Sukses

Diabetes Turun Lewat Genetik, Bisakah?

Banyak orang menganggap bahwa diabetes turun lewat genetik atau keturunan. Apakah hal ini sepenuhnya benar?

Klikdokter.com, Jakarta Anda yang memiliki orang tua penderita diabetes melitus (DM), mungkin merasa resah kalau-kalau penyakit yang sama juga akan menyerang Anda. Ya, diabetes turun lewat genetik alias keturunan memang sudah menjadi kepercayaan banyak orang. Namun begitu, apakah hal ini sepenuhnya tepat?

Faktor risiko diabetes melitus

Diabetes melitus adalah penyakit kronik yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Gula dalam darah yang tidak diserap sel tubuh dengan baik ini lama-kelamaan akan menimbulkan berbagai komplikasi di organ tubuh.

Di sisi lain, kondisi ini dapat disebabkan oleh beragam faktor. Menurut penjelasan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, salah satu faktor risiko diabetes adalah keturunan (genetik).

“Akan tetapi, sebenarnya, diabetes melitus tipe 2 bukanlah suatu penyakit keturunan, seperti penyakit hemofilia (gangguan pembekuan darah) atau buta warna. Jadi, orang tua yang menderita diabetes tidak akan menurunkan diabetes kepada keturunan mereka. Hanya saja, keturunannya memiliki faktor risiko untuk menderita diabetes di kemudian hari,” tutur dr. Sepriani.

Dia menjelaskan, secara umum, jika salah satu orang tua memiliki DM tipe 2, risiko pada anak adalah 1:7 jika terdiagnosis sebelum usia 50 tahun, dan 1:13 jika terdiagnosis di atas usia 50 tahun.

Akan tetapi, dr. Sepriani menambahkan, genetika bukanlah faktor risiko diabetes melitus yang utama.

Lantas, apa faktor utama diabetes?

Dalam acara “Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia” di KalCare Lotte Shopping Avenue, spesialis gizi Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K) menjelaskan bahwa penyebab diabetes paling tinggi adalah karena adanya pola hidup yang buruk serta faktor lingkungan di sekitar Anda.

“Jadi diabetes pada dasarnya bukan masalah genetik. Setiap orang bahkan memiliki faktor genetik untuk diabetes, tapi itu bukan penyebab utama seseorang bisa terkena diabetes,” dia menegaskan.

“Itu karena diabetes tidak akan muncul kalau Anda memiliki pola hidup yang sehat, benar, dan taat akan aturan makan yang bernutrisi. Jadi kalau ada yang mengatakan jika sang ayah punya diabetes, pasti anak perempuannya jua terkena diabetes, itu salah!” tegas dr. Fiastuti kepada KlikDokter

Dia menambahkan, seorang anak—baik perempuan atau laki-laki—bisa kena diabetes kalau dia punya pola hidup yang buruk, serta suka mengonsumsi makanan manis dan tinggi karbohidrat.

“Tapi kalau si anak pola hidupnya teratur, asupan makannya dijaga, risiko diabetes pasti akan minim juga,” dia menambahkan. 

Gaya hidup yang rentan sebabkan diabetes

Menurut dr. Fiastuti, setidaknya ada dua gaya hidup yang bisa menyebabkan banyak orang menderita diabetes. Yaitu gemar mengonsumsi makanan yang manis dan kurangnya aktivitas fisik. 

“Orang Indonesia dikenal gemar mengonsumsi makanan selingan atau camilan yang memiliki kadar gula yang tinggi. Banyak juga yang lebih suka mengonsumsi camilan yang bersifat manis dibandingkan dengan konsumsi buah dan sayuran. Lama-kelamaan, hal tersebut tentu dapat meningkatkan risiko terkena diabetes,” tutur dr. Fiastuti.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik, seperti olahraga, juga bisa menjadi penyebab lain Anda terkena diabetes. Lakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki atau bergerak aktif, serta sempatkan untuk rutin berolahraga.

Anda disarankan untuk melakukan olahraga sebanyak minimal 3 kali dalam seminggu, dengan durasi 30-60 menit. 

Selain perbanyak buah dan sayuran serta aktivitas fisik, upaya mencegah diabetes melitus dapat juga dilakukan menjaga berat badan ideal.

“Apabila termasuk kelompok yang berisiko, Anda dapat melakukan tes gula darah rutin 1-3 bulan sekali, yang terdiri dari gula darah puasa dan gula darah 2 jam sesudah makan,” tutur dr. Sepri.

Dengan demikian, diabetes turun lewat genetik merupakan anggapan yang tidak benar. Hal utama yang membuat Anda dapat terkena diabetes adalah pola hidup yang buruk. Di Hari Diabetes Sedunia ini, yuk terapkan gaya hidup sehat dan aktif bergerak Agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut!

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar