Sukses

Gigi Palsu atau Implan Gigi, Mana yang Lebih Baik?

Gigi palsu atau implan gigi adalah solusi terbaik untuk mengatasi gigi ompong. Namun, mana yang terbaik di antara keduanya?

Klikdokter.com, Jakarta Tidak ada orang yang ingin punya gigi ompong. Namun, karena satu dan lain alasan, justru Anda yang kini mengalami gigi ompong. Nah, untuk mengakali kondisi tersebut, cara yang bisa dilakukan ada dua, yaitu pasang gigi palsu atau implan gigi.

Dihadapkan pada dua pilihan tersebut, Anda mungkin lebih memilih pasang gigi palsu sebagai solusi mengatasi gigi ompong. Selain relatif lebih murah, ‘klinik’ gigi palsu juga mudah di temukan di pinggiran jalan.

Gigi palsu lebih banyak risiko

Menurut drg. Callista Argentina dari KlikDokter, pada saat pemasangan gigi palsu pertama kali, pasien akan mengalami rasa yang asing, aneh dan mulut terasa penuh. Pada kasus tertentu, pasien juga bisa mengalami rasa tidak nyaman atau nyeri beberapa minggu setelah pasang gigi palsu.

Lebih lanjut, pasien gigi ompong yang pasang gigi palsu juga bisa mengalami penyusutan tulang dan jaringan gusi. Hal ini menyebabkan gigi palsu akan terasa longgar sehingga meningkatkan rasa tidak nyaman saat memakainya. Belum lagi, risiko gigi palsu terlepas dan tertelan sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.

Saking banyaknya tukang gigi yang menawarkan jasa pembuatan gigi palsu, Anda pun lebih berisiko untuk mendapatkan pelayanan yang kurang tepat. Kalau sudah begini, risiko-risiko di bawah ini akan sulit dihindari:

  • Sariawan di gusi sekitar gigi palsu

Kondisi ini disebabkan oleh bagian gigi palsu yang menekan di satu bagian gusi secara terus-menerus sehingga melukai gusi. Untuk menangani ini, dokter gigi biasanya akan mengasah dan menghaluskan bagian tertentu agar gigi palsu bisa dipakai lebih nyaman saat mengunyah atau saat posisi mulut sedang terkatup. 

Dokter gigi juga mungkin akan menganjurkan pasien untuk melepas gigi tiruan di malam hari dan memasangnya kembali pada pagi hari.

  • Bikin pipi, bibir atau lidah sering tergigit

Komplikasi ini biasanya diakibatkan oleh penyusunan gigi palsu yang kurang baik. Jika sampai terjadi, pasien perlu melakukan penyesuaian gigitan di dokter gigi untuk kemudian gigi palsu diperbaiki.

  • Timbul rasa sakit saat gigi palsu dilepas atau pasang

Pasien bisa merasakan nyeri saat memasang dan melepas gigi palsu. Ini disebabkan oleh basis akrilik yang tajam atau terlalu panjang, sehingga perlu dilakukan pengasahan pada sayap gigi palsu tersebut.

Implan gigi, alternatif yang minim risiko

Mengingat efek samping memakai gigi palsu non-permanen sangat beragam, hadirlah solusi terbaru yang lebih efektif dan minim risiko, yakni implan gigi.

Dikatakan oleh drg. Wiena Manggala Putri dari KlikDokter, salah satu keunggulan yang didapat dari memasang implan gigi adalah tingkat kenyamanan yang lebih baik dibanding gigi palsu konvensional. 

Di samping itu, pasien bahkan tidak perlu khawatir jika implan gigi longgar atau lepas. Ini karena alat tersebut ditanam di dalam rahang dan bersifat permanen. Penggunaan implan gigi pun tidak akan mengubah rasa makanan yang Anda konsumsi. 

“Berbeda dengan gigi palsu non-permanen, implan gigi tidak akan mengganggu kemampuan berbicara, bahkan mengunyah sekalipun walau telah digunakan bertahun-tahun,” kata drg. Wiena.

Implan gigi pun tidak hanya aman, tapi juga berfungsi seperti gigi alami sehingga memiliki kekuatan menggigit yang sama seperti gigi asli. Implan gigi juga bersifat sangat stabil, karenanya tidak akan bergerak atau longgar setelah digunakan. Hal ini tentu akan meningkatkan rasa percaya diri Anda ketika bertemu orang lain.

Sayang, di balik keuntungan yang ditawarkan implan gigi, metode ini tidak dapat dilakukan pada semua orang. Anda dilarang melakukan metode ini apabila mengalami penyakit sistemik, seperti diabetes atau jantung yang tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu, diperlukan juga jaringan dan struktur tulang yang sehat untuk mendukung implan yang akan ditanam. Oleh sebab itu, kondisi gigi dan jaringan sekitarnya, serta kesehatan tubuh Anda harus diperiksa secara keseluruhan sebelum perawatan implan gigi dilakukan.

Prosedur implan gigi juga perlu biaya yang tidak sedikit ketimbang gigi palsu non-permanen. Ditambah lagi, implan gigi membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama.

Jadi, jika ditanya mana yang terbaik antara pasang gigi palsu atau implan gigi, jawabannya sangat bergantung dari kondisi medis serta kebutuhan Anda. Jika Anda sepenuhnya sehat dan punya dana lebih, pilihlah metode implan gigi. Akan tetapi, jika Anda mengalami masalah sistemik atau tidak rela merogoh kocek agak dalam, manfaatkanlah gigi palsu non-permanen. Terlepas dari metode yang hendak dipilih, pastikan Anda tidak lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter gigi.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar