Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada Kanker Paru, Perlukah Perokok Pasif Rutin Cek Kesehatan Paru?

Waspada Kanker Paru, Perlukah Perokok Pasif Rutin Cek Kesehatan Paru?

Ironisnya, kanker paru juga bisa dialami oleh perokok pasif. Karenanya, perokok pasif juga disarankan untuk cek kesehatan paru.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker paru adalah momok bagi orang-orang yang berada di lingkungan yang dikelilingi polusi udara dan asap rokok. Angka kematiannya pun cukup tinggi, faktor utamanya ialah rokok. Peluang perokok aktif untuk terkena kanker paru memang lebih tinggi, sehingga perlu rutin cek kesehatan paru. Lantas, bagaimana dengan perokok pasif?

Dilansir dari laman Johns Hopkins Medicine, 85 persen kasus kanker paru-paru berkaitan dengan merokok. Disebutkan juga bahwa orang-orang yang hidup dengan perokok aktif, menjadikannya sebagai perokok pasif, juga meningkatkan risiko terkena kanker paru dan penyakit jantung sebanyak 30 persen.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, jumlah perokok pasif di indonesia mencapai 97 juta orang yang terdiri dari 30 juta laki-laki dan 67 juta perempuan. Mirisnya, 27 juta jiwa di antaranya adalah anak-anak berusia 0-9 tahun.

Berbagai masalah kesehatan telah terbukti disebabkan oleh rokok, salah satu yang paling menakutkan adalah kanker paru. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang larangan merokok, misalnya dilarang merokok di kawasan bebas rokok dan saat berkendara, karena dianggap sudah meresahkan masyarakat.

Tips mencegah kanker paru untuk perokok pasif

Pada dasarnya, perokok pasif adalah kombinasi asap dari ujung rokok yang terbakar dan asap yang diembuskan oleh perokok aktif. Supaya tidak ikut “terseret” bahaya dari asap rokok yang mengandung 7.000 senyawa kimia—ratusan di antaranya beracun dan 70 dapat menyebabkan kanker—para perokok pasif bisa melakukan langkah-langkah pencegahan ini.

  • Bebaskan rumah Anda dari asap rokok

Jangan biarkan anggota keluarga maupun tamu yang berkunjung untuk merokok di dalam atau area sekitar rumah. Bila perlu, beri tahu bahwa rumah Anda adalah kawasan bebas rokok.

Asap rokok yang masuk ke dalam rumah akan membuat racun  berkeliaran di berbagai penjuru, yang berpotensi dihirup oleh anak atau anggota keluarga lain yang tidak merokok.

Bila bagian dalam rumah terpapar asap rokok, Anda bisa menghilangkan residunya dengan membuka jendela atau menyalakan kipas angin. Bersihkan atau cuci gorden, kain furnitur, karpet, dinding, dan semua permukaan.

Selain di rumah, tetapkan juga aturan ini di mobil.

  • Menjaga lingkungan kerja agar bebas dari asap rokok

Hal ini juga tak kalah penting karena sebagian besar orang menghabiskan waktunya di lingkungan kerja. Setiap kantor harusnya memiliki standar sendiri dalam urusan rokok, misalnya menetapkan kawasan bebas rokok dan menyediakan ruang khusus bagi perokok.

  • Menggunakan masker ketika berada di tempat umum

Bila lingkungan kerja dan rumah sudah bebas dari asap rokok, jangan senang dulu. Karena ancaman tetap bisa datang dari jalanan, ruang bebas terbuka lainnya, atau bisa juga dari restoran yang membolehkan merokok di dalam ruangan. Gunakan masker bila Anda banyak beraktivitas di luar ruangan yang dipenuhi polusi udara maupun asap rokok.

  • Jangan segan untuk menegur perokok aktif yang merokok di sembarang tempat

Apabila melihat ada seseorang yang merokok di zona bebas merokok, merokok di dekat anak-anak atau ibu hamil, atau merokok saat berkendara, jangan segan untuk menegur dengan sopan. Ingatkan bahwa Anda punya hak untuk mendapatkan udara tanpa asap rokok serta sanksi yang mengancam bila mereka memang melanggar aturan.

Perlukah perokok pasif rutin cek kesehatan paru?

Apabila aktif beraktivitas di luar ruangan yang banyak asap rokok, polusi udara, atau memiliki teman, pasangan, atau keluarga yang terbiasa merokok di sekitar Anda, maka Anda sangat disarankan untuk melakukan cek kesehatan paru secara rutin.

Sebetulnya tidak ada kepastian kapan pemeriksaan harus dilakukan. Namun, jika tidak ada gejala, minimal 1-2 tahun sekali. Untuk pemeriksaannya sendiri bisa dengan cek kesehatan paru oleh dokter dengan auskultasi stetoskop, CT scan, rontgen, dan cek fungsi paru (spirometri).

Sedangkan untuk perokok aktif, anjurannya adalah cek kesehatan setahun sekali untuk deteksi dini kanker paru.

Mengingat kanker paru juga dapat menyerang orang-orang yang tidak merokok, perokok pasif juga perlu melakukan cek kesehatan paru secara rutin. Pasalnya, kanker paru adalah ancaman serius. Jika terdeteksi dini, kemungkinan sembuh semakin besar. Selain itu, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter jika dalam kurun waktu tertentu Anda mengalami batuk berkepanjangan dan sulit bernapas.

(RN/RPA)

1 Komentar