gangguan psikologis pada anak. Bahkan, hal tersebut bisa menjadi peristiwa traumatis baginya. 

Artikel Lainnya: Kapan Saat yang Tepat Menyapih Anak?

2. Kurangi Frekuensi dan Durasi Menyusui secara Bertahap

Misalnya, jika anak biasanya menyusu setiap bangun pagi dan menjelang tidur, dengan durasi sekitar 30 menit maka Anda bisa mulai mengurangi kebiasaan tersebut.

Anda bisa memberikan air putih saja menjelang tidur. Selain itu, jangan menawarkan ASI lagi pada anak. Berikan ASI hanya jika dia memintanya.

3. Komunikasikan dengan si Kecil

Jika Anda sudah menyusui anak dalam waktu yang lama, menyusu sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Jika kebiasaan tersebut akan dihentikan, izinkan anak untuk mengetahuinya.

Berikan penjelasan sederhana pada anak. Misalnya: ”Kalau sudah ulang tahun kedua, kamu nanti minum susu pakai gelas seperti anak yang sudah besar, ya. Bukan susu dari Bunda lagi.”

4. Alihkan Perhatian

Jika anak mulai terlihat akan minta menyusu, usahakan untuk mengalihkan perhatiannya. Misalnya dengan mengajaknya bermain, membacakan buku cerita, atau melakukan hal-hal lain yang dia sukai.

5. Pastikan Asupan Nutrisi Anak Tercukupi

Sebagian anak sulit berhenti menyusu karena ASI terus menjadi sumber utama asupan nutrisinya, sekalipun si Kecil sudah berusia satu tahun ke atas. Ini tidak tepat.

ASI merupakan sumber utama nutrisi saat bayi berusia 0-6 bulan. Setelah itu, asupan nutrisinya perlahan didapat dari makanan lain. Jadi, sebelum Anda menyapih anak, pastikan bahwa asupan nutrisinya dari berbagai jenis makanan tercukupi. 

Artikel Lainnya: Setelah Menyapih, Perlukah Anak Diperkenalkan pada Susu Pengganti?

Jika perlu tambahkan jam makan anak. Misal: jika awalnya makan tiga kali sehari, menjadi empat kali dalam sehari yaitu pagi, siang, sore, dan malam.

6. Memberikan Perhatian Lebih

Berikanlah anak pelukan, ciuman kasih sayang, atau luangkan waktu bersama dengannya lebih banyak. Dengan begini, anak masih merasa diperhatikan dan disayang meski sudah berhenti menyusu. 

7. Melibatkan Anggota Keluarga yang Lain

Melibatkan anggota keluarga dalam proses menyapih juga diperlukan. Misalnya berbagi tugas dengan suami. Saat anak mulai rewel, sang suami bisa bertindak untuk menenangkan anak, mengajaknya bermain, atau mengalihkan perhatian dengan melakukan aktivitas lainnya. 

Adanya peran dari suami menentukan keberhasilan dari proses menyapih itu sendiri. Meski tampaknya sepele, namun adanya dampingan dari suami membuat ibu merasa tak sendiri dan merasa di dukung, apalagi proses menyapih biasanya membuat perasaan ibu lebih sensitif.

8. Tetap Sabar

Proses menyapih pasti sulit untuk kedua belah pihak, baik ibu dan anak. Untuk itu sabarlah, janganlah memarahi anak apabila ia mulai rewel, meminta perhatian, maupun meminta untuk disusui. Jangan mudah menyerah, karena anak akan bingung apabila Anda tidak konsisten dalam proses menyapih 

Itulah beberapa cara menyapih anak tanpa rewel. Saat melakukan tips di atas, Anda juga harus tahu bahwa menyapih anak membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Pastikan juga bahwa anak benar-benar siap untuk disapih. 

Jika proses menyapih tidak berjalan lancar, jangan paksakan. Bicaralah dengan anak dan coba lagi esok hari hingga dia benar-benar mengerti dan siap.

[FY]

1 Komentar

  • Mam Alvaro Sitanggang

    pagi dok, anak sy masih usia 3 setengah,klo malam bawahnya rewel terus sampai pagi...binggung dok,,, salah gak ya dok kalau anak sy dibantu dengan bubur,siapa tau karna kurang ya ASI,sikecil rewel.